
Banjarnegara — Pelaksanaan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS) Gasal Tahun Ajaran 2026/2027 di MTs Negeri 1 Banjarnegara berlangsung sukses dan lancar. Kegiatan yang dilaksanakan selama sepekan lebih, sejak Senin hingga Selasa, 14–22 September 2026, tersebut menerapkan sistem asesmen berbasis digital dengan memanfaatkan aplikasi Diajeng Learning.
Pelaksanaan ASTS Gasal menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran di Madtsansa untuk mengukur ketercapaian kompetensi peserta didik setelah mengikuti pembelajaran pada paruh awal semester. Penggunaan aplikasi Diajeng Learning juga menjadi langkah madrasah dalam mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan asesmen.
Berdasarkan jadwal yang telah disusun panitia, ASTS Gasal diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX. Asesmen dilaksanakan sesuai pembagian mata pelajaran dan ruang yang telah ditentukan. Peserta didik mengerjakan soal menggunakan perangkat yang disiapkan sesuai ketentuan, sementara pengawas memastikan pelaksanaan asesmen berjalan tertib dan kondusif.
Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum sekaligus penanggung jawab ASTS Gasal, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa pelaksanaan asesmen berbasis digital merupakan bagian dari upaya madrasah menghadirkan proses evaluasi pembelajaran yang efektif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Alhamdulillah, pelaksanaan ASTS Gasal Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan dengan baik. Penggunaan aplikasi Diajeng Learning menjadi bagian dari ikhtiar Madtsansa untuk memanfaatkan teknologi dalam proses pendidikan, termasuk dalam pelaksanaan asesmen. Kami berharap peserta didik dapat mengikuti setiap tahapan dengan jujur, tertib, dan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.
Menurut Hj. Yuniyati, kesiapan teknis dan koordinasi antara panitia, pengawas, guru, serta peserta didik menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan ASTS. Sebelum pelaksanaan, berbagai persiapan telah dilakukan agar peserta didik memahami mekanisme pengerjaan melalui aplikasi yang digunakan.
Ketua Panitia ASTS Gasal, Hj. Kun Hidayati, juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, koordinasi menjadi kunci sehingga pelaksanaan asesmen dari hari pertama hingga hari terakhir dapat berjalan sesuai jadwal.
“Panitia telah berusaha mempersiapkan seluruh kebutuhan ASTS dengan sebaik-baiknya, mulai dari penyusunan jadwal, koordinasi pengawas, kesiapan ruang hingga aspek teknis penggunaan aplikasi. Alhamdulillah, seluruh rangkaian dapat terlaksana dengan lancar. Terima kasih kepada seluruh guru, pengawas, peserta didik, dan pihak-pihak yang telah mendukung,” tuturnya.
Dari sisi peserta didik, penggunaan Diajeng Learning memberikan pengalaman tersendiri dalam mengikuti asesmen. Ayyash, peserta didik kelas 9E, mengaku dapat mengikuti pelaksanaan ASTS dengan baik.
“Menurut saya, mengerjakan ASTS menggunakan Diajeng Learning cukup praktis. Kami harus lebih teliti ketika membaca soal dan memastikan jawaban sudah benar sebelum melanjutkan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Aretha, peserta didik kelas 8B. Ia mengatakan bahwa pelaksanaan asesmen berbasis digital membuat dirinya sekaligus belajar untuk lebih terbiasa menggunakan teknologi dalam kegiatan akademik.
“Pelaksanaannya cukup menarik karena kami mengerjakan soal melalui aplikasi. Sebelum mulai, saya memastikan perangkat dan koneksi siap sehingga bisa mengerjakan dengan lebih tenang,” kata Aretha.
Sementara itu, Naura, peserta didik kelas 7C, mengungkapkan bahwa pelaksanaan ASTS menggunakan aplikasi menjadi pengalaman baru yang memberikan pembelajaran tersendiri baginya.
“Awalnya saya sedikit tegang karena ini merupakan pengalaman mengikuti asesmen menggunakan aplikasi. Tetapi setelah memahami cara menggunakannya, saya bisa mengerjakan soal dengan lebih nyaman. Saya berusaha fokus dan mengerjakan semua soal dengan jujur,” ungkapnya.
Dengan berakhirnya pelaksanaan ASTS Gasal pada Selasa (22/9), seluruh rangkaian asesmen di MTs Negeri 1 Banjarnegara diharapkan dapat memberikan gambaran terhadap capaian belajar peserta didik. Hasil asesmen selanjutnya menjadi salah satu bahan evaluasi bagi guru dan madrasah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan pendampingan sesuai kebutuhan peserta didik.
Keberhasilan pelaksanaan ASTS Gasal berbasis Diajeng Learning sekaligus menunjukkan komitmen Madtsansa dalam mengembangkan budaya pembelajaran dan evaluasi yang semakin adaptif terhadap pemanfaatan teknologi, dengan tetap mengedepankan kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kualitas proses pendidikan. (Fy)
