
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) terus menguatkan implementasi program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui berbagai kegiatan pembiasaan positif bagi peserta didik. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Tahfiz Juz 30 yang diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 di Masjid Darul Ulum Madtsansa pada Jum’at (31/7).
Kegiatan Tahfiz Juz 30 menjadi salah satu agenda pembiasaan yang diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun karakter religius, disiplin, dan istiqamah. Suasana Masjid Darul Ulum pun dipenuhi lantunan ayat-ayat Al-Qur’an dari para siswa kelas 8 yang mengikuti kegiatan dengan tertib dan antusias.
Kegiatan tersebut dipandu oleh Ust. Fadhlie Ghifari Zaka Alhafidz sebagai pembimbing Tahfiz Juz 30 dan dikoordinasikan oleh Ma’arif Gunawan Alhafidz. Melalui pendampingan tersebut, siswa tidak hanya diarahkan untuk menghafalkan surah-surah dalam Juz 30, tetapi juga dibimbing agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan menjaga hafalan secara konsisten.
Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa kegiatan Tahfiz merupakan bagian penting dari upaya madrasah membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan nilai keagamaan yang kuat.
“Program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini kami harapkan tidak sekadar menjadi kegiatan yang dilakukan secara rutin, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan baik yang melekat pada diri siswa. Tahfiz Juz 30 menjadi salah satu sarana untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, melatih kedisiplinan, sekaligus membangun karakter religius peserta didik,” ungkapnya.
Menurutnya, pembiasaan membaca dan menghafalkan Al-Qur’an juga membutuhkan proses yang berkelanjutan. Karena itu, madrasah terus memberikan ruang kepada siswa untuk belajar, mengulang, dan menjaga hafalan mereka melalui kegiatan yang terarah.
Pembimbing Tahfiz Juz 30, Ust. Fadhlie Ghifari Zaka Alhafidz, menjelaskan bahwa kegiatan Tahfiz tidak hanya berorientasi pada bertambahnya jumlah hafalan siswa. Lebih dari itu, siswa diarahkan untuk memahami pentingnya menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
“Dalam Tahfiz, yang terpenting bukan hanya bagaimana siswa dapat menghafal, tetapi juga bagaimana mereka dapat menjaga hafalan tersebut. Karena itu, kami membiasakan siswa untuk terus murojaah dan membaca Al-Qur’an secara konsisten. Semoga dari kebiasaan ini tumbuh generasi yang dekat dengan Al-Qur’an,” jelasnya.
Senada, Koordinator Tahfiz Juz 30, Ma’arif Gunawan Alhafidz, menuturkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan secara bersama-sama di Masjid Darul Ulum memberikan suasana belajar yang berbeda bagi siswa.
“Kami berusaha menciptakan suasana Tahfiz yang menyenangkan dan membangun semangat siswa. Hafalan membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Dengan dilakukan bersama-sama, siswa dapat saling menyemangati dan termotivasi untuk terus meningkatkan hafalannya,” tuturnya.
Antusiasme juga terlihat dari para siswa kelas 8 yang mengikuti kegiatan. Alif, siswa kelas 8B, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Tahfiz bersama teman-temannya.
“Menurut saya kegiatan Tahfiz sangat bermanfaat karena bisa menambah hafalan sekaligus membuat kami lebih sering membaca Al-Qur’an. Kalau dilakukan bersama teman-teman, suasananya juga lebih semangat,” ujar Alif.
Hal senada disampaikan Atha, siswa kelas 8C. Ia berharap kegiatan Tahfiz dapat terus dilaksanakan secara rutin sehingga siswa semakin terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an.
“Saya senang mengikuti Tahfiz karena bisa belajar menghafal dan murojaah bersama. Semoga hafalan yang kami pelajari tidak hanya dihafal untuk kegiatan di madrasah, tetapi juga bisa kami jaga dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Atha.
Kegiatan Tahfiz Juz 30 di Masjid Darul Ulum menjadi bagian dari ikhtiar MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam menerjemahkan semangat Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ke dalam aktivitas nyata di lingkungan madrasah. Melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, disiplin, berkarakter, berprestasi, serta memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.
Dengan kolaborasi antara madrasah, pembimbing, koordinator, dan peserta didik, kegiatan Tahfiz Juz 30 diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi menjadi kebiasaan baik yang terus terbawa dalam kehidupan siswa, baik selama menempuh pendidikan di Madtsansa maupun setelah menyelesaikan pendidikan. (Fy)
