
Banjarnegara — Dua siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa), Franto Fabian Ihza Al Fatih dan Raisa Kirana Maheswari, mengikuti Training Center (TC) III Jambore Madrasah Tsanawiyah Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang Banjarnegara selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (21–23/7), di Sanggar Pramuka Kwarcab Banjarnegara. Kegiatan ini menjadi tahap akhir pemantapan kemampuan sebelum para peserta diberangkatkan mewakili Kabupaten Banjarnegara pada Jambore Daerah Madrasah Tsanawiyah.
TC III diikuti oleh peserta terpilih dari berbagai MTs di Kabupaten Banjarnegara. Berdasarkan surat undangan Kwartir Cabang Banjarnegara, kegiatan ini bertujuan mempersiapkan kontingen secara teknis maupun mental agar siap mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dan aktivitas Jambore Daerah. Selama tiga hari, peserta mendapatkan pelatihan intensif mulai dari scouting skills, pioneering, semaphore dance, pertolongan pertama, sandi, kompas dan peta lapangan, hasta karya, LCTP, khitobah, pentas seni, yel-yel, PBB bertongkat, hingga penguatan karakter kepemimpinan dan disiplin.
Pembina Pramuka Madtsansa, Ikhsanudin, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Franto dan Raisa merupakan hasil proses pembinaan yang panjang di gugus depan Madtsansa. Menurutnya, TC III menjadi momentum penting untuk menyatukan kemampuan seluruh anggota kontingen Banjarnegara sekaligus mengasah kesiapan mereka menghadapi tantangan di Jambore Daerah.
“Training Center III bukan sekadar latihan teknis, tetapi juga pembentukan karakter, kedisiplinan, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan. Kami berharap Franto dan Raisa mampu menyerap seluruh materi dengan maksimal sehingga dapat tampil percaya diri dan memberikan kontribusi terbaik bagi kontingen Banjarnegara,” ujar Ikhsanudin.
Ia menambahkan, Madtsansa terus memberikan dukungan penuh kepada kedua peserta, baik melalui pembinaan rutin maupun motivasi agar mereka tetap menjaga kesehatan, semangat belajar, dan kekompakan selama mengikuti seluruh tahapan persiapan.
Senada dengan itu, Pembina Pramuka Madtsansa Yuliana Rahmanti menilai materi yang diberikan pada TC III sangat lengkap dan relevan dengan kebutuhan peserta jambore. Menurutnya, selain meningkatkan keterampilan kepramukaan, kegiatan tersebut juga melatih peserta untuk mampu beradaptasi, berpikir cepat, dan menyelesaikan persoalan secara kolaboratif.
“Seluruh materi dirancang agar peserta benar-benar siap ketika berada di arena jambore. Mereka tidak hanya dituntut menguasai teknik kepramukaan, tetapi juga mampu bekerja dalam tim, berkomunikasi dengan baik, serta menunjukkan sikap disiplin dan bertanggung jawab. Kami optimistis Franto dan Raisa dapat mengikuti setiap sesi dengan baik,” tutur Yuliana.
Selama mengikuti TC III, para peserta juga menjalani kehidupan perkemahan secara penuh. Mereka melaksanakan apel pagi dan sore, ibadah berjamaah, refleksi malam, hingga praktik mendirikan tenda serta pengelolaan perlengkapan perkemahan. Pola kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembentukan karakter mandiri dan tangguh yang menjadi ciri khas pendidikan kepramukaan.
Franto Fabian Ihza Al Fatih mengaku bersyukur memperoleh kesempatan menjadi bagian dari kontingen Banjarnegara. Ia merasakan bahwa latihan pada TC III jauh lebih intensif dibandingkan sebelumnya sehingga mampu meningkatkan kemampuan sekaligus rasa percaya dirinya.
“Banyak pengalaman baru yang saya dapatkan selama TC III. Kami berlatih hampir sepanjang hari, saling belajar dengan peserta dari madrasah lain, dan terus memperbaiki kemampuan di setiap materi. Saya ingin memberikan penampilan terbaik saat Jambore Daerah nanti dan membawa nama baik Madtsansa,” ungkap Franto.
Hal senada disampaikan Raisa Kirana Maheswari. Ia mengatakan bahwa setiap sesi pelatihan memberikan tantangan sekaligus pengalaman berharga yang memperkuat mental dan kekompakan peserta.
“Saya merasa lebih siap setelah mengikuti TC III. Selain belajar keterampilan kepramukaan, kami juga dilatih untuk disiplin, saling membantu, dan bertanggung jawab. Semoga seluruh usaha selama latihan ini dapat membuahkan hasil terbaik pada pelaksanaan Jambore Daerah nanti,” ujar Raisa.
Dengan berakhirnya Training Center III, kedua peserta Madtsansa diharapkan telah memiliki kesiapan fisik, mental, keterampilan, dan semangat juang yang semakin matang. Bekal tersebut menjadi modal penting untuk tampil optimal bersama kontingen Kabupaten Banjarnegara sekaligus mengharumkan nama MTs Negeri 1 Banjarnegara pada ajang Jambore Daerah Madrasah Tsanawiyah Tahun 2026. (Lin)
