Inovatif! Guru Matematika MTs Negeri 1 Banjarnegara Manfaatkan Gemini Canvas Google Workspace untuk Pembelajaran SPLDV Berbasis AI

Banjarnegara — Transformasi digital dalam dunia pendidikan terus diwujudkan oleh MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) melalui implementasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Salah satu inovasi tersebut tampak dalam kegiatan pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru matematika Madtsansa, Linara, dengan memanfaatkan akun Google Workspace for Education (GWS) sebagai bagian dari tindak lanjut pengimbasan GEMA AI (Gerakan Guru Madrasah Akrab AI).

Kegiatan pembelajaran berlangsung pada Selasa (21/7) di kelas 9E. Pada kesempatan tersebut, Linara memanfaatkan fitur Canvas pada Gemini AI untuk merancang sebuah aplikasi pembelajaran interaktif mengenai materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Aplikasi yang dikembangkan secara mandiri tersebut kemudian digunakan oleh para siswa sebagai media belajar dalam kegiatan pembelajaran kelompok.

Melalui aplikasi berbasis AI tersebut, siswa dapat mempelajari konsep SPLDV secara lebih menarik, mulai dari memahami materi, mengamati contoh soal, berlatih menyelesaikan persoalan, hingga memperoleh umpan balik secara langsung. Pembelajaran berlangsung aktif karena setiap kelompok berdiskusi untuk menyelesaikan tantangan yang tersedia pada aplikasi, sementara guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi.

Suasana kelas tampak hidup. Para siswa terlihat antusias mengeksplorasi setiap fitur yang tersedia pada aplikasi pembelajaran. Kehadiran teknologi AI tidak menggantikan peran guru, melainkan menjadi sarana yang memperkaya pengalaman belajar sehingga siswa dapat memahami konsep matematika secara lebih mendalam dan menyenangkan.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, mengapresiasi inovasi yang dilakukan dalam pembelajaran tersebut. Menurutnya, pemanfaatan Google Workspace dan Gemini AI merupakan bentuk nyata implementasi pengembangan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Penggunaan Google Workspace for Education yang dipadukan dengan fitur Canvas pada Gemini AI menunjukkan bahwa guru Madtsansa terus berkembang mengikuti kemajuan zaman. GEMA AI bukan hanya sebatas pelatihan, tetapi harus diwujudkan dalam praktik nyata di ruang kelas. Inovasi seperti ini mampu menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, sekaligus menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” ungkap Hj. Yuniyati.

Ia berharap semakin banyak guru yang memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik saat ini.

Sementara itu, Linara menjelaskan bahwa pemanfaatan fitur Canvas pada Gemini AI memberikan kemudahan bagi guru dalam merancang media pembelajaran yang interaktif tanpa harus memiliki kemampuan pemrograman yang kompleks. Menurutnya, AI dapat menjadi mitra guru untuk menghasilkan pembelajaran yang lebih efektif apabila dimanfaatkan secara bijaksana.

“Canvas pada Gemini AI sangat membantu saya dalam membuat aplikasi pembelajaran matematika yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Materi SPLDV sering dianggap sulit karena memerlukan kemampuan berpikir logis dan sistematis. Dengan aplikasi ini, siswa dapat belajar melalui visualisasi, latihan interaktif, dan diskusi kelompok sehingga mereka lebih mudah memahami konsep yang dipelajari. Ini juga menjadi implementasi nyata hasil pengimbasan GEMA AI yang kami ikuti,” tutur Linara.

Ia menambahkan bahwa penggunaan AI bukan bertujuan menggantikan proses pembelajaran konvensional, melainkan memperkuat peran guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna.

Antusiasme juga dirasakan oleh para siswa kelas 9E. Salah seorang siswa, Arya, mengaku pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dibandingkan biasanya.

“Belajar menggunakan aplikasi yang dibuat Bu Linara membuat kami lebih semangat. Soalnya bisa langsung dikerjakan bersama kelompok dan kalau ada yang salah kami bisa langsung mengetahui letak kesalahannya. Jadi belajar SPLDV terasa lebih mudah dipahami,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Naira, yang merasa penggunaan teknologi AI membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.

“Biasanya kalau belajar SPLDV hanya melihat buku atau papan tulis, tetapi kali ini kami bisa mencoba langsung melalui aplikasi. Tampilannya menarik dan membuat kami lebih aktif berdiskusi dengan teman satu kelompok. Saya berharap pembelajaran seperti ini bisa sering dilakukan,” katanya.

Pemanfaatan Google Workspace for Education melalui fitur Canvas pada Gemini AI menjadi salah satu bukti bahwa MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berkomitmen membangun budaya pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan era digital. Melalui implementasi GEMA AI, para guru didorong untuk tidak hanya mengenal teknologi kecerdasan buatan, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dalam proses pembelajaran sehingga memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi peserta didik.

Langkah inovatif tersebut sekaligus menegaskan komitmen Madtsansa dalam mewujudkan madrasah yang adaptif terhadap transformasi pendidikan abad ke-21, dengan tetap menempatkan guru sebagai penggerak utama pembelajaran dan teknologi sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan. (Fy)