Tes Kenaikan Hafalan Al-Qur’an, Kelas Unggulan Tahfiz Madtsansa Perkuat Kualitas dan Istiqamah Hafalan

Banjarnegara — Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali melaksanakan Tes Kenaikan Hafalan Al-Qur’an pada Kamis (6/8). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Darul Ulum Madtsansa tersebut menjadi salah satu agenda evaluasi untuk mengukur perkembangan capaian hafalan sekaligus memastikan kualitas bacaan Al-Qur’an para siswa.

Tes kenaikan hafalan ini diikuti oleh siswa Kelas Unggulan Tahfiz dengan mekanisme penyimakan hafalan secara langsung. Dalam kegiatan tersebut, siswa menyetorkan hafalan yang telah dipersiapkan untuk kemudian diuji dari aspek kelancaran, ketepatan bacaan, penerapan kaidah tajwid, serta kesiapan untuk melanjutkan hafalan pada target berikutnya.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara, Khoerul Mahbub Alhafidz. Menurutnya, tes kenaikan hafalan bukan sekadar kegiatan untuk mengetahui jumlah hafalan yang telah dikuasai siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga kualitas hafalan agar tetap baik dan terpelihara.

“Tes kenaikan hafalan ini menjadi bagian penting dari proses pembinaan siswa Tahfiz. Kami tidak hanya melihat seberapa banyak ayat yang mampu dihafalkan, tetapi juga memperhatikan kelancaran, ketepatan tajwid, makhraj, dan kemampuan siswa dalam menjaga hafalannya melalui murojaah,” ujar Khoerul Mahbub.

Ia menambahkan bahwa kemampuan menghafal Al-Qur’an membutuhkan proses yang konsisten. Karena itu, siswa didorong untuk tidak menjadikan target hafalan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Hafalan yang telah diperoleh harus terus diulang agar semakin kuat dan tidak mudah terlupakan.

“Target memang penting, tetapi yang lebih penting adalah istiqamah. Anak-anak harus memiliki kebiasaan murojaah dan menjaga hafalan yang sudah diperoleh. Dengan begitu, hafalan tidak berhenti pada saat tes, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan mereka sehari-hari,” lanjutnya.

Pelaksanaan tes juga memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa. Mereka dituntut untuk mempersiapkan hafalan secara sungguh-sungguh sebelum mengikuti penyimakan. Suasana Masjid Darul Ulum menjadi ruang yang mendukung proses tersebut. Para siswa tampak menyimak dan mempersiapkan hafalan masing-masing, sementara sebagian lainnya mengikuti proses murojaah bersama.

Salah seorang siswa Kelas Unggulan Tahfiz, Benita dari kelas 8C, mengaku bahwa persiapan menghadapi tes membuat dirinya semakin termotivasi untuk memperkuat hafalan.

“Menjelang tes saya lebih banyak melakukan murojaah supaya hafalan yang akan disetorkan benar-benar lancar. Kadang ada bagian yang terasa mudah, tetapi ada juga yang harus diulang berkali-kali. Dari tes ini saya belajar untuk lebih teliti dan tidak hanya mengejar banyaknya hafalan,” ungkap Benita.

Menurut Benita, kegiatan penyetoran hafalan juga membantunya mengetahui bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki. Ia berharap dapat terus meningkatkan hafalan sekaligus menjaga bacaan agar semakin baik.

Hal senada disampaikan Jundi, siswa kelas 9C. Sebagai siswa kelas akhir, Jundi memandang kegiatan tes kenaikan hafalan sebagai bagian penting dalam menjaga konsistensi selama mengikuti program Tahfiz di Madtsansa.

“Bagi saya, tes hafalan menjadi pengingat supaya tidak hanya menambah hafalan, tetapi juga menjaga hafalan lama. Kalau jarang murojaah, hafalan bisa berkurang kelancarannya. Karena itu, saya berusaha membagi waktu antara menambah hafalan baru dan mengulang hafalan sebelumnya,” tutur Jundi.

Ia berharap proses pembinaan Tahfiz di MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat terus memberikan motivasi kepada siswa untuk mencintai Al-Qur’an. Baginya, keberhasilan menghafal bukan hanya ditentukan oleh banyaknya ayat yang dikuasai, tetapi juga oleh kesungguhan dalam menjaga dan mengamalkannya.

Tes Kenaikan Hafalan Al-Qur’an tersebut diharapkan mampu menjadi bagian dari evaluasi yang berkelanjutan dalam program Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diarahkan untuk mencapai target hafalan, tetapi juga membangun karakter disiplin, sabar, teliti, bertanggung jawab, dan istiqamah dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.

Dengan pembinaan yang terarah serta dukungan dari madrasah, para siswa Kelas Unggulan Tahfiz diharapkan mampu meningkatkan kualitas hafalan dari waktu ke waktu. Lebih dari sekadar pencapaian akademik, hafalan Al-Qur’an diharapkan menjadi bekal spiritual yang tumbuh bersama karakter dan kepribadian siswa dalam kehidupan sehari-hari. (Fy)