TPM Madtsansa Gelar Rapat Koordinasi, Perkuat Strategi Pengembangan Mutu Madrasah

Banjarnegara — Tim Pengembang Madrasah (TPM) MTs Negeri 1 Banjarnegara menggelar rapat koordinasi sebagai langkah strategis memperkuat perencanaan dan pengembangan mutu madrasah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (27/7) di Aula RM Sari Rahayu, Semampir, Banjarnegara.

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dan diikuti oleh jajaran Tim Pengembang Madrasah yang bertanggung jawab terhadap berbagai standar dalam pengembangan mutu madrasah. Hadir dalam kegiatan tersebut Aida Wachidah Hikmawati selaku penanggung jawab standar tenaga kependidikan, Hj. Yuniyati pada standar isi, Linara pada standar pengelolaan, Ahmad Munir Effendi pada standar sarana dan prasarana, Ikhsanudin pada standar kompetensi lulusan, serta Saeful Anwar pada standar pembiayaan.

Tim Pengembang Madrasah merupakan kelompok kerja yang dibentuk oleh kepala madrasah untuk menyusun perencanaan, melaksanakan, serta mengevaluasi berbagai program peningkatan mutu dan pengembangan madrasah berbasis Standar Nasional Pendidikan. Keberadaan TPM menjadi bagian penting dalam memastikan program madrasah berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut, pembahasan diarahkan pada evaluasi kondisi dan program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah tindak lanjut untuk pengembangan madrasah. Evaluasi Diri Madrasah (EDM) menjadi salah satu pijakan penting dalam mengidentifikasi kondisi nyata madrasah, kekuatan yang perlu dipertahankan, serta aspek-aspek yang masih memerlukan peningkatan.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menegaskan bahwa koordinasi antarpengelola standar menjadi kunci agar pengembangan madrasah tidak berjalan secara parsial.

“TPM harus bekerja secara sinergis. Setiap standar memiliki keterkaitan dengan standar lainnya sehingga tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita perlu melihat kondisi madrasah secara utuh, kemudian menentukan prioritas program berdasarkan kebutuhan dan data yang ada,” ungkapnya.

Menurut H. Yatiman, perencanaan yang baik harus diikuti dengan pelaksanaan yang konsisten serta evaluasi secara berkala. Dengan demikian, setiap program yang disusun benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas layanan pendidikan dan perkembangan peserta didik.

Pembahasan juga mencakup penyusunan dan penguatan Rencana Kerja Madrasah (RKM) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAM). Kedua dokumen tersebut diharapkan dapat menjadi instrumen perencanaan yang mampu mengarahkan seluruh sumber daya madrasah untuk mencapai target peningkatan mutu.

Penanggung jawab standar isi, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa pengembangan mutu harus dimulai dari perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan karakteristik madrasah.

“Standar isi harus terus kita evaluasi agar program pembelajaran yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan peserta didik. Kurikulum bukan hanya dokumen, tetapi harus menjadi pedoman yang mampu mengarahkan proses pembelajaran agar semakin berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad Munir Effendi selaku penanggung jawab standar sarana dan prasarana menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan sarpras sebagai bagian dari pengembangan madrasah.

“Pengembangan sarana dan prasarana harus berdasarkan skala prioritas. Kita perlu melakukan pemetaan terhadap sarpras yang sudah tersedia, kebutuhan yang mendesak, serta pemanfaatannya agar setiap pengadaan benar-benar mendukung proses pembelajaran dan pelayanan kepada peserta didik,” tuturnya.

Pada sisi lain, Aida Wachidah Hikmawati yang bertanggung jawab pada standar tenaga kependidikan menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peningkatan mutu madrasah.

“Tenaga kependidikan merupakan salah satu unsur penting dalam mendukung layanan madrasah. Karena itu, perlu ada pemetaan kompetensi, pembagian tugas yang jelas, serta pengembangan kapasitas secara berkelanjutan agar pelayanan administrasi dan tata kelola madrasah semakin efektif,” katanya.

Rapat koordinasi TPM tersebut diharapkan menghasilkan rumusan program yang lebih terarah dan realistis. Sinergi antarpenanggung jawab standar juga menjadi modal penting bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara untuk terus melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Melalui koordinasi yang terencana, evaluasi berbasis data, serta komitmen seluruh unsur madrasah, TPM Madtsansa berupaya memastikan setiap program pengembangan benar-benar bermuara pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan tata kelola, dan terwujudnya layanan pendidikan yang semakin berkualitas bagi seluruh peserta didik. (Lin)