
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali memberikan apresiasi kepada murid berprestasi. Kali ini, penghargaan diberikan kepada enam murid dengan capaian rata-rata nilai rapor tertinggi pada tahun ajaran 2025/2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam sesi kedua Rapat Pleno Komite MTs Negeri 1 Banjarnegara Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (29/8).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan indoor Madtsansa tersebut diikuti oleh orang tua/wali murid kelas 8 dan 9. Momentum pemberian penghargaan menjadi salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat perhatian karena tidak hanya menjadi bentuk apresiasi madrasah terhadap prestasi akademik murid, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus meningkatkan capaian belajarnya.
Enam murid yang meraih penghargaan tersebut terdiri atas tiga murid kelas 7 dan tiga murid kelas 8 yang berdasarkan hasil capaian akademik tahun ajaran sebelumnya berhasil memperoleh rata-rata nilai rapor tertinggi di tingkat kelas masing-masing.
Untuk kelas 7, peringkat pertama diraih Heaven, murid kelas 7 Unggulan Tahfiz. Peringkat kedua diraih Indira dari kelas 7 Unggulan Riset, sedangkan peringkat ketiga diraih Amira dari kelas 7 Unggulan Sastra.
Sementara itu, untuk kelas 8, peringkat pertama diraih Khairunnisa dari kelas 8 Unggulan Tahfiz. Peringkat kedua diraih Raisa Alin dari kelas 8 Unggulan Sastra dan peringkat ketiga diraih Bilqis dari kelas 8 Unggulan Tahfidz.
Pengumuman para peraih penghargaan disampaikan oleh Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati. Selanjutnya, penghargaan diserahkan kepada orang tua/wali murid masing-masing peraih oleh Pengawas MTs dan MA Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Hj. Nur Farida, didampingi Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, serta Ketua Komite Madtsansa.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian madrasah terhadap proses dan hasil belajar yang telah dicapai para murid.
“Prestasi akademik tidak lahir secara instan. Di dalamnya ada proses belajar, kedisiplinan, pendampingan guru, serta dukungan orang tua. Karena itu, penghargaan ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi agar anak-anak terus mempertahankan dan meningkatkan prestasinya,” ungkap H. Yatiman.
Menurutnya, keberhasilan enam murid tersebut juga menunjukkan bahwa program pengembangan kelas unggulan di Madtsansa memberikan ruang kepada murid untuk berkembang sesuai potensi dan karakteristik masing-masing. Kelas Unggulan Tahfiz, Riset, dan Sastra memiliki karakter pengembangan yang berbeda, tetapi seluruhnya diarahkan untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi.
Pengawas MTs dan MA Kantor Kemenag Kabupaten Banjarnegara, Hj. Nur Farida, turut memberikan apresiasi atas konsistensi Madtsansa dalam memberikan penghargaan kepada peserta didik.
“Penghargaan seperti ini penting karena anak-anak perlu merasakan bahwa kerja keras mereka dihargai. Namun yang lebih penting, prestasi ini jangan berhenti pada angka rapor. Jadikan sebagai motivasi untuk terus belajar, berproses, dan memberikan manfaat,” tutur Hj. Nur Farida.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendukung perkembangan akademik maupun karakter anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada madrasah, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh pihak.
Apresiasi juga disampaikan oleh perwakilan orang tua Heaven. Ia mengaku bersyukur atas penghargaan yang diterima putranya sekaligus mengapresiasi perhatian Madtsansa terhadap capaian akademik peserta didik.
“Sebagai orang tua tentu kami merasa bangga dan bersyukur. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi Heaven untuk terus belajar dan tidak cepat merasa puas. Kami juga berterima kasih kepada guru-guru Madtsansa yang selama ini mendampingi dan membimbing anak-anak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan perwakilan orang tua Bilqis. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi putrinya untuk terus mempertahankan semangat belajar.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak menjadi semakin termotivasi karena kerja kerasnya mendapat penghargaan dari madrasah. Harapannya, Bilqis dapat terus belajar dengan baik dan prestasi ini menjadi pijakan untuk meraih prestasi-prestasi berikutnya,” katanya.
Pemberian penghargaan prestasi akademik tersebut pun menjadi bagian dari komitmen Madtsansa untuk membangun budaya apresiasi. Selain mendorong murid berprestasi untuk terus berkembang, penghargaan diharapkan mampu menginspirasi seluruh peserta didik bahwa kerja keras, ketekunan, dan konsistensi dalam belajar akan selalu mendapatkan penghargaan. (Fy)
