
Banjarnegara — Komunitas Belajar Mendunia (Kombel Mendunia) MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menghadirkan kegiatan penguatan kompetensi digital bagi guru melalui sosialisasi Diajeng Learning, Sabtu (1/8). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer Madtsansa tersebut diikuti oleh seluruh guru MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai bagian dari upaya madrasah meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi.
Diajeng Learning merupakan platform pembelajaran digital yang dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan madrasah melalui integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Platform ini memberikan kemudahan dalam pengelolaan pembelajaran secara daring bagi guru dan siswa sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara lebih terstruktur, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Sosialisasi menghadirkan tim dari Geschool Jogjakarta, Qosam, sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, para guru mendapatkan pengenalan sekaligus pemahaman mengenai pemanfaatan Diajeng Learning sebagai salah satu alternatif pendukung pembelajaran digital di lingkungan madrasah.
Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, turut memandu jalannya kegiatan. Ia menyampaikan bahwa transformasi digital dalam pendidikan perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi guru agar teknologi benar-benar memberikan dampak positif terhadap pembelajaran.
“Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi bagaimana teknologi dapat menjadi sarana yang memudahkan guru dalam mengelola pembelajaran dan membantu siswa belajar secara lebih efektif. Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh guru dapat mengenal dan mencoba memanfaatkan Diajeng Learning sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di kelas,” ujar Hj. Yuniyati.
Menurutnya, keberadaan platform pembelajaran digital juga dapat mendukung guru dalam menciptakan pembelajaran yang lebih variatif. Guru tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan memilih dan memanfaatkan perangkat digital yang relevan dengan karakteristik peserta didik.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengapresiasi pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya guru, menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
“Madrasah harus terus bergerak dan beradaptasi. Teknologi tidak boleh menjadi sesuatu yang berada di luar pembelajaran, tetapi harus kita manfaatkan untuk memperkuat proses pendidikan. Guru yang terus belajar dan mau beradaptasi akan mampu menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan kebutuhan peserta didik,” ungkap H. Yatiman.
Ia menambahkan bahwa kegiatan komunitas belajar merupakan ruang penting bagi guru untuk saling berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik. Karena itu, kegiatan seperti sosialisasi Diajeng Learning diharapkan tidak berhenti pada pengenalan platform, tetapi dapat dilanjutkan dengan penerapan secara nyata dalam kegiatan pembelajaran.
Sementara itu, narasumber dari tim Geschool Jogjakarta, Qosam, menjelaskan berbagai fungsi dan manfaat Diajeng Learning. Platform tersebut dirancang untuk membantu proses pembelajaran daring agar lebih terstruktur sekaligus memudahkan integrasi teknologi ke dalam aktivitas pembelajaran.
“Diajeng Learning hadir untuk membantu madrasah mengelola pembelajaran dengan dukungan teknologi. Guru dapat memanfaatkan berbagai fitur yang tersedia untuk mendukung aktivitas pembelajaran, sedangkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih terarah dalam lingkungan digital,” jelas Qosam.
Ia juga menyampaikan bahwa pemanfaatan Diajeng Learning telah dilakukan secara aktif oleh berbagai madrasah di wilayah Jawa Tengah. Sosialisasi di Madtsansa diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memperluas pemanfaatan platform tersebut dalam mendukung ekosistem pembelajaran digital di madrasah.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para guru tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mengikuti praktik penggunaan platform melalui perangkat komputer yang tersedia di Laboratorium Komputer Madtsansa.
Salah satu peserta, Novia Fajriati Alqomar, menyambut positif kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi memberikan pengalaman baru bagi guru dalam mengenal alternatif platform pembelajaran digital.
“Bagi kami, kegiatan ini sangat bermanfaat karena tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga bisa langsung mencoba. Dengan praktik seperti ini, kami menjadi lebih memahami bagaimana platform dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran,” tuturnya.
Melalui sosialisasi Diajeng Learning, Komunitas Belajar Mendunia Madtsansa kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya belajar bagi guru. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan GTK Madtsansa dalam menghadapi transformasi pendidikan sekaligus mendorong lahirnya pembelajaran yang semakin kreatif, efektif, dan berbasis teknologi. (Lin)
