
Banjarnegara, 23 September 2026 — Semangat membangun generasi yang disiplin, mandiri, sehat, dan berkarakter positif resmi dimulai di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Kegiatan Kokurikuler Gendis Manis (Gerakan Nyata Disiplin, Mandiri, dan Bernilai Positif) dibuka melalui upacara pembukaan yang berlangsung di lapangan indoor Madtsansa, Rabu (23/9).
Upacara pembukaan dipandu oleh Rahma Ayu Arina Putri dan diikuti oleh murid kelas VII, VIII, dan IX beserta para guru serta tim kokurikuler. Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus secara resmi membuka rangkaian kegiatan kokurikuler yang dirancang berlangsung selama tujuh hari.
Dalam amanatnya, H. Yatiman menegaskan bahwa Gendis Manis bukan sekadar kegiatan tambahan dalam proses pembelajaran, melainkan sarana untuk membangun kebiasaan positif yang diharapkan melekat dalam kehidupan sehari-hari murid.
“Disiplin itu bukan karena takut kepada guru, bukan pula karena takut mendapatkan hukuman. Disiplin yang sesungguhnya tumbuh dari kesadaran diri. Melalui Gendis Manis, anak-anak kita belajar untuk mampu mengatur waktu, merespons instruksi dengan cepat, bertanggung jawab, dan menghargai diri sendiri maupun orang lain,” tutur H. Yatiman.
Menurutnya, pembiasaan disiplin harus dilakukan melalui pengalaman nyata. Karena itu, kegiatan Gendis Manis dirancang dengan memadukan berbagai aktivitas yang melibatkan Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, PJOK, dan Akidah Akhlak. Modul kegiatan juga menempatkan kemandirian dan kewargaan sebagai dimensi profil lulusan yang dikembangkan, serta mengintegrasikan nilai Cinta Diri dan Sesama Manusia serta Cinta Tanah Air.
Ketua pelaksana Kokurikuler Gendis Manis, Novia Fajriati Alqomar, S.Pd.Bio, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar murid tidak hanya memahami konsep disiplin positif, tetapi mampu menerapkannya dalam berbagai situasi.
“Gendis Manis kami desain dengan pendekatan yang kolaboratif dan kontekstual. Anak-anak tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga diajak berdiskusi, berlatih, bekerja dalam kelompok, membuat konten edukasi, melakukan refleksi, dan membangun komitmen pribadi tentang kedisiplinan,” jelas Novia.
Ia menambahkan, rangkaian kegiatan akan diisi dengan pengenalan materi disiplin positif, Cek Kesehatan Gratis (CKG), aktivitas kelompok, latihan baris-berbaris, pembuatan video konten tentang praktik disiplin, hingga self-assessment. Seluruh aktivitas tersebut diarahkan agar murid semakin memahami bahwa disiplin merupakan bentuk penghargaan terhadap diri sendiri dan sesama.
Salah seorang peserta, Raisa, murid kelas 7A Unggulan Riset, mengaku antusias mengikuti pembukaan Gendis Manis. Baginya, kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru untuk belajar disiplin melalui kegiatan yang lebih nyata dan menyenangkan.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya membuat kami lebih disiplin saat berada di madrasah, tetapi juga membiasakan kami untuk tepat waktu dan bertanggung jawab dalam kegiatan sehari-hari. Saya juga tertarik dengan kegiatan kelompok dan pembuatan video karena kami bisa belajar sambil bekerja sama dengan teman,” ungkap Raisa.
Hal senada disampaikan Angge, murid kelas 9F. Menurutnya, kedisiplinan sangat berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk menghargai waktu dan orang lain.
“Kadang-kadang hal kecil seperti terlambat datang atau lambat ketika mendapat instruksi bisa mengganggu kegiatan bersama. Melalui Gendis Manis, saya ingin belajar menjadi lebih sigap dan tidak menunda-nunda,” ujar Angge.
Dalam modulnya, Gendis Manis memang diarahkan untuk membangun kemampuan murid dalam memahami dan menerapkan disiplin positif secara sadar, mandiri, serta bertanggung jawab. Murid juga diarahkan untuk mampu mengelola waktu, mempersiapkan diri, merespons instruksi dengan cepat dan tepat, menaati aturan, serta berkontribusi menciptakan ketertiban sebagai warga madrasah.
Pembukaan Gendis Manis menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan yang akan berlangsung hingga 30 September 2026. Selama kegiatan, murid akan mendapatkan pengalaman belajar yang beragam, mulai dari pembiasaan tadarus, latihan PBB, aktivitas kelompok, CKG, pembuatan konten edukasi disiplin, hingga refleksi dan komitmen pribadi.
Melalui Gendis Manis, Madtsansa berupaya menanamkan bahwa disiplin bukan sekadar aturan yang harus dipatuhi, melainkan nilai yang tumbuh dari kesadaran, tanggung jawab, kepedulian, dan penghargaan terhadap diri sendiri maupun orang lain. (Fy)
