Tim OPSI IPA Madtsansa Lanjutkan Riset di Politeknik Banjarnegara

Banjarnegara — Upaya meningkatkan kualitas penelitian dan pengalaman riset peserta didik terus dilakukan MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa). Salah satunya melalui kegiatan penelitian tim Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang dilaksanakan di Politeknik Banjarnegara pada Senin–Selasa (27–28/7).

Tim OPSI yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Aida dan Puan, keduanya merupakan siswi kelas 9A Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dalam kegiatan pekan ini, kedua siswi melanjutkan tahapan penelitian melalui serangkaian proses pengolahan bahan dan pemisahan komponen yang menjadi bagian penting dari penelitian mereka.

Didampingi laboran Politeknik Banjarnegara, Aida dan Puan melakukan kegiatan di dua laboratorium, yakni Laboratorium Kesehatan Lingkungan (Lab Kesling) bersama Purwanti serta Laboratorium Agroindustri bersama Widya. Pendampingan tersebut memberikan kesempatan kepada kedua siswi untuk belajar secara langsung mengenai prosedur kerja laboratorium sekaligus memastikan setiap tahapan penelitian dilakukan dengan tepat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah memisahkan endapan dan cairan pada larutan selulosa. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam penelitian karena membutuhkan ketelitian agar komponen yang dihasilkan dapat digunakan untuk tahapan berikutnya. Selain itu, Aida dan Puan juga melakukan pencucian, pengeringan, serta penghalusan pelepah pisang sebagai bagian dari persiapan bahan penelitian.

Kegiatan di laboratorium tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tahapan penelitian, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa untuk memahami bagaimana sebuah penelitian ilmiah dilakukan secara sistematis. Mulai dari menyiapkan bahan, menggunakan peralatan laboratorium, menjaga kebersihan, hingga memperhatikan ketepatan setiap proses.

Koordinator Kelas Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Tri Widayati, menyampaikan bahwa pendampingan secara langsung di laboratorium perguruan tinggi menjadi pengalaman berharga bagi siswa.

“Penelitian tidak cukup hanya dipahami melalui teori. Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman langsung bagaimana bekerja di laboratorium, mengikuti prosedur, melakukan pengamatan, serta menghadapi berbagai kemungkinan selama proses penelitian. Kegiatan di Politeknik Banjarnegara ini menjadi bagian penting untuk membentuk sikap ilmiah mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, keterlibatan Aida dan Puan dalam penelitian juga diharapkan dapat menumbuhkan kemandirian, ketelitian, dan kemampuan memecahkan masalah. “Kami berharap pengalaman ini semakin menguatkan karakter peneliti dalam diri mereka. Ketika menemukan kendala, mereka belajar untuk tidak mudah menyerah, tetapi mencari solusi berdasarkan data dan proses ilmiah,” lanjut Hj. Tri.

Aida mengaku kegiatan di laboratorium memberikan pengalaman baru sekaligus menambah pemahamannya mengenai proses penelitian.

“Pada kegiatan kali ini kami belajar memisahkan endapan dan cairan dari larutan selulosa. Kami juga mencuci, mengeringkan, dan menghaluskan pelepah pisang. Setiap proses harus dilakukan dengan teliti karena hasil dari satu tahap akan berpengaruh terhadap tahap berikutnya,” ujar Aida.

Hal senada disampaikan Puan. Menurutnya, pendampingan laboran sangat membantu mereka memahami prosedur penelitian secara lebih benar.

“Banyak hal yang kami pelajari secara langsung, terutama cara memperlakukan bahan penelitian dan menggunakan peralatan laboratorium. Kami juga belajar bahwa penelitian membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Tidak semua proses bisa dilakukan dengan terburu-buru,” tutur Puan.

Sementara itu, laboran Politeknik Banjarnegara, Purwanti, menyampaikan apresiasinya terhadap semangat kedua siswi Madtsansa dalam mengikuti proses penelitian.

“Anak-anak terlihat antusias dan mau belajar. Kami memberikan pendampingan agar setiap tahapan dapat dilakukan dengan aman dan sesuai prosedur. Pengalaman seperti ini sangat baik untuk mengenalkan budaya kerja laboratorium kepada siswa sejak dini,” jelas Purwanti.

Laboran Widya juga menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman positif bagi Aida dan Puan. “Mereka cukup aktif bertanya dan mengikuti arahan selama proses berlangsung. Harapannya, pengalaman di Laboratorium Agroindustri ini dapat membantu mereka memahami pengolahan bahan penelitian secara lebih mendalam,” katanya.

Kegiatan penelitian Aida dan Puan di Politeknik Banjarnegara menjadi bagian dari komitmen Madtsansa dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan potensi riset. Melalui pengalaman langsung di lingkungan laboratorium, siswa tidak hanya menghasilkan karya penelitian, tetapi juga belajar membangun ketelitian, kedisiplinan, kemandirian, dan daya juang sebagai peneliti muda.

Dengan pendampingan guru dan tenaga laboratorium, proses penelitian diharapkan terus berkembang hingga menghasilkan karya inovatif yang mampu memberikan manfaat serta mengharumkan nama MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam ajang penelitian siswa. (Lin)