
Banjarnegara — Ketua PGRI Ranting MTs Negeri 1 Banjarnegara, Novia Fajriati Alqomar, turut ambil bagian dalam upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Banjarnegara yang dilaksanakan pada Senin (17/8/2026) di Alun-alun Banjarnegara.
Dalam kegiatan tersebut, Novia bergabung bersama Pasukan PGRI Cabang Banjarnegara yang menjadi bagian dari peserta upacara pengibaran bendera Merah Putih. Para anggota pasukan mengenakan Batik PGRI Kusuma Bangsa sebagai bentuk identitas dan kebersamaan keluarga besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Keikutsertaan Novia dalam upacara tingkat kabupaten menjadi salah satu bentuk partisipasi aktif keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam memperingati momentum kemerdekaan sekaligus memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan pengabdian sebagai pendidik.
Berdasarkan surat Pengurus Kabupaten PGRI Banjarnegara Nomor 074/Org/JTE/33.04/XXIII/2026 tanggal 13 Agustus 2026, PGRI Cabang Banjarnegara, Madukara, dan Pagedongan masing-masing mengirimkan satu peleton yang terdiri atas 31 personel untuk mengikuti upacara pengibaran bendera. Secara keseluruhan, terdapat 93 personel atau tiga peleton yang ditugaskan dalam upacara pengibaran tersebut. Upacara dilaksanakan mulai pukul 07.00 WIB di Alun-alun Banjarnegara.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengapresiasi keikutsertaan Novia sebagai representasi keluarga besar Madtsansa dalam upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat kabupaten.
“Keikutsertaan Ibu Novia dalam pasukan PGRI Cabang Banjarnegara merupakan bentuk nyata kontribusi guru dan tenaga pendidik dalam mengisi kemerdekaan. Semangat mengikuti upacara bukan sekadar menjalankan kewajiban, tetapi juga menjadi bagian dari keteladanan dalam menanamkan nilai nasionalisme kepada para siswa,” ungkapnya.
Menurut H. Yatiman, guru memiliki posisi strategis dalam menanamkan semangat cinta tanah air kepada generasi muda. Karena itu, keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan kebangsaan diharapkan dapat menjadi teladan bagi peserta didik.
Sementara itu, Novia Fajriati Alqomar mengungkapkan rasa bangga sekaligus syukur karena dapat menjadi bagian dari Pasukan PGRI Cabang Banjarnegara dalam momentum bersejarah tersebut.
“Bagi saya, mengikuti upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bersama keluarga besar PGRI merupakan sebuah kehormatan. Ini menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus menguatkan kembali komitmen sebagai guru untuk terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa,” tutur Novia.
Novia menambahkan bahwa semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata di lingkungan pendidikan. Guru, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk terus mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
Ketua PGRI Cabang Banjarnegara, Teguh Riyanto, menyampaikan bahwa keterlibatan para guru dalam upacara HUT Kemerdekaan merupakan wujud penghormatan kepada para pejuang sekaligus refleksi atas peran strategis guru dalam pembangunan bangsa.
“PGRI ingin menunjukkan bahwa guru tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Momentum kemerdekaan ini harus menjadi pengingat bagi seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas pengabdian,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Yuniyati, guru Matematika MTs Negeri 1 Banjarnegara sekaligus pengurus PGRI Kabupaten Banjarnegara, menilai keikutsertaan guru dalam upacara menjadi sarana memperkuat rasa kebersamaan antaranggota PGRI.
“Ketika guru dari berbagai satuan pendidikan berkumpul dalam satu barisan, kita merasakan bahwa profesi pendidik memiliki semangat dan tujuan yang sama. Semangat itu adalah memberikan kontribusi terbaik bagi pendidikan dan kemajuan bangsa,” ujarnya.
Keikutsertaan Novia bersama Pasukan PGRI Cabang Banjarnegara pun menjadi bagian dari semangat keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk terus menghidupkan nilai-nilai nasionalisme. Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diharapkan tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh warga madrasah dalam berkarya, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta bangsa Indonesia. (Lin)
