
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali memperkuat sinergi bersama orang tua/wali murid melalui kegiatan Sosialisasi Program Kelas Unggulan Tahfiz Tahun Ajaran 2026/2027, Selasa (11/8). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Darul Ulum Madtsansa tersebut diikuti oleh seluruh orang tua/wali murid dari tiga jenjang Kelas Unggulan Tahfiz, yakni kelas VII, VIII, dan IX.
Kegiatan menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi perjalanan hafalan Al-Qur’an para peserta didik selama menempuh pendidikan di Madtsansa. Kelas Tahfiz sendiri merupakan salah satu program unggulan MTs Negeri 1 Banjarnegara yang telah berjalan sejak Tahun Ajaran 2019/2020 dengan orientasi membimbing siswa menghafal Al-Qur’an secara terstruktur selama tiga tahun.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman. Dalam arahannya, H. Yatiman menegaskan bahwa program Tahfiz bukan semata-mata mengejar capaian jumlah hafalan, tetapi juga membangun karakter dan akhlak peserta didik.
“Program Tahfiz harus menjadi ikhtiar bersama untuk membentuk generasi yang tidak hanya mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Karena itu, keberhasilan program ini membutuhkan sinergi yang kuat antara madrasah, pembimbing, peserta didik, dan orang tua,” ungkapnya.
Hal tersebut sejalan dengan visi program Tahfiz Madtsansa yang diarahkan untuk membentuk generasi penghafal Al-Qur’an yang berakhlakul karimah, Islami, cerdas, peduli, dan berbudaya lingkungan. Motto yang diusung pun sangat kuat, yakni “Lisan Membaca, Hati Menjaga, Perilaku Meneladani.”
Pengurus Komite Madtsansa, Rosikhun, kemudian memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para orang tua. Ia mengajak orang tua untuk tidak hanya menyerahkan proses pendidikan Tahfiz kepada madrasah, tetapi ikut mengambil peran dalam menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung hafalan dan pembiasaan Al-Qur’an.
“Anak-anak membutuhkan dukungan yang konsisten. Ketika madrasah memberikan program, pembimbing memberikan pendampingan, maka keluarga menjadi tempat utama untuk menjaga semangat dan kebiasaan mereka. Mari kita jadikan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan keluarga, bukan sekadar target sekolah,” tuturnya.
Selanjutnya, Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz Madtsansa, Khoerul Mahbub Alhafidz, memaparkan secara rinci program Tahfiz yang akan dilaksanakan. Paparan mencakup target hafalan, metode pembelajaran, pola halaqah, evaluasi, hingga berbagai program pendukung.
Dalam masterplan program, target hafalan disusun secara bertahap. Peserta didik kelas VII diarahkan mencapai dua juz melalui program semester, kelas VIII melanjutkan hafalan dua juz berikutnya, sedangkan kelas IX menyelesaikan satu juz berikutnya dan memasuki tahap takror atau pengulangan serta pelancaran hafalan hingga total lima juz. Puncak program diarahkan pada Tasmi’ Akbar dan wisuda.
Khoerul Mahbub Alhafidz menjelaskan, “Program ini dirancang agar proses menghafal berlangsung terarah, bertahap, dan terukur. Kami menggunakan talaqqi, muraja’ah, semaan, setoran harian, serta setoran online sebagai bagian dari metode pembelajaran. Dukungan orang tua sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan hafalan, terutama ketika peserta didik berada di rumah.”
Program juga dilengkapi halaqah harian yang dilaksanakan Senin hingga Kamis, tes kenaikan hafalan, Imtihan Tahfidz Bulanan, ujian Tasmi’ 5 Juz dan Tasmi’ Akbar, hingga Rihlah Sanadiyah dan motivasi.
Usai pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Orang tua diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan, masukan, maupun hal-hal yang perlu dipahami berkaitan dengan pelaksanaan program Tahfiz.
Salah satu orang tua wali murid kelas VIII, Sugeng, mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Menurutnya, pertemuan ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai program sekaligus membuka ruang komunikasi antara orang tua dengan tim Tahfiz.
“Kami sebagai orang tua merasa terbantu karena mendapatkan penjelasan secara langsung mengenai target, metode, dan pola pendampingan Tahfiz. Dengan memahami programnya, kami bisa lebih tepat dalam memberikan dukungan kepada anak di rumah,” ujar Sugeng.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi perwalian berdasarkan kelompok halaqah. Para orang tua berinteraksi langsung dengan pembimbing halaqah masing-masing untuk mendapatkan informasi lebih spesifik terkait pendampingan peserta didik.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Elvira Ziaul Haque dan didukung seluruh tim Kelas Unggulan Tahfiz beserta para pembimbing halaqah. Kehadiran para pembimbing menjadi bagian penting karena proses Tahfiz Madtsansa dilaksanakan melalui pendampingan kelompok halaqah yang terstruktur. Bahkan, setoran hafalan baru minimal lima baris setiap pertemuan menjadi salah satu ketentuan dalam metode pembelajaran program.
Melalui sosialisasi ini, Madtsansa berharap terbangun komitmen bersama antara madrasah dan keluarga dalam mengawal proses pendidikan generasi Qur’ani. Sebab, program Tahfiz bukan hanya tentang berapa banyak ayat yang berhasil dihafalkan, tetapi juga tentang bagaimana Al-Qur’an hadir dalam lisan, hati, dan perilaku peserta didik.
“Bersama Mencetak Generasi Qur’ani yang Berakhlak Mulia, Cerdas, dan Berprestasi,” menjadi semangat yang terus dibangun melalui program Kelas Unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Lin)
