Tes IQ Warnai Rangkaian Kokurikuler Gendis Manis Madtsansa, Kenali Potensi dan Karakter Murid

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali melaksanakan salah satu kegiatan dalam rangkaian kokurikuler Gendis Manis (Gerakan Nyata Disiplin, Mandiri, dan Bernilai Positif), yakni Tes Inteligensi atau Tes IQ bagi seluruh murid kelas VII, VIII, dan IX. Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Ganesha Mandiri Jogja, mitra psikologi dan pengembangan diri yang turut mendukung pelaksanaan program kokurikuler Madtsansa.

Pelaksanaan Tes IQ berlangsung selama dua hari. Murid kelas VIII dan IX mengikuti tes pada Jumat (25/9), sedangkan murid kelas VII melaksanakan tes pada Sabtu (26/9). Kegiatan berlangsung di ruang kelas masing-masing dengan pendampingan guru dan mengikuti teknis pelaksanaan yang telah ditetapkan oleh pihak Ganesha Mandiri Jogja.

Tes IQ menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian Gendis Manis karena memberikan kesempatan kepada madrasah untuk memperoleh gambaran mengenai potensi dan karakteristik murid. Dalam modul kokurikuler, Gendis Manis dirancang untuk menumbuhkan sikap mandiri, kewargaan, cinta diri dan sesama manusia, serta cinta tanah air melalui berbagai aktivitas yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Ganesha Mandiri Jogja tercatat sebagai salah satu mitra pembelajaran dalam program tersebut.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj Yuniyati, menyampaikan bahwa pelaksanaan Tes IQ diharapkan dapat membantu madrasah mengenali potensi murid secara lebih komprehensif.

“Tes IQ ini bukan sekadar untuk mengetahui tingkat kemampuan intelektual murid. Hasilnya diharapkan dapat menjadi salah satu informasi bagi madrasah dalam memahami potensi, karakteristik, dan kebutuhan perkembangan setiap murid. Dengan demikian, pendampingan yang diberikan dapat semakin sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing anak,” ungkapnya.

Menurut Hj Yuniyati, kegiatan tersebut juga sejalan dengan semangat kokurikuler Gendis Manis yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pengembangan murid secara utuh.

“Setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin membantu murid lebih mengenali dirinya sendiri sekaligus mendorong mereka untuk berkembang secara mandiri dan bertanggung jawab,” lanjutnya.

Pihak Ganesha Mandiri Jogja menjelaskan bahwa pelaksanaan psikotes dirancang untuk memberikan gambaran mengenai beberapa aspek perkembangan murid. Selain tingkat inteligensi, psikotes juga diarahkan untuk mengetahui aspek perkembangan bakat dan minat, karakteristik kepribadian, gaya belajar, perkembangan emosi secara individual, serta memberikan informasi mengenai pilihan penjurusan yang dapat menjadi bahan pertimbangan.

“Data dari psikotes diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pendampingan bagi murid, guru, maupun orang tua. Hasil tersebut bukan untuk memberi label kepada anak, melainkan sebagai informasi agar potensi yang dimiliki dapat dikenali dan dikembangkan secara tepat,” jelas perwakilan Ganesha Mandiri Jogja.

Pelaksanaan tes berlangsung dengan tertib. Murid mengikuti instruksi yang diberikan dan mengerjakan setiap bagian tes secara mandiri sesuai waktu yang ditentukan.

Singgih, murid kelas 9A Madtsansa, mengaku memperoleh pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Menurut saya, tes ini menarik karena membuat saya mencoba mengenali kemampuan diri dari sudut pandang yang berbeda. Saya juga belajar untuk lebih fokus, teliti, dan mengikuti instruksi dengan baik,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Afika, murid kelas 9F. Ia menilai kegiatan Tes IQ memberikan pengalaman yang berbeda dari pembelajaran di kelas sehari-hari.

“Awalnya saya merasa penasaran dengan jenis soal yang akan diberikan. Setelah mengikuti tes, saya merasa kegiatan ini bisa membantu kami mengetahui potensi diri dan menjadi bahan untuk lebih mengenal kemampuan masing-masing,” tutur Afika.

Pelaksanaan Tes IQ menjadi salah satu pengalaman belajar dalam rangkaian Gendis Manis yang berlangsung selama tujuh hari. Modul program tersebut menempatkan kegiatan kokurikuler sebagai sarana agar murid mampu memahami dan menerapkan disiplin positif secara sadar, mandiri, dan bertanggung jawab, sekaligus mampu mengelola diri serta menghargai potensi diri dan sesama.

Melalui kolaborasi dengan Ganesha Mandiri Jogja, Madtsansa berharap informasi yang diperoleh dari kegiatan Tes IQ dapat menjadi bagian dari proses pendampingan perkembangan murid. Dengan mengenali potensi sejak dini, madrasah bersama orang tua dapat memberikan dukungan yang lebih tepat sehingga setiap murid memiliki kesempatan untuk tumbuh, berkembang, dan mengoptimalkan potensi dirinya. (Lin)