Tahfiz Juz 30 Perkuat Karakter Qurani, MTs Negeri 1 Banjarnegara Wujudkan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) terus menguatkan pembentukan karakter religius peserta didik melalui berbagai program pembiasaan positif. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Tahfiz Al-Qur’an sebagai implementasi Program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dilaksanakan pada Jumat (24/7) di Masjid Darul Ulum Madtsansa. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh murid kelas VII dengan penuh semangat dan kekhusyukan.

Sejak pagi, para siswa telah memenuhi masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan doa bersama, murojaah hafalan, kemudian dilanjutkan dengan setoran hafalan Al-Qur’an kepada para pembimbing. Suasana masjid tampak khidmat ketika para peserta bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan tartil, sementara para pembimbing memberikan bimbingan, koreksi makharijul huruf, tajwid, serta motivasi agar para siswa semakin mencintai Al-Qur’an.

Kegiatan Tahfiz menjadi salah satu program unggulan Madtsansa yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian hafalan, tetapi juga membangun kebiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an sebagai bekal pembentukan karakter generasi yang beriman, berakhlak mulia, disiplin, dan bertanggung jawab. Program ini sekaligus menjadi bagian nyata dari implementasi Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang menanamkan budaya positif dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.

Koordinator Bidang Keagamaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Abdul Majid, menjelaskan bahwa kegiatan Tahfiz merupakan ikhtiar madrasah dalam membentuk pribadi peserta didik yang memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an sejak dini.

“Program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat tidak hanya diwujudkan melalui pembiasaan disiplin, peduli, atau tanggung jawab, tetapi juga melalui pembiasaan spiritual. Tahfiz menjadi salah satu sarana terbaik untuk membangun karakter Qurani. Kami berharap anak-anak tidak sekadar mampu menghafal ayat, tetapi juga memahami makna dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Abdul Majid.

Ia menambahkan bahwa pembiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an secara rutin akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter, kedisiplinan, serta ketenangan belajar para siswa.

“Kami ingin menghadirkan lingkungan madrasah yang selalu dekat dengan Al-Qur’an. Ketika siswa terbiasa memulai hari dengan membaca dan menghafal Al-Qur’an, insyaallah akan tumbuh generasi yang santun, berintegritas, serta memiliki semangat belajar yang baik,” tambahnya.

Sementara itu, Pembimbing Tahfiz, Ust. Ma’arif Gunawan, mengapresiasi semangat para siswa kelas VII yang mengikuti kegiatan dengan antusias meskipun masih dalam masa awal beradaptasi sebagai warga Madtsansa.

“Anak-anak menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Banyak yang sudah berani menyetorkan hafalan dengan percaya diri. Memang masih ada yang perlu dibimbing dalam tajwid maupun kelancaran bacaan, tetapi semangat mereka luar biasa. Itu menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas hafalan ke depan,” tutur Ust. Ma’arif.

Menurutnya, proses menghafal Al-Qur’an bukan sekadar mengejar jumlah hafalan, melainkan melatih konsistensi dan kesabaran.

“Tahfiz mengajarkan istiqamah. Sedikit demi sedikit tetapi dilakukan secara rutin akan menghasilkan hafalan yang kuat. Kami terus memotivasi siswa agar tidak mudah menyerah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam kehidupan mereka,” jelasnya.

Antusiasme mengikuti kegiatan juga dirasakan oleh siswa kelas VII, Aurel. Ia mengaku senang dapat mengikuti program Tahfiz karena memperoleh pengalaman baru sekaligus motivasi untuk semakin rajin membaca Al-Qur’an.

“Awalnya saya merasa gugup saat menyetorkan hafalan, tetapi ustaz memberikan arahan dengan sabar sehingga saya menjadi lebih percaya diri. Saya ingin terus menambah hafalan dan belajar membaca Al-Qur’an dengan lebih baik,” ujar Aurel.

Hal senada disampaikan oleh Kafka, yang menilai kegiatan Tahfiz membuat dirinya semakin bersemangat datang ke madrasah setiap hari.

“Belajar menghafal bersama teman-teman terasa lebih menyenangkan. Kami saling menyemangati agar hafalan semakin lancar. Saya berharap bisa terus istiqamah mengikuti kegiatan ini dan suatu saat memiliki hafalan yang banyak,” katanya.

Melalui pelaksanaan Tahfiz sebagai bagian dari Program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Madtsansa berharap para peserta didik tumbuh menjadi pribadi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. (Fy)