
Banjarnegara — Langkah tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) menuju panggung internasional semakin mantap. Menjelang keberangkatan ke Malaysia untuk mengikuti World Sustainable Development Goals Challenge (WSDG) 2026, delegasi riset Madtsansa melakukan pamitan sekaligus silaturahmi dengan jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Rabu (23/9/2026).
Kegiatan berlangsung di ruang Plt Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara. Rombongan Madtsansa disambut langsung oleh Plt Kepala Kankemenag Kabupaten Banjarnegara H. Karyono bersama Kasi Pendidikan Madrasah H. Muh. Subhan. Suasana hangat dan penuh dukungan mewarnai pertemuan yang juga diisi dengan doa bersama untuk kelancaran perjalanan dan perjuangan tim Madtsansa di kancah internasional.
Delegasi Madtsansa terdiri atas tiga tim, yakni tim guru Musfiatul Muniroh, tim murid Tessa-Gendis, serta tim murid Aida-Puan-Zaskia. Mereka didampingi langsung oleh Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara H. Yatiman, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan Ikhsanudin, Wakil Kepala Urusan Kurikulum Hj. Yuniyati, dan Koordinator Kelas Unggulan Riset Hj. Tri Widayati.
WSDGC 2026 menjadi kesempatan bagi tim riset Madtsansa untuk membawa gagasan dan inovasi karya penelitian ke level internasional. Ajang tersebut dilaksanakan di Multimedia University (MMU), Cyberjaya, Malaysia, pada 24–27 September 2026, dengan mempertemukan peserta dari berbagai negara.
Plt Kepala Kankemenag Kabupaten Banjarnegara, H. Karyono, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Madtsansa mengantarkan guru dan muridnya ke kompetisi internasional.
“Kami tentu memberikan dukungan dan doa kepada seluruh tim Madtsansa. Keikutsertaan ini bukan sekadar tentang mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk membawa nama madrasah, Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, dan Indonesia ke kancah internasional. Tunjukkan kemampuan terbaik, jaga nama baik, dan tetap junjung sportivitas,” ungkapnya.
Ia juga berharap pengalaman mengikuti WSDG dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan budaya riset di madrasah.
Sementara itu, H. Yatiman mengungkapkan rasa syukur atas dukungan yang diberikan jajaran Kankemenag Kabupaten Banjarnegara. Menurutnya, keberangkatan tim ke Malaysia merupakan hasil dari proses panjang pembinaan riset yang dilakukan secara konsisten di Madtsansa.
“Keberangkatan ini adalah sebuah amanah. Kami berharap anak-anak dan guru dapat mengikuti seluruh rangkaian WSDG dengan penuh percaya diri, menjaga sikap, dan memberikan performa terbaik. Apa pun hasilnya nanti, pengalaman berkompetisi di tingkat internasional akan menjadi pembelajaran yang sangat berharga,” tutur H. Yatiman.
Musfiatul Muniroh, sebagai tim guru, menyampaikan bahwa kesempatan tampil dalam ajang internasional menjadi motivasi untuk terus mengembangkan penelitian yang memiliki manfaat nyata.
“Kami sangat bersyukur mendapatkan kesempatan mengikuti WSDG. Ini menjadi pengalaman berharga untuk menguji sekaligus mempresentasikan gagasan penelitian di hadapan peserta dan dewan juri dari berbagai latar belakang. Kami akan berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Semangat serupa disampaikan tim murid Tessa dan Gendis. Keduanya mengaku bangga sekaligus tertantang dapat membawa karya Madtsansa ke Malaysia.
“Kami merasa senang dan bangga karena mendapat kesempatan mewakili Madtsansa. Tentu ada rasa gugup, tetapi dukungan dari guru, orang tua, dan madrasah membuat kami semakin percaya diri. Kami ingin memberikan penampilan terbaik dan mendapatkan pengalaman sebanyak-banyaknya,” ungkap Tessa dan Gendis.
Sementara itu, Aida, Puan, dan Zaskia juga menyampaikan kesiapan mereka untuk mengikuti kompetisi. “Kami akan berusaha tampil maksimal, saling mendukung dalam tim, dan tetap percaya diri saat mempresentasikan penelitian. Semoga perjalanan ini membawa pengalaman dan hasil yang membanggakan,” ujar mereka.
Pamitan tersebut menjadi momentum penguatan doa dan dukungan bagi seluruh delegasi. Dengan bekal karya, pendampingan, serta semangat membawa nama Madtsansa dan Indonesia, tim riset Madtsansa bertolak ke Malaysia untuk mengikuti rangkaian WSDG 2026. (Lin)
