
Banjarnegara — Empat guru MTs Negeri 1 Banjarnegara mendapat kepercayaan untuk menjadi juri dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Ibtidaiyah (Porseni MI) Tingkat Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026. Kepercayaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kompetensi dan profesionalisme guru Madtsansa dalam bidang keagamaan, seni, dan literasi.
Kegiatan Porseni MI Tingkat Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026 diselenggarakan pada Rabu (30/9) di MI Al Falah Joyokusumo, Parakancanggah, Banjarnegara. Ajang ini menjadi wadah bagi peserta didik madrasah ibtidaiyah untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, serta potensi terbaik mereka melalui berbagai cabang perlombaan olahraga dan seni.
Keempat guru MTs Negeri 1 Banjarnegara yang dipercaya menjadi juri tersebut adalah Hj. Umi Mahmudah sebagai salah satu juri cabang Tilawah Putri, Hj. Amri Inayati sebagai salah satu juri cabang Hadroh, Linara sebagai salah satu juri cabang Pidato Bahasa Indonesia Putra, serta Ma’arif Gunawan Alhafidz sebagai salah satu juri cabang Tahfiz Putra.
Keterlibatan mereka dalam kegiatan tingkat kabupaten ini merupakan kesempatan untuk berkontribusi dalam menjaga kualitas penyelenggaraan perlombaan sekaligus mendukung pengembangan bakat dan potensi peserta didik madrasah sejak jenjang ibtidaiyah.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada empat guru Madtsansa tersebut. Menurutnya, penugasan sebagai juri merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan menjunjung tinggi objektivitas.
Ia berharap keterlibatan para guru dapat memberikan kontribusi positif bagi penyelenggaraan Porseni MI, sekaligus memperkuat hubungan dan sinergi antarmadrasah di Kabupaten Banjarnegara.
“Kepercayaan ini merupakan bentuk penghargaan terhadap kompetensi guru MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kami berharap amanah tersebut dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan integritas. Semoga keikutsertaan guru-guru kami juga semakin mempererat kolaborasi antarmadrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan,” ungkapnya.
Hj. Umi Mahmudah yang bertugas sebagai salah satu juri Tilawah Putri menyampaikan bahwa penilaian dalam cabang tilawah membutuhkan ketelitian dan pemahaman terhadap aspek-aspek yang menjadi kriteria perlombaan. Selain memperhatikan kemampuan peserta dalam melantunkan ayat suci Al-Qur’an, penilaian juga harus dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia berharap perlombaan tersebut dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mengembangkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik.
Senada dengan hal tersebut, Hj. Amri Inayati yang dipercaya menjadi salah satu juri Hadroh menyampaikan bahwa cabang seni hadroh memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, kekompakan, dan kecintaan terhadap seni Islami. Menurutnya, penilaian perlu dilakukan secara cermat dengan memperhatikan kriteria yang telah ditetapkan panitia agar setiap peserta memperoleh penilaian secara adil.
Sementara itu, Linara, salah satu juri Pidato Bahasa Indonesia Putra, menilai bahwa lomba pidato menjadi kesempatan penting bagi peserta didik untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, mengembangkan kemampuan berbahasa, serta menyampaikan gagasan secara runtut dan meyakinkan.
Ia berharap pengalaman mengikuti perlombaan dapat mendorong peserta didik semakin percaya diri dalam mengasah keterampilan komunikasi dan literasi. Penilaian, lanjutnya, perlu memperhatikan aspek kebahasaan, isi pidato, penyampaian, dan kesesuaian dengan ketentuan lomba.
Ma’arif Gunawan Alhafidz, yang bertugas sebagai salah satu juri Tahfiz Putra, menyampaikan bahwa kompetisi tahfiz tidak hanya menjadi ajang untuk mengukur kemampuan hafalan peserta, tetapi juga mendorong pembiasaan berinteraksi dengan Al-Qur’an. Ketelitian dalam menyimak hafalan dan penerapan kriteria penilaian menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai juri.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memotivasi para peserta untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua panitia Porseni MI Tingkat Kabupaten Banjarnegara Tahun 2026, Suharno, menyampaikan bahwa keterlibatan para juri yang kompeten menjadi salah satu unsur penting dalam mendukung kelancaran dan kredibilitas penyelenggaraan perlombaan. Penunjukan juri dari berbagai latar belakang kompetensi diharapkan dapat memastikan setiap cabang lomba berlangsung dengan tertib dan penilaian dilaksanakan sesuai ketentuan.
Kepercayaan kepada empat guru MTs Negeri 1 Banjarnegara tersebut menjadi bukti kontribusi tenaga pendidik madrasah dalam mendukung kegiatan pendidikan di tingkat kabupaten. Melalui peran sebagai juri, para guru tidak hanya menjalankan tugas penilaian, tetapi juga ikut mendorong lahirnya generasi madrasah yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, seni, serta nilai-nilai Al-Qur’an.
Partisipasi ini diharapkan semakin memperkuat peran Madtsansa dalam membangun kolaborasi pendidikan dan meningkatkan kualitas madrasah di Kabupaten Banjarnegara. (Fy)
