Madtsansa Sosialisasikan Program Kelas Unggulan Sastra, Perkuat Kolaborasi Madrasah dan Orang Tua

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui program kelas unggulan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi program Kelas Unggulan Sastra Madtsansa yang digelar pada Rabu (12/8) di Masjid Darul Ulum Madtsansa.

Kegiatan tersebut menghadirkan seluruh orang tua/wali murid dari tiga jenjang Kelas Unggulan Sastra Madtsansa. Sosialisasi menjadi momentum penting untuk menyampaikan arah pengembangan program sekaligus membangun sinergi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi peserta didik mengembangkan potensi literasi dan sastra.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kelas unggulan bukan sekadar program tambahan, tetapi bagian dari ikhtiar madrasah dalam memberikan ruang tumbuh sesuai potensi dan minat peserta didik.

“Anak-anak memiliki potensi yang beragam. Tugas madrasah adalah menemukan, mengembangkan, dan memberikan ruang agar potensi tersebut dapat tumbuh menjadi prestasi dan karya. Kelas Unggulan Sastra kami hadirkan sebagai salah satu ruang bagi anak-anak untuk berproses, berkarya, dan berani menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkap H. Yatiman.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh pembelajaran di madrasah, tetapi juga oleh dukungan dan pendampingan yang diberikan keluarga di rumah.

“Madrasah dan orang tua harus berjalan dalam satu irama. Ketika guru membimbing di madrasah dan orang tua memberikan dukungan di rumah, insyaallah anak-anak akan memiliki ekosistem yang kuat untuk berkembang,” imbuhnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus motivasi dari pengurus Komite Madtsansa, Rosikhun. Ia mengajak orang tua untuk memandang kemampuan sastra sebagai bekal penting bagi generasi muda, terutama dalam membangun kemampuan berpikir, berkomunikasi, membaca realitas, dan menuangkan gagasan secara kreatif.

“Sastra mengajarkan anak untuk peka, berpikir, merasakan, kemudian menyampaikan gagasan dengan cara yang baik. Karena itu, mari kita dukung anak-anak agar tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menjadi pencipta karya,” tutur Rosikhun.

Paparan inti program disampaikan Koordinator Kelas Unggulan Sastra Madtsansa, H. Surya Widhi Prakosa. Ia menjelaskan berbagai agenda yang telah disiapkan, mulai dari perencanaan program, rapat pleno, pembelajaran sastra tatap muka dua jam pelajaran per minggu, hingga bimbingan karya yang dilaksanakan empat hari dalam sepekan.

Program juga diarahkan pada kegiatan kurasi, penerbitan dan pencetakan karya, launching serta bedah buku, Writer Traveler, Sastra Class, hingga keikutsertaan dalam berbagai ajang sastra seperti FLS3N dan Ajang Sastra Perpusda. Selain itu, program mencakup pengadaan sarana prasarana, kelengkapan purnawiyata, penerbitan karya solo, serta rapat koordinasi dan evaluasi.

“Target kami bukan sekadar membuat anak mampu menulis, tetapi membangun budaya berkarya. Anak-anak kami dampingi sejak menemukan ide, menulis, melakukan revisi, mengikuti proses kurasi, hingga menghasilkan karya yang layak dipublikasikan,” jelas H. Surya Widhi Prakosa.

Salah satu orang tua wali murid kelas 7, Suzana, menyambut positif program tersebut. Ia menilai sosialisasi memberikan gambaran yang jelas kepada orang tua mengenai arah pembinaan yang akan dijalani putra-putri mereka.

“Kami sebagai orang tua merasa terbantu karena mendapatkan penjelasan secara langsung tentang program dan target Kelas Unggulan Sastra. Semoga anak-anak semakin percaya diri, produktif berkarya, dan mendapatkan pengalaman yang bermanfaat untuk masa depannya,” ujar Suzana.

Sesi paparan kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab bersama para orang tua wali murid. Forum berlangsung komunikatif dan menjadi ruang bagi orang tua untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, sekaligus harapan terhadap pengembangan Kelas Unggulan Sastra Madtsansa.

Kegiatan dipandu oleh Agustina Dewi Merdekawati dengan didampingi seluruh tim Kelas Unggulan Sastra, yakni Linara, Risky Arbangi Nopi, Nabila Kirana, dan Fitriyanto. Kehadiran tim secara utuh menjadi bagian dari komitmen Madtsansa untuk memberikan pendampingan yang terarah dan berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, Madtsansa berharap Kelas Unggulan Sastra tidak hanya melahirkan siswa yang terampil menulis, tetapi juga generasi yang gemar membaca, kritis dalam berpikir, kaya gagasan, berkarakter, serta mampu menjadikan sastra sebagai media untuk menginspirasi dan memberi manfaat bagi lingkungan. (Fy)