Empat Pendekar Madtsansa Sabet Empat Medali di Purbalingga Challenge Open Tingkat Nasional

Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan para pendekar pencak silat MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa). Dalam ajang Pencak Silat Purbalingga Challenge Open Tingkat Nasional yang digelar pada Minggu (2/8), empat atlet Madtsansa berhasil menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan memborong empat medali, terdiri atas satu medali emas dan tiga medali perak.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi Madtsansa dalam mengembangkan potensi peserta didik, khususnya di bidang olahraga pencak silat. Dengan persiapan, latihan, disiplin, dan semangat juang yang tinggi, keempat atlet mampu bersaing dalam kompetisi tingkat nasional sekaligus mengharumkan nama madrasah.

Empat pendekar Madtsansa yang berhasil meraih prestasi tersebut yakni Icha Nathania Valeria, yang sukses menjadi Juara 1 Kelas J Putri Pra Remaja dan mempersembahkan satu-satunya medali emas bagi kontingen Madtsansa.

Sementara itu, tiga medali perak masing-masing diraih Ainun Faatin Kamiilah sebagai Juara 2 Kelas E Putri Pra Remaja, Shakira Edgie Nayra sebagai Juara 2 Kelas J Putri Pra Remaja, serta Fadhia Adilah Najwa sebagai Juara 2 Kelas D Putri Pra Remaja.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas perjuangan dan capaian para atlet. Menurutnya, prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi para peraih medali, tetapi juga bagi seluruh keluarga besar Madtsansa.

“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, keberanian, dan semangat pantang menyerah para atlet. Madrasah tentu sangat bangga karena anak-anak mampu membawa nama baik Madtsansa dalam kompetisi tingkat nasional. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi,” ungkapnya.

H. Yatiman juga menegaskan bahwa madrasah akan terus memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan bakat dan potensinya melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler.

“Prestasi akademik dan nonakademik harus berjalan beriringan. Kami ingin setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya. Pencak silat menjadi salah satu wadah untuk membangun karakter disiplin, percaya diri, tangguh, dan sportif,” imbuhnya.

Pembina pencak silat Madtsansa, Pratiwi Indah Pangesti, mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih keempat atlet. Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari proses latihan yang dilakukan secara konsisten.

“Alhamdulillah, empat atlet yang kami turunkan mampu membawa pulang empat medali. Satu emas dan tiga perak tentu menjadi hasil yang sangat membanggakan. Anak-anak sudah berusaha maksimal dan menunjukkan mental bertanding yang luar biasa,” tutur Pratiwi.

Ia berharap prestasi tersebut tidak membuat para atlet cepat berpuas diri. Evaluasi akan terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan teknik, fisik, strategi, maupun mental bertanding.

“Kejuaraan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak. Masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan. Target kami bukan hanya mempertahankan prestasi, tetapi juga mampu meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan berikutnya,” lanjutnya.

Salah satu peraih medali emas, Icha Nathania Valeria, mengaku bersyukur dapat memberikan hasil terbaik bagi Madtsansa. Ia menyebut dukungan dari pembina, madrasah, orang tua, dan teman-teman menjadi sumber motivasi selama mengikuti pertandingan.

“Alhamdulillah sangat senang dan bersyukur bisa meraih juara pertama. Hasil ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus berlatih dan tidak cepat puas. Saya juga berterima kasih kepada pembina, madrasah, orang tua, dan semua yang sudah memberikan dukungan,” ungkap Icha.

Hal senada disampaikan Ainun Faatin Kamiilah, Shakira Edgie Nayra, dan Fadhia Adilah Najwa yang berhasil membawa pulang medali perak. Ketiganya mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perjuangan tim pencak silat Madtsansa.

“Medali ini menjadi pengalaman dan motivasi bagi kami untuk berlatih lebih giat lagi. Semoga pada kejuaraan berikutnya kami bisa memberikan hasil yang lebih baik dan kembali membawa nama baik Madtsansa,” ungkap mereka.

Keberhasilan empat pendekar Madtsansa di Purbalingga Challenge Open Tingkat Nasional tersebut semakin menegaskan bahwa madrasah tidak hanya menjadi ruang tumbuh dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi tempat lahirnya generasi berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya juang tinggi.

Empat medali dari arena pencak silat Purbalingga menjadi bukti bahwa dengan latihan, disiplin, doa, dan keberanian untuk bertanding, para siswa Madtsansa mampu berdiri sejajar dan bersaing di tingkat nasional. (Fy)