Halaqah Kelas Unggulan Tahfiz Madtsansa Konsisten Bentuk Generasi Cinta Al-Qur’an

Banjarnegara — Upaya MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam membangun generasi Qur’ani terus dilakukan melalui berbagai program pembiasaan dan pembinaan keagamaan. Salah satunya diwujudkan melalui Halaqah Kelas Unggulan Tahfiz Al-Qur’an yang telah dimulai sejak pekan kedua tahun ajaran 2026/2027.

Program halaqah tersebut diikuti oleh peserta didik kelas unggulan Tahfiz yang terdiri atas kelas 7C, 8C, dan 9C. Kegiatan dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis, mulai pukul 06.30 hingga 07.50 WIB, bertempat di Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Pelaksanaan halaqah pada pagi hari menjadi bagian dari ikhtiar Madtsansa untuk membangun kebiasaan positif sebelum peserta didik mengikuti pembelajaran. Pada waktu tersebut, para siswa berinteraksi secara intensif dengan Al-Qur’an melalui kegiatan setoran hafalan, murajaah, serta perbaikan kualitas bacaan di bawah bimbingan para pengampu halaqah.

Suasana Masjid Darul Ulum pun setiap pagi dipenuhi aktivitas para peserta didik yang duduk dalam kelompok-kelompok halaqah. Dengan pendampingan para pembimbing, siswa mendapatkan kesempatan untuk menyetorkan hafalan sekaligus memperoleh koreksi dan arahan agar bacaan Al-Qur’an semakin baik dan hafalan semakin kuat.

Program Kelas Unggulan Tahfiz Madtsansa memiliki target hafalan minimal lima juz bagi setiap peserta didik. Target tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan. Selain mengejar capaian kuantitas hafalan, program juga menekankan pentingnya kualitas bacaan, kekuatan hafalan, kedisiplinan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Ditemui Tim Warta Madtsansa pada Selasa (4/8), Koordinator Kelas Unggulan Tahfiz, Khoerul Mahbub Alhafidz, menyampaikan harapannya agar halaqah dapat menjadi sarana pembentukan karakter peserta didik sekaligus memperkuat hubungan mereka dengan Al-Qur’an.

“Harapan kami, kegiatan halaqah ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian target hafalan, tetapi juga mampu menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap Al-Qur’an. Dengan kegiatan yang rutin setiap Senin sampai Kamis, kami berharap mereka semakin disiplin dalam menambah hafalan sekaligus menjaga hafalan yang telah diperoleh,” ungkapnya.

Menurut Khoerul, target minimal lima juz merupakan salah satu bentuk ikhtiar madrasah dalam memberikan arah yang jelas bagi peserta didik Kelas Unggulan Tahfiz.

“Target minimal lima juz ini tentu membutuhkan proses, kesungguhan, dan istiqamah. Kami berharap anak-anak dapat menikmati prosesnya, bukan hanya mengejar jumlah juz. Hafalan yang kuat dan bacaan yang baik menjadi hal yang sangat penting,” tambahnya.

Salah satu pengampu halaqah, Ustadzah Sintya, mengungkapkan bahwa pendampingan rutin memberikan kesempatan kepada pengampu untuk mengetahui perkembangan setiap peserta didik secara lebih dekat.

“Setiap anak memiliki kemampuan dan perkembangan yang berbeda. Karena itu, dalam halaqah kami berusaha memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan mereka. Ada yang sedang menambah hafalan, ada yang fokus murajaah, dan ada pula yang perlu memperbaiki bacaannya. Semua proses itu kami dampingi agar anak-anak terus berkembang,” jelasnya.

Ia berharap kebiasaan membaca dan menghafal Al-Qur’an yang dibangun melalui halaqah dapat terus melekat dalam keseharian peserta didik.

Semangat mengikuti halaqah juga dirasakan Daffa, salah satu peserta halaqah kelas 8. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan pada pagi hari membuat dirinya lebih terbiasa mengawali aktivitas dengan membaca dan menghafalkan Al-Qur’an.

“Saya senang mengikuti halaqah karena bisa menambah hafalan sekaligus mengulang hafalan yang sudah saya punya. Saya juga ingin terus berusaha supaya bisa mencapai target minimal lima juz,” tutur Daffa.

Melalui pelaksanaan halaqah yang konsisten, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap Kelas Unggulan Tahfiz dapat menjadi salah satu ruang pembinaan yang melahirkan generasi berprestasi sekaligus memiliki kedekatan dengan Al-Qur’an.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap Senin hingga Kamis tersebut bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan sebuah proses panjang untuk menanamkan kedisiplinan, ketekunan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan semangat menjaga hafalan. Dengan kolaborasi antara madrasah, para pengampu, dan peserta didik, target hafalan minimal lima juz diharapkan dapat dicapai dengan proses yang berkualitas dan penuh keberkahan. (Fy)