
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlak mulia melalui pelaksanaan kegiatan Halaqah Tahfiz Al-Qur’an. Kegiatan rutin tersebut kembali dilaksanakan pada Rabu (22/7) di Masjid Darul Ulum Madtsansa, diikuti oleh seluruh siswa kelas unggulan Tahfiz kelas 7C, 8C, dan 9C sejak pukul 06.30 hingga 07.55 WIB.
Halaqah Tahfiz menjadi agenda pembiasaan yang dilaksanakan setiap hari Senin hingga Kamis sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Pada tahun ajaran 2026/2027 ini, program unggulan tersebut semakin diperkuat dengan pendampingan oleh hampir 10 orang hafidz dan hafidzah yang membimbing para peserta didik secara intensif dalam proses murojaah, setoran hafalan, serta perbaikan bacaan Al-Qur’an.
Kegiatan diawali dengan salat Duha berjamaah yang dilaksanakan di Masjid Darul Ulum. Setelah itu, para siswa membentuk kelompok-kelompok halaqah sesuai pembimbing masing-masing. Dalam suasana yang tenang dan penuh kekhusyukan, setiap siswa bergantian menyetorkan hafalan Al-Qur’an, sementara pembimbing memberikan koreksi terhadap makharijul huruf, tajwid, kelancaran hafalan, sekaligus motivasi agar para siswa terus meningkatkan kualitas hafalannya.
Suasana masjid yang kondusif menjadikan proses halaqah berlangsung dengan nyaman. Para pembimbing tidak hanya menilai capaian hafalan, tetapi juga memberikan pendampingan secara personal sesuai kemampuan masing-masing peserta didik. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun kedisiplinan dalam menjaga hafalan.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa program kelas unggulan Tahfiz merupakan salah satu identitas sekaligus kebanggaan Madtsansa dalam menyiapkan generasi Qurani yang mampu bersaing di era global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
“Halaqah Tahfiz bukan sekadar kegiatan menghafal Al-Qur’an, tetapi merupakan proses pembentukan karakter. Kami ingin peserta didik memiliki kedisiplinan, akhlak yang baik, kecintaan kepada Al-Qur’an, serta mampu mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Dengan pendampingan para hafidz dan hafidzah yang kompeten, kami optimistis kualitas lulusan kelas Tahfiz akan semakin meningkat,” tutur H. Yatiman.
Sementara itu, Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub Alhafidz, menjelaskan bahwa pada tahun ajaran baru ini sistem pembinaan semakin dimaksimalkan agar perkembangan hafalan siswa dapat dipantau secara lebih efektif.
“Tahun ini kami memperkuat pembinaan dengan hampir sepuluh orang pembimbing hafidz dan hafidzah. Setiap kelompok mendapatkan perhatian yang lebih intensif sehingga target hafalan, kualitas bacaan, hingga murojaah dapat berjalan secara seimbang. Harapannya, siswa tidak hanya cepat menambah hafalan, tetapi juga mampu menjaga hafalan yang telah dimiliki,” jelasnya.
Menurutnya, pembagian kelompok yang lebih proporsional membuat interaksi antara pembimbing dan siswa menjadi lebih efektif. Dengan demikian, setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang cukup untuk menyetorkan hafalan sekaligus mendapatkan evaluasi secara langsung.
Salah satu pembimbing halaqah, Ma’arif Gunawan Alhafidz, menambahkan bahwa konsistensi menjadi kunci utama keberhasilan seorang penghafal Al-Qur’an. Oleh karena itu, para siswa terus didorong agar menjaga rutinitas murojaah setiap hari.
“Menghafal Al-Qur’an membutuhkan istiqamah. Setiap hari kami membimbing siswa agar tidak hanya fokus menambah hafalan, tetapi juga memperkuat hafalan lama melalui murojaah. Kami juga berusaha membangun suasana halaqah yang nyaman sehingga siswa lebih semangat dan percaya diri ketika menyetorkan hafalannya,” ungkap Ma’arif Gunawan Alhafidz.
Antusiasme siswa pun tampak selama kegiatan berlangsung. Salah satu siswa kelas Tahfiz, Naufal, mengaku merasa lebih termotivasi karena mendapatkan pendampingan yang intensif dari para pembimbing.
“Dengan adanya pembagian kelompok yang lebih kecil, kami jadi lebih fokus saat menyetor hafalan. Pembimbing juga memberikan arahan dan motivasi sehingga kami semakin semangat untuk menambah hafalan setiap hari,” katanya.
Hal senada disampaikan oleh Atha, yang merasakan manfaat besar dari kegiatan halaqah sebelum pelajaran dimulai.
“Saya senang karena setiap pagi diawali dengan salat Duha dan menghafal Al-Qur’an. Rasanya hati menjadi lebih tenang sebelum belajar. Semoga kami bisa terus istiqamah hingga mencapai target hafalan yang telah ditentukan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan Halaqah Tahfiz yang berlangsung secara rutin dan berkesinambungan, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus meneguhkan komitmennya sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi insan Qurani yang membawa manfaat bagi masyarakat, sejalan dengan visi Madtsansa sebagai Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia. (Fy)
