Empat MC Muda Madtsansa Sukses Pandu Rapat Pleno Komite dengan Konsep Bilingual

Banjarnegara — Empat MC muda MTs Negeri 1 Banjarnegara menunjukkan kemampuan komunikasi dan kepercayaan diri yang membanggakan saat dipercaya memandu kegiatan Rapat Pleno Komite MTs Negeri 1 Banjarnegara Tahun Ajaran 2026/2027, Sabtu (29/8). Tidak sekadar menjadi pembawa acara, keempatnya tampil dengan konsep bilingual, memadukan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris secara komunikatif, tenang, dan atraktif.

Keempat MC muda tersebut adalah Amira dan Barley, keduanya merupakan murid kelas 8 Unggulan Sastra, serta Aisha, murid kelas 7A Unggulan Riset, dan Dirgahayu, murid kelas 7J. Mereka berbagi tugas dalam dua sesi pelaksanaan Rapat Pleno Komite yang diikuti orang tua/wali murid Madtsansa.

Pada sesi pertama, Aisha dan Dirgahayu mendapat kepercayaan untuk memandu rangkaian acara. Sebagai MC yang relatif masih muda, keduanya mampu menunjukkan keberanian tampil di hadapan para orang tua/wali murid. Pembawaan yang komunikatif dipadukan dengan penggunaan bahasa Inggris menjadikan suasana kegiatan semakin hidup, sekaligus memperlihatkan keberanian murid Madtsansa dalam menggunakan bahasa asing di ruang publik.

Sementara itu, pada sesi kedua, Amira dan Barley kembali menunjukkan pengalaman mereka sebagai MC. Keduanya bahkan telah mendapatkan kepercayaan serupa pada kegiatan tahun sebelumnya. Dengan pengalaman tersebut, Amira dan Barley tampil lebih matang, tenang, dan apik dalam mengatur ritme acara hingga seluruh rangkaian Rapat Pleno berjalan dengan tertib.

Pembina dan pelatih MC Madtsansa, Agustina Dewi Merdekawati, menyampaikan apresiasi atas penampilan keempat murid tersebut. Menurutnya, kesempatan menjadi MC dalam agenda resmi madrasah merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan keterampilan komunikasi murid.

“Menjadi MC bukan hanya tentang berbicara di depan banyak orang. Mereka belajar bagaimana mengelola rasa gugup, membaca situasi, menjaga intonasi, bekerja sama dengan pasangan MC, sekaligus bertanggung jawab terhadap kelancaran acara. Penggunaan dua bahasa juga menjadi tantangan tersendiri yang berhasil mereka lalui,” ungkap Agustina.

Senada, Novia Fajriati Alqomar selaku pembina dan pelatih menyebut keberhasilan keempat MC tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan secara bertahap.

“Kami selalu menekankan bahwa seorang MC harus memiliki tiga hal, yaitu kesiapan materi, keberanian, dan kemampuan beradaptasi. Amira, Barley, Aisha, dan Dirgahayu menunjukkan ketiganya. Khusus Amira dan Barley, pengalaman tahun lalu membuat mereka semakin percaya diri. Sedangkan Aisha dan Dirgahayu mampu memberikan penampilan yang sangat baik meskipun baru berada di kelas 7,” tuturnya.

Amira mengaku kesempatan kedua menjadi MC dalam Rapat Pleno menjadi pengalaman yang sangat berarti. “Tahun lalu saya dan Barley masih banyak belajar. Tahun ini kami berusaha lebih tenang, lebih memahami susunan acara, dan lebih percaya diri ketika menggunakan bahasa Inggris. Kami bersyukur bisa kembali dipercaya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Barley. Menurutnya, menjadi MC berpasangan membuat dirinya belajar untuk saling mendukung dan memahami situasi. “Kami tidak hanya menghafalkan teks. Kami harus saling memperhatikan agar transisi antarbagian acara tetap lancar. Pengalaman ini membuat saya semakin percaya diri,” katanya.

Sementara Aisha mengungkapkan rasa bangganya dapat dipercaya memandu sesi pertama. “Awalnya tentu ada rasa gugup karena harus berbicara di depan banyak orang tua. Tetapi setelah mulai tampil, saya menjadi lebih percaya diri. Saya senang bisa mendapatkan pengalaman seperti ini,” ungkapnya.

Dirgahayu menambahkan bahwa konsep bilingual memberikan tantangan sekaligus pengalaman baru. “Kami harus fokus pada pelafalan dan intonasi bahasa Inggris, tetapi tetap membuat acara terasa natural. Saya sangat senang bisa belajar menjadi MC dalam acara resmi madrasah,” ujarnya.

Apresiasi juga datang dari Siti Haryati, salah satu orang tua/wali murid Aisha. Ia mengaku terkesan melihat keberanian para MC muda Madtsansa.

“Sebagai orang tua, saya merasa bangga melihat anak-anak seusia mereka sudah mampu tampil percaya diri di hadapan banyak orang. Aisha dan teman-temannya tidak hanya belajar akademik, tetapi juga mendapatkan kesempatan mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan keberanian,” tuturnya.

Penampilan empat MC muda tersebut menjadi salah satu bukti bahwa MTs Negeri 1 Banjarnegara terus memberikan ruang kepada murid untuk mengembangkan potensi nonakademik. Melalui panggung-panggung resmi madrasah, para murid ditempa untuk menjadi pribadi yang komunikatif, percaya diri, berani, serta siap tampil di tingkat yang lebih luas. (Fy)