Empat Guru Sastra Madtsansa Ikuti Hari Kedua Bimtek Literasi Informasi Disarpus Banjarnegara

Banjarnegara — Empat guru sastra MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti hari kedua kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Banjarnegara, Rabu (23/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Niscala Disarpus Kabupaten Banjarnegara tersebut secara khusus diikuti oleh peserta dari kalangan guru.

Keempat guru sastra Madtsansa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Linara, H. Surya Widhi Prakosa, Risky Arbangi Nopi, dan Nabila. Keikutsertaan mereka menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi guru, khususnya dalam memahami, menelusuri, mengevaluasi, menganalisis, serta menyajikan informasi secara tepat untuk mendukung proses pembelajaran dan pengembangan literasi sastra di madrasah.

Berdasarkan rundown kegiatan, Bimtek Literasi Informasi untuk guru diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan sambutan pengarahan panitia. Selanjutnya, peserta mendapatkan tiga materi utama yang berlangsung hingga sore hari. Materi pertama membahas pengertian dan konsep dasar literasi informasi serta kebutuhan informasi yang disampaikan oleh Amri Hariri, S.IP., M.A., pustakawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Materi kedua disampaikan oleh Dwiana Jati Setiaji, S.S., jurnalis Suara Merdeka, dengan bahasan penelusuran informasi, evaluasi informasi, dan penyajian informasi. Materi ini menjadi bagian penting bagi guru karena kemampuan menemukan dan memilah informasi yang tepat diperlukan dalam menghadirkan sumber belajar yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sementara itu, materi ketiga membahas sumber-sumber informasi serta analisis dan sintesis informasi. Materi tersebut disampaikan oleh Umi Haniati, M.A., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penyelesaian administrasi peserta pada pukul 15.30–16.00 WIB.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas pembelajaran di Madtsansa. Menurutnya, literasi informasi memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan kemampuan guru maupun murid dalam menghadapi derasnya arus informasi.

“Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam memilih, mengolah, dan menyajikan informasi yang tepat. Terlebih bagi guru sastra, keterampilan literasi informasi sangat penting untuk memperkaya referensi dan mengembangkan pembelajaran yang kreatif,” ujar H. Yatiman.

Salah satu peserta, Linara, menilai materi yang diberikan dalam bimtek memberikan wawasan baru mengenai pentingnya ketelitian dalam menelusuri dan mengevaluasi informasi sebelum digunakan dalam pembelajaran.

“Bagi kami guru sastra, kemampuan menelusuri informasi sangat membantu dalam mencari referensi karya, penulis, maupun berbagai sumber pendukung pembelajaran. Kami menjadi semakin memahami bahwa tidak semua informasi yang ditemukan dapat langsung digunakan,” ungkap Linara.

H. Surya Widhi Prakosa mengatakan bahwa materi bimtek relevan dengan kebutuhan pengembangan kelas unggulan sastra Madtsansa. Menurutnya, penguatan literasi informasi dapat mendukung guru dalam membimbing murid menghasilkan karya yang lebih berbobot dan memiliki dasar referensi yang kuat.

“Literasi informasi menjadi bekal penting bagi guru sastra untuk mengarahkan murid agar tidak hanya produktif menulis, tetapi juga mampu mencari, memahami, mengolah, dan menggunakan informasi secara bertanggung jawab,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Risky Arbangi Nopi. Ia mengungkapkan bahwa materi analisis dan sintesis informasi memberikan perspektif baru dalam mengolah berbagai sumber menjadi informasi yang lebih terstruktur.

“Materi hari kedua ini sangat aplikatif. Kami mendapatkan pemahaman bahwa berbagai sumber informasi perlu dianalisis terlebih dahulu agar dapat menghasilkan informasi yang utuh dan tepat,” katanya.

Sementara itu, Nabila berharap pengalaman yang diperoleh selama bimtek dapat diterapkan dalam pembelajaran sastra di Madtsansa. “Kami berharap pengetahuan dari kegiatan ini dapat kami terapkan dalam pendampingan murid, terutama dalam membangun budaya literasi yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Keikutsertaan empat guru sastra Madtsansa dalam Bimtek Literasi Informasi tersebut diharapkan semakin memperkuat budaya literasi di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Bekal yang diperoleh selama kegiatan menjadi modal untuk menghadirkan pembelajaran sastra yang semakin kaya referensi, kritis dalam mengolah informasi, serta mendorong murid untuk menghasilkan karya yang berkualitas. (Fy)