
Banjarnegara — Pustakawati MTs Negeri 1 Banjarnegara, Wafda, mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi untuk Pustakawan/Tenaga Perpustakaan, Guru dan Pegiat Literasi yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Banjarnegara pada Selasa (22/9). Kegiatan yang berlangsung di Aula Niscala Disarpus Kabupaten Banjarnegara tersebut menjadi sarana penguatan kompetensi tenaga perpustakaan dalam mengelola, menelusuri, mengevaluasi, serta menyajikan informasi.
Berdasarkan rundown kegiatan, peserta pada Selasa (22/9) berasal dari unsur pustakawan atau pengelola perpustakaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi, pembukaan, laporan penyelenggaraan oleh Kepala Bidang Perpustakaan, sambutan Kepala Disarpus Kabupaten Banjarnegara sekaligus pembukaan kegiatan, foto bersama, dan penutup.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan tiga materi utama. Materi pertama membahas pengertian dan konsep dasar literasi informasi serta kebutuhan informasi yang disampaikan Amri Hariri, S.IP., M.A., pustakawan Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Materi kedua mengenai penelusuran, evaluasi, dan penyajian informasi disampaikan Dwiana Jati Setiaji, S.S., jurnalis Suara Merdeka. Sementara materi ketiga membahas sumber-sumber informasi serta analisis dan sintesis informasi dengan narasumber Umi Haniati, M.A., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi.
Keikutsertaan Wafda dalam kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H Yatiman. Menurutnya, peningkatan kapasitas pustakawan merupakan bagian penting dalam pengembangan layanan perpustakaan madrasah.
“Perpustakaan bukan hanya tempat penyimpanan dan peminjaman buku, tetapi juga menjadi pusat sumber informasi bagi warga madrasah. Karena itu, pustakawan perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan layanan yang relevan dengan kebutuhan peserta didik dan guru. Kami mendukung keikutsertaan Wafda dalam kegiatan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan Madtsansa,” ungkap H Yatiman.
H Yatiman menambahkan bahwa kemampuan literasi informasi semakin penting di tengah banyaknya sumber informasi yang dapat diakses dengan mudah. Menurutnya, tenaga perpustakaan perlu memiliki kemampuan untuk membantu pemustaka menemukan informasi yang tepat sekaligus mengenali informasi yang dapat dipercaya.
“Pembekalan seperti ini diharapkan dapat diterapkan dalam pengelolaan Perpustakaan Baitul Ilmi sehingga keberadaannya semakin mampu mendukung proses pembelajaran dan budaya literasi di madrasah,” lanjutnya.
Sementara itu, Wafda menyampaikan bahwa mengikuti bimtek memberikan pengalaman dan wawasan baru, khususnya berkaitan dengan cara memahami kebutuhan informasi serta melakukan penelusuran dan evaluasi terhadap berbagai sumber informasi.
“Materi yang disampaikan sangat berkaitan dengan tugas pustakawan. Kami mendapatkan pemahaman bahwa literasi informasi tidak hanya tentang kemampuan menemukan informasi, tetapi juga bagaimana menelusuri, mengevaluasi, menganalisis, dan menyajikan informasi secara tepat. Pengetahuan tersebut tentu sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam pelayanan perpustakaan Madtsansa,” tutur Wafda.
Senada, Kepala Perpustakaan Baitul Ilmi MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Bambang Naryanto, menyambut positif keikutsertaan Wafda dalam kegiatan tersebut. Ia berharap hasil bimtek dapat ditularkan dan diterapkan dalam pengelolaan perpustakaan.
“Peningkatan kompetensi tenaga perpustakaan akan berpengaruh terhadap kualitas layanan kepada pemustaka. Wawasan yang diperoleh Wafda dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tambahan bekal dalam mengembangkan layanan Perpustakaan Baitul Ilmi, terutama dalam membantu warga madrasah mendapatkan informasi yang dibutuhkan,” jelas H. Bambang Naryanto.
Ia juga menilai materi tentang penelusuran dan evaluasi informasi sangat relevan dengan kondisi saat ini. Kemudahan memperoleh informasi melalui berbagai media, menurutnya, perlu diimbangi dengan kemampuan memilih dan menggunakan informasi secara tepat.
Keikutsertaan Wafda dalam Bimtek Literasi Informasi Disarpus Banjarnegara diharapkan semakin memperkuat peran Perpustakaan Baitul Ilmi sebagai salah satu pendukung utama budaya literasi di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Selain meningkatkan kompetensi individu pustakawan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar Madtsansa untuk terus mengembangkan layanan perpustakaan yang informatif, edukatif, dan mendukung kebutuhan pembelajaran warga madrasah. (Lin)
