
Banjarnegara — Kreativitas dan kepedulian siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara terhadap isu kependudukan mendapat apresiasi melalui Lomba Kreasi Mading Antar Kelas bertema kependudukan. Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada seluruh pemenang dilaksanakan setelah upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026, Jumat (14/8), di lapangan indoor Madtsansa.
Kegiatan lomba tersebut menjadi salah satu upaya madrasah untuk menghadirkan edukasi kependudukan melalui media yang kreatif, komunikatif, dan dekat dengan dunia siswa. Setiap kelas diberikan kesempatan untuk mengolah berbagai informasi mengenai kependudukan menjadi karya mading yang menarik sekaligus edukatif.
Pengumuman para pemenang disampaikan langsung oleh Ketua Pelaksana Lomba Kreasi Mading, Yuliana Rahmanti. Dalam pengumuman tersebut, masing-masing jenjang menetapkan tiga kelas sebagai peraih juara.
Pada jenjang kelas 7, juara diraih oleh kelas 7A, 7E, dan 7G. Sementara itu, pada jenjang kelas 8, posisi juara diraih oleh 8G, 8C, dan 8F. Adapun untuk jenjang kelas 9, juara diraih oleh 9B, 9F, dan 9J.
Setelah nama-nama pemenang diumumkan, hadiah diserahkan kepada perwakilan masing-masing kelas sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas, kerja sama, dan kesungguhan siswa dalam menyelesaikan karya mading bertema kependudukan.
Ketua Pelaksana, Yuliana Rahmanti, menyampaikan bahwa lomba tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan mading yang indah secara visual, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk memahami berbagai persoalan kependudukan.
“Melalui lomba ini, kami ingin anak-anak tidak hanya membuat mading yang menarik, tetapi juga belajar menyampaikan pesan tentang kependudukan dengan bahasa dan kreativitas mereka sendiri. Ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena mereka bekerja sama, mencari informasi, menyusun ide, sekaligus menghasilkan sebuah karya,” ungkap Yuliana.
Ketua Tim Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Asih Wijayanti, memberikan apresiasi atas antusiasme seluruh kelas yang mengikuti kegiatan. Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran kependudukan sejak dini.
“Pendidikan kependudukan tidak harus selalu disampaikan melalui pembelajaran di kelas. Mading menjadi media yang sangat efektif karena siswa terlibat langsung dalam proses mencari informasi, mengolahnya, kemudian menyampaikan kembali kepada teman-temannya. Harapannya, kepedulian terhadap persoalan kependudukan tumbuh menjadi bagian dari karakter siswa,” tutur Hj. Asih.
Salah satu peraih juara dari kelas 7A, Aisha, mengaku senang dapat terlibat dalam lomba tersebut. Ia bersama teman-temannya berusaha membuat mading yang tidak hanya menarik, tetapi juga mudah dipahami oleh siswa lainnya.
“Kami senang sekali bisa ikut lomba ini. Kami belajar bekerja sama dan mencari informasi tentang kependudukan. Semoga mading yang kami buat bisa memberikan pengetahuan baru untuk teman-teman,” ujar Aisha.
Hal senada disampaikan Medina, siswa kelas 8G. Menurutnya, proses pembuatan mading memberikan pengalaman berbeda karena seluruh anggota kelas memiliki kesempatan untuk berkontribusi.
“Yang paling berkesan adalah saat bekerja bersama teman-teman. Ada yang mencari informasi, membuat tulisan, menghias, dan menata mading. Ketika akhirnya menjadi juara, tentu kami merasa senang dan bangga karena kerja keras bersama mendapatkan apresiasi,” kata Medina.
Sementara itu, Raisa Alin dari kelas 9B mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman yang berharga bagi siswa kelas 9. Selain mengembangkan kreativitas, lomba juga mendorong siswa untuk lebih peka terhadap persoalan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat.
“Bagi kami, lomba ini bukan hanya tentang mendapatkan juara. Kami juga belajar bahwa masalah kependudukan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan membuat mading, kami bisa belajar sekaligus mengajak teman-teman untuk lebih peduli,” ungkap Raisa Alin.
Kegiatan pengumuman dan penyerahan hadiah tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian Lomba Kreasi Mading Antar Kelas bertema kependudukan di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Madtsansa berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari penguatan program Sekolah Siaga Kependudukan, sekaligus menjadi ruang bagi siswa untuk berkarya, berkolaborasi, dan menyampaikan pesan-pesan edukatif secara kreatif. (Fy)
