Gercep! Madtsansa Gelar Penguatan TKA Sejak Pekan Ketiga Tahun Ajaran 2026/2027

Banjarnegara — Tak ingin kehilangan momentum dan bertekad mempertahankan prestasi akademik, MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) langsung tancap gas menggelar Penguatan Persiapan Tes Kompetensi Akademik (TKA) sejak pekan ketiga Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis madrasah dalam mempersiapkan peserta didik kelas IX menghadapi TKA sekaligus mempertahankan capaian prestasi akademik Madtsansa di Kabupaten Banjarnegara.

Gerak cepat tersebut tidak terlepas dari capaian membanggakan pada tahun ajaran sebelumnya. Pada Tahun Ajaran 2025/2026, MTs Negeri 1 Banjarnegara berhasil meraih peringkat kedua nilai TKA tertinggi se-Kabupaten Banjarnegara jenjang MTs. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi madrasah untuk terus melakukan penguatan secara terencana, terarah, dan berkelanjutan.

Penguatan TKA Tahun Ajaran 2026/2027 dilaksanakan dengan format yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya peserta mengikuti penguatan berdasarkan kelas pembelajaran pagi, tahun ini madrasah menyusun peserta ke dalam 10 kelompok penguatan berdasarkan capaian nilai mereka selama duduk di kelas VIII. Kesepuluh kelompok tersebut diberi nama Aktif, Berani, Cerdas, Dahsyat, Efektif, Fokus, Gigih, Hebat, Inspirasi, dan Juara.

Pembagian tersebut membuat komposisi setiap kelompok lebih heterogen dan tidak lagi mengikuti pembagian kelas IX dalam pembelajaran reguler. Para peserta didik dari kelas IX A hingga IX J dipetakan kembali berdasarkan capaian akademiknya di kelas VIII untuk mendapatkan pendampingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan penguatan masing-masing kelompok.

“Ini adalah bentuk gercep Madtsansa dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi TKA. Kami tidak ingin menunggu mendekati pelaksanaan tes baru melakukan persiapan. Sejak pekan ketiga tahun ajaran, penguatan sudah langsung berjalan sehingga anak-anak memiliki waktu yang cukup untuk membangun kesiapan akademiknya,” ungkap Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman.

Menurutnya, capaian peringkat kedua pada tahun sebelumnya bukan sekadar prestasi untuk dibanggakan, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus meningkatkan kualitas. “Kami tentu bersyukur dengan capaian tahun lalu. Namun, prestasi tersebut harus menjadi pemantik untuk bekerja lebih baik. Targetnya bukan hanya mempertahankan, tetapi meningkatkan capaian TKA Madtsansa. Yang paling penting, anak-anak mendapatkan pendampingan dan kesempatan untuk berkembang secara optimal,” lanjutnya.

Program penguatan dilaksanakan secara rutin pada Selasa, Rabu, dan Kamis pukul 14.00–15.00, serta Sabtu pukul 12.30–13.30. Tempat bimbingan tersebar di kelas IX A hingga IX J, dengan masing-masing kelompok didampingi guru yang telah ditetapkan. Kelompok Aktif didampingi Arif Widayanto, Berani oleh Surya Widhi Prakosa, Cerdas oleh Yuliana Rahmanti, Dahsyat oleh Nabila Kirana Rahmadiena, Efektif oleh Bambang Naryanto, Fokus oleh Setyo Aji Tri Purnomo, Gigih oleh Roosdian Chandra Adhiar, Hebat oleh Risky Arbangi Nopi, Inspirasi oleh Salsa Rizkia Nurlaela, dan Juara oleh Estu Dyah Fitriani.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menjelaskan bahwa pola baru tersebut dirancang agar penguatan lebih berbasis pada data capaian peserta didik.

“Format tahun ini memang kami buat berbeda. Peserta tidak dikelompokkan berdasarkan kelas pagi, tetapi berdasarkan hasil capaian nilai ketika kelas VIII. Dengan demikian, kami dapat menyusun kelompok penguatan yang lebih terarah dan memberikan pendampingan sesuai kebutuhan akademik peserta didik,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa penguatan sejak awal tahun ajaran diharapkan dapat membangun budaya belajar yang konsisten. “Kami ingin anak-anak terbiasa menghadapi soal, memahami konsep, menguatkan materi, sekaligus mengevaluasi perkembangan mereka secara berkala. Jadi persiapan TKA bukan kegiatan sesaat, tetapi proses yang dilakukan secara konsisten,” imbuhnya.

Antusiasme juga terlihat dari peserta. Ghazy, siswa kelas IX D yang tergabung dalam kelompok Berani, mengaku senang dapat mengikuti penguatan sejak awal tahun ajaran.

“Menurut saya bagus karena persiapannya dimulai lebih awal. Kami jadi punya waktu untuk belajar dan memperbaiki materi yang masih belum dikuasai. Saya berharap penguatan ini bisa membantu saya lebih percaya diri menghadapi TKA,” ujar Ghazy.

Hal senada disampaikan Citra, siswi kelas IX F yang tergabung dalam kelompok Hebat. Ia menilai pembagian kelompok berdasarkan capaian nilai membuat kegiatan penguatan terasa lebih terarah.

“Penguatan seperti ini membuat kami lebih fokus. Apalagi kelompoknya berbeda dengan kelas pagi, jadi kami bisa bertemu teman-teman dari kelas lain dan belajar bersama. Saya berharap hasil TKA tahun ini bisa lebih baik dari tahun sebelumnya,” tutur Citra.

Dengan persiapan yang dimulai sejak dini, sistem pengelompokan berbasis capaian, serta pendampingan intensif dari para guru, Madtsansa menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Gercep sejak pekan ketiga menjadi ikhtiar Madtsansa untuk mempertahankan capaian, meningkatkan prestasi, dan mengantarkan peserta didik meraih hasil TKA terbaik pada Tahun Ajaran 2026/2027. (Lin)