
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) terus memperkuat komitmennya dalam mengembangkan potensi peserta didik melalui program kelas unggulan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Program Kelas Unggulan Riset yang digelar pada Senin (10/8) di Masjid Darul Ulum Madtsansa.
Kegiatan tersebut dihadiri seluruh orang tua/wali murid dari tiga jenjang Kelas Unggulan Riset Madtsansa. Sosialisasi menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara madrasah dan orang tua dalam mendampingi peserta didik agar mampu berkembang sebagai generasi peneliti muda yang madani, inovatif, mandiri, berprestasi, peduli, dan berakhlak mulia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa, dilanjutkan sambutan Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman. Selanjutnya, Ketua Komite Madtsansa, H. Sumarna, memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para orang tua. Paparan inti program disampaikan oleh Koordinator Kelas Unggulan Riset Madtsansa, Hj. Tri Widayati, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Kegiatan dipandu oleh Novia Fajriati Alqomar dengan dukungan tim Kelas Unggulan Riset yang terdiri atas Musfiatul Muniroh, Kasum, dan Siti Masruroh.
Dalam sambutannya, H. Yatiman menegaskan bahwa keberadaan Kelas Unggulan Riset merupakan bagian dari ikhtiar madrasah dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak yang masuk dalam Kelas Unggulan Riset harus memiliki kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang mampu berpikir kritis, kreatif, mandiri, dan memiliki keberanian untuk menghasilkan karya. Karena itu, dukungan orang tua sangat penting agar program yang dirancang madrasah dapat berjalan secara optimal,” ungkapnya.
Menurutnya, pendidikan riset tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga membangun karakter peserta didik. Proses menemukan masalah, menyusun proposal, melakukan penelitian hingga mempresentasikan hasil penelitian diharapkan mampu melatih ketekunan, tanggung jawab, kemampuan berpikir logis, serta kepercayaan diri siswa.
Hal senada disampaikan Ketua Komite Madtsansa, H. Sumarna. Ia memberikan motivasi kepada orang tua agar senantiasa menjadi mitra madrasah dalam mendukung perkembangan putra-putrinya.
“Anak-anak perlu diberikan ruang untuk mencoba, bertanya, menemukan, dan berkarya. Jangan hanya melihat hasil akhirnya, tetapi dampingi prosesnya. Ketika orang tua dan madrasah berjalan bersama, insyaallah potensi anak akan berkembang lebih maksimal,” tuturnya.
Sementara itu, Hj. Tri Widayati memaparkan secara rinci visi, misi, program, serta silabus Kelas Unggulan Riset Tahun Pelajaran 2026/2027. Program tersebut dirancang secara bertahap mulai dari pengenalan riset dan penelitian ilmiah remaja, kelas riset berupa karya tulis ilmiah dan esai, penyusunan proposal, mentoring finalisasi dan presentasi proposal, pelaksanaan penelitian, penyusunan laporan, hingga ujian akhir tahun berupa presentasi laporan penelitian.
“Program ini kami susun agar siswa tidak sekadar mengetahui teori penelitian, tetapi mengalami seluruh prosesnya. Mereka akan dibimbing mulai dari menemukan ide, menyusun proposal, membuat instrumen, melakukan penelitian, mengolah hasil, menyusun laporan, sampai mempresentasikan hasil penelitian,” jelasnya.
Silabus Kelas Unggulan Riset juga disusun berkesinambungan selama enam semester. Materi mencakup sistematika karya tulis ilmiah, studi literatur dan review jurnal, metodologi penelitian, pengajuan judul, penyusunan instrumen dan proposal, pelaksanaan penelitian, penyusunan serta penyempurnaan laporan, hingga persiapan bahan presentasi dan ujian riset akhir tahun.
Salah satu orang tua wali murid kelas 9, Teguh, menyambut positif pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, penjelasan program secara langsung memberikan gambaran yang lebih jelas kepada orang tua mengenai proses pembelajaran yang akan dijalani anak.
“Kami sebagai orang tua tentu sangat mendukung program ini. Dengan adanya sosialisasi, kami menjadi lebih memahami tahapan yang akan dilalui anak-anak. Harapannya, kami bisa memberikan dukungan di rumah sehingga proses penelitian mereka berjalan dengan baik dan menghasilkan karya yang membanggakan,” ujarnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Madtsansa berharap terbangun sinergi yang kuat antara madrasah, komite, dan orang tua. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Kelas Unggulan Riset sebagai ruang tumbuh bagi lahirnya generasi peneliti belia yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlak mulia. (Lin)
