
Banjarnegara — Sejumlah guru MTs Negeri 1 Banjarnegara mengikuti kegiatan Uji Coba Asesmen Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (AKGTK) Madrasah Tahun 2026 pada Selasa (22/9). Kegiatan yang menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan AKGTK Madrasah 2026 tersebut dilaksanakan secara mandiri oleh para peserta dengan memanfaatkan perangkat laptop masing-masing.
Uji coba AKGTK Madrasah 2026 dilaksanakan secara bertahap pada 19–24 September 2026. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, Selasa (22/9) menjadi waktu pelaksanaan uji coba bagi peserta dengan bidang kompetensi Akidah Akhlak, Bahasa Arab, dan Al-Qur’an Hadits. Para guru Madtsansa yang terjadwal mengikuti kegiatan tampak antusias mempersiapkan perangkat serta mengikuti setiap tahapan uji coba sesuai petunjuk yang telah diberikan.
Pelaksanaan secara mandiri memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenali secara langsung sistem asesmen berbasis digital yang akan digunakan. Selain menguji kesiapan perangkat dan jaringan internet, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi guru untuk membiasakan diri dengan mekanisme pengerjaan asesmen melalui aplikasi yang telah ditentukan.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H Yatiman, menyampaikan bahwa keikutsertaan para guru dalam uji coba AKGTK merupakan bentuk keseriusan madrasah dalam mendukung program peningkatan kompetensi guru.
“Uji coba ini penting bukan hanya untuk memastikan kesiapan teknis, tetapi juga memberikan pengalaman kepada guru dalam mengikuti asesmen berbasis digital. Kami berharap seluruh guru yang mendapatkan jadwal dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh sehingga pada pelaksanaan AKGTK nantinya sudah lebih siap,” ungkapnya.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia perlu berjalan beriringan dengan kesiapan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, madrasah memberikan dukungan agar guru dapat melaksanakan uji coba secara mandiri dengan perangkat yang dipersiapkan masing-masing.
Salah satu peserta, Ikhsanudin, guru Akidah Akhlak, mengungkapkan bahwa kegiatan uji coba menjadi kesempatan untuk memahami alur asesmen sekaligus memastikan kesiapan perangkat yang digunakan.
“Uji coba ini sangat membantu kami sebagai peserta. Dengan mengikuti secara langsung, kami dapat mengetahui bagaimana mekanisme pelaksanaannya, mulai dari proses masuk ke sistem hingga mengerjakan soal. Ini menjadi pengalaman penting agar kami lebih siap menghadapi asesmen utama,” tuturnya.
Hal senada disampaikan Abdul Majid, guru Bahasa Arab. Ia menilai pelaksanaan uji coba secara mandiri memberikan keleluasaan kepada peserta untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis telah dipersiapkan dengan baik.
“Kami berusaha mengikuti setiap tahapan sesuai arahan. Persiapan perangkat, koneksi internet, dan pemahaman terhadap sistem menjadi hal yang perlu diperhatikan. Dengan adanya uji coba ini, kami bisa mengetahui hal-hal teknis yang perlu dipersiapkan sebelum pelaksanaan utama,” jelasnya.
Sementara itu, Hj. Umi Mahmudah, guru Al-Qur’an Hadits, menyambut positif pelaksanaan uji coba AKGTK tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya berkaitan dengan kesiapan teknologi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya guru untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalitas.
“Kami mengikuti uji coba ini dengan penuh antusias. Selain membiasakan diri dengan sistem digital, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kompetensi sebagai guru. Semoga seluruh proses berjalan lancar dan kami dapat mengikuti AKGTK utama dengan persiapan yang lebih baik,” ungkapnya.
Dengan terlaksananya uji coba AKGTK Madrasah 2026, guru-guru MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan semakin familiar dengan mekanisme asesmen berbasis digital. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Madtsansa dalam mempersiapkan tenaga pendidik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta memiliki komitmen terhadap peningkatan kualitas pembelajaran.
Pelaksanaan AKGTK Madrasah 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 5–9 Oktober 2026. Melalui tahapan uji coba yang dilaksanakan secara bertahap tersebut, Madtsansa terus mendorong seluruh peserta untuk mempersiapkan diri, baik dari sisi teknis maupun kesiapan mengikuti asesmen, sehingga pelaksanaan AKGTK dapat berlangsung dengan tertib dan optimal. (Lin)
