Dua Guru Madtsansa Kembali Dipercaya Jadi Juri Pidato Porseni MI Tingkat Kecamatan Banjarnegara

Banjarnegara — Dua guru MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali mendapat kepercayaan untuk berkontribusi dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Madrasah Ibtidaiyah (MI) tingkat Kecamatan Banjarnegara Tahun 2026. Linara dan Musfiatul Muniroh ditugasi sebagai juri pada cabang lomba pidato yang digelar pada Sabtu (19/9) di MIM Semampir.

Dalam kesempatan tersebut, Linara kembali dipercaya sebagai juri lomba pidato bahasa Indonesia, sedangkan Musfiatul Muniroh bertugas sebagai juri lomba pidato bahasa Arab. Keduanya menjalankan tugas penjurian dengan melakukan penilaian terhadap penampilan para peserta berdasarkan sejumlah aspek yang telah ditetapkan dalam ketentuan perlombaan.

Keikutsertaan kedua guru Madtsansa sebagai juri menjadi bagian dari kontribusi madrasah dalam mendukung pengembangan potensi dan bakat peserta didik di lingkungan madrasah. Selain memberikan pengalaman kepada para peserta, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan wawasan dalam pembinaan keterampilan berbicara, penguasaan bahasa, serta keberanian tampil di hadapan publik.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H Yatiman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada guru Madtsansa untuk menjadi bagian dari kegiatan Porseni MI tingkat kecamatan.

“Kepercayaan kepada Ibu Linara dan Ibu Musfiatul Muniroh sebagai juri tentu menjadi hal yang membanggakan bagi Madtsansa. Ini menunjukkan bahwa kompetensi dan pengalaman guru-guru kami dapat turut memberikan kontribusi dalam kegiatan pendidikan di tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Menurut H Yatiman, keterlibatan guru sebagai juri juga merupakan bentuk pengabdian yang memiliki manfaat luas. Tidak hanya menjalankan tugas penilaian, para guru dapat turut memberikan pengalaman dan masukan yang konstruktif bagi peserta didik yang sedang mengembangkan kemampuan mereka.

Linara mengungkapkan bahwa menjadi juri pidato bahasa Indonesia merupakan kesempatan untuk turut mendukung peserta didik MI dalam mengembangkan kemampuan komunikasi. Dalam penilaian, dirinya memperhatikan beberapa aspek, antara lain artikulasi, intonasi, ekspresi, penguasaan materi, penjiwaan, serta kemampuan peserta menyampaikan pesan pidato secara runtut dan meyakinkan.

“Pidato bukan hanya tentang kemampuan menghafalkan teks. Peserta juga perlu mampu menyampaikan gagasan dengan artikulasi yang jelas, intonasi yang tepat, ekspresi yang sesuai, serta menunjukkan keberanian dan kepercayaan diri ketika tampil,” jelas Linara.

Sementara itu, Musfiatul Muniroh menyampaikan bahwa penugasan sebagai juri pidato bahasa Arab menjadi kesempatan untuk ikut mendorong kecintaan peserta didik terhadap bahasa Arab sekaligus keterampilan berbicara di depan umum.

“Dalam lomba pidato bahasa Arab, selain penguasaan materi, kami juga memperhatikan kemampuan peserta dalam pelafalan, kelancaran, intonasi, ekspresi, dan kesesuaian penyampaian dengan tema. Hal yang tidak kalah penting adalah keberanian peserta untuk tampil dan menyampaikan pesan dengan percaya diri,” tuturnya.

Ketua panitia, Wahyul Khomisah, menyampaikan terima kasih kepada para juri yang telah bersedia menjalankan tugas dalam pelaksanaan Porseni MI tingkat Kecamatan Banjarnegara Tahun 2026.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Linara dan Ibu Musfiatul Muniroh yang telah berkenan menjadi juri. Kehadiran juri yang berkompeten sangat membantu panitia dalam memastikan proses penilaian berlangsung secara objektif, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujar Wahyul.

Ia berharap pelaksanaan lomba pidato dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keberanian, kreativitas, kemampuan berbahasa, serta keterampilan menyampaikan gagasan di hadapan orang lain.

Bagi Madtsansa, keterlibatan Linara dan Musfiatul Muniroh dalam Porseni MI tersebut sekaligus memperkuat peran guru tidak hanya dalam proses pembelajaran di madrasah, tetapi juga dalam mendukung pengembangan pendidikan dan prestasi peserta didik di lingkungan madrasah pada tingkat yang lebih luas. (Fy)