Rilis Lomba Mading Kreatif 2026, Madtsansa Dorong Kelas Jadi Pojok Remaja yang Informatif dan Inspiratif

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) kembali menghadirkan inovasi kreatif dalam upaya menyukseskan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Provinsi Tahun 2026. Salah satu inovasi tersebut diwujudkan melalui Lomba Mading Kreatif 2026 bertajuk “Pojok Remaja Madtsansa” yang diperuntukkan bagi seluruh kelas di Madtsansa.

Informasi lomba secara resmi dirilis sebagai ajakan kepada seluruh siswa untuk menjadikan mading kelas bukan sekadar media pajangan, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang menyampaikan informasi penting seputar kesehatan, kependudukan, dan berbagai persoalan yang dekat dengan kehidupan remaja.

Melalui tema “Pojok Remaja Madtsansa”, setiap kelas ditantang untuk menampilkan kreativitas sekaligus kepedulian terhadap isu-isu remaja. Mading diharapkan mampu menjadi media komunikasi yang menarik, informatif, edukatif, serta mudah dipahami oleh warga madrasah.

Ketua Tim SSK Madtsansa, Hj. Asih Wijayanti, menyampaikan bahwa lomba mading merupakan bagian dari strategi madrasah dalam menghidupkan program SSK melalui kegiatan yang dekat dengan dunia siswa.

“Kami ingin konsep Sekolah Siaga Kependudukan tidak hanya berhenti pada program dan materi di dalam kelas, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan siswa. Mading menjadi salah satu media yang sangat efektif karena siswa dapat belajar sekaligus berkarya. Mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengolah dan menyampaikannya kembali kepada teman-temannya,” jelasnya.

Dalam lomba tersebut, setiap kelas diwajibkan menghadirkan enam konten utama. Pertama, quotes inspiratif mengenai bullying, menghargai perbedaan, dan pubertas. Kedua, poster edukatif bertema Isi Piringku dan anti-bullying. Ketiga, puisi yang mengangkat isu pernikahan dini dan penanggulangan seks pranikah.

Selanjutnya, siswa juga diwajibkan membuat cerpen yang mengupas bahaya NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif), artikel kesehatan mengenai anemia pada remaja, serta infografis interaktif yang menyajikan data kependudukan kelas, seperti jumlah siswa, hobi, usia, dan data relevan lainnya.

Koordinator Lomba Mading Kreatif, Yuliana Rahmanti, mengatakan bahwa kelengkapan konten tersebut diharapkan membuat mading setiap kelas memiliki karakter sekaligus nilai edukasi yang kuat.

“Kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada siswa untuk berkreasi. Bukan hanya bagus secara visual, tetapi isi mading juga harus memiliki pesan yang kuat. Enam konten wajib tersebut menjadi sarana agar siswa mengenal berbagai isu remaja, kesehatan, dan kependudukan dengan cara yang menyenangkan,” ungkap Yuliana.

Ia menambahkan, kreativitas kelas akan menjadi salah satu kekuatan dalam lomba. Siswa dapat mengemas informasi melalui perpaduan tulisan, ilustrasi, desain, data, maupun karya sastra sehingga mading benar-benar menjadi pusat informasi kecil di lingkungan kelas.

Antusiasme juga terlihat dari para wali kelas. Nabila Kirana, wali kelas 7B, menyambut positif pelaksanaan lomba tersebut karena dapat menjadi sarana kolaborasi antara wali kelas dan siswa.

“Lomba ini menarik karena anak-anak tidak hanya diminta membuat hiasan kelas. Mereka harus berpikir, mencari informasi, berdiskusi, kemudian mengemasnya menjadi karya. Bagi siswa kelas 7, ini menjadi pengalaman yang bagus untuk belajar bekerja sama dan berani menyampaikan gagasan,” tutur Nabila.

Hal senada disampaikan Amira, salah satu siswa kelas 9G. Menurutnya, mading memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pesan positif dengan cara yang kreatif.

“Kami tertarik karena temanya dekat dengan kehidupan remaja. Membuat mading juga bisa menjadi kegiatan bersama teman-teman. Semoga karya yang kami buat tidak hanya menarik dilihat, tetapi juga membuat siswa lain mendapatkan informasi dan pengetahuan baru,” ujar Amira.

Berdasarkan informasi yang dirilis panitia, batas akhir penyelesaian mading adalah 7 Agustus 2026, sedangkan penilaian akan dilaksanakan pada 8 Agustus 2026. Seluruh kelas diharapkan mempersiapkan karya terbaik dengan tetap memperhatikan ketepatan informasi, kreativitas, kerapian, kelengkapan konten, dan pesan edukatif yang disampaikan.

Lomba Mading Kreatif 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah nyata Madtsansa dalam menghadirkan inovasi SSK yang partisipatif dan berkelanjutan. Dengan mengusung semangat “Madingmu, Cerminan Cerdasmu!”, setiap kelas didorong menjadi Pojok Remaja Madtsansa yang mampu memberikan informasi, inspirasi, dan edukasi bagi seluruh warga madrasah.

Melalui kegiatan tersebut, kreativitas siswa tidak hanya menghasilkan karya visual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun generasi remaja yang sehat, berwawasan kependudukan, peduli terhadap sesama, serta mampu mengambil keputusan secara bijak untuk masa depan. (Lin)