
Banjarnegara — Semangat dan optimisme mewarnai persiapan H-1 dua duta Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa), Neztya Zahratus Syifa dan Zaskya Anugerah Maydiana, pada Rabu (22/7). Keduanya siap mewakili madrasah dalam Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah (OSN-P) Tahun 2026 yang akan diselenggarakan pada Kamis, 23 Juli 2026.
Menjelang pelaksanaan kompetisi tingkat provinsi, berbagai persiapan telah dilakukan secara intensif. Selama beberapa bulan terakhir, kedua peserta mendapatkan pembinaan akademik secara berkelanjutan melalui program pendampingan khusus yang dilaksanakan hampir setiap hari. Pembinaan tersebut meliputi pendalaman materi, pembahasan soal-soal berstandar olimpiade, simulasi kompetisi, penguatan kemampuan berpikir kritis, hingga pembinaan mental agar siap menghadapi persaingan dengan peserta terbaik dari seluruh Jawa Tengah.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa keberhasilan Neztya dan Zaskya melangkah hingga tingkat provinsi merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, serta sinergi antara peserta, pembimbing, orang tua, dan madrasah.
“Keikutsertaan Neztya dan Zaskya pada OSN tingkat Provinsi Jawa Tengah merupakan sebuah kebanggaan bagi keluarga besar Madtsansa. Mereka telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengikuti setiap proses pembinaan. Kami percaya bahwa hasil terbaik akan lahir dari ikhtiar yang maksimal. Apa pun hasilnya nanti, mereka telah menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi,” ujar H. Yatiman.
Ia juga mengajak seluruh warga madrasah untuk memberikan doa dan dukungan kepada kedua peserta agar dapat mengikuti kompetisi dengan tenang, percaya diri, dan memperoleh hasil terbaik.
“Kami memohon doa restu dari seluruh keluarga besar Madtsansa, alumni, orang tua, dan masyarakat Banjarnegara agar kedua siswa kami diberikan kesehatan, kemudahan, kelancaran, serta mampu mengharumkan nama madrasah, Kabupaten Banjarnegara, dan Kementerian Agama,” tambahnya.
Pembimbing OSN IPA, Novia Fajriati Alqomar, menjelaskan bahwa proses pembinaan dilakukan secara terstruktur dengan menyesuaikan karakteristik soal OSN yang menuntut kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
“Selama masa pembinaan, kami fokus memperkuat konsep-konsep dasar IPA sekaligus melatih kemampuan analisis melalui berbagai variasi soal olimpiade tingkat nasional. Selain aspek akademik, kami juga terus membangun mental bertanding agar peserta tetap percaya diri ketika menghadapi soal-soal yang kompleks,” jelas Novia.
Menurutnya, Neztya dan Zaskya menunjukkan perkembangan yang sangat positif selama mengikuti pembinaan.
“Keduanya memiliki semangat belajar yang tinggi, disiplin, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi materi yang sulit. Kami berharap seluruh usaha yang telah dilakukan dapat memberikan hasil terbaik pada pelaksanaan OSN tingkat provinsi nanti,” imbuhnya.
Senada dengan itu, pembimbing lainnya, Dewi Fairuz Zulaikha, menuturkan bahwa pembinaan menjelang kompetisi lebih difokuskan pada penguatan strategi mengerjakan soal serta menjaga kesiapan psikologis peserta.
“Pada H-1 ini kami lebih banyak melakukan review materi inti, evaluasi hasil latihan, dan memberikan motivasi agar peserta tetap rileks. Persiapan akademik sudah dilakukan semaksimal mungkin, sehingga sekarang yang terpenting adalah menjaga kondisi fisik, fokus, dan ketenangan saat mengerjakan soal,” ungkap Dewi.
Ia optimistis kedua siswi Madtsansa mampu menampilkan kemampuan terbaiknya.
“Kami yakin mereka siap bertanding. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dan membalas seluruh ikhtiar yang telah dilakukan dengan hasil yang membanggakan,” katanya.
Sementara itu, Neztya Zahratus Syifa mengaku bersyukur dapat memperoleh kesempatan mewakili MTs Negeri 1 Banjarnegara pada ajang bergengsi tersebut.
“Saya sangat bersyukur bisa sampai di tahap ini. Tentunya ada rasa gugup, tetapi lebih banyak rasa semangat karena sudah dipersiapkan dengan baik oleh para pembimbing. Saya ingin memberikan hasil terbaik untuk orang tua, guru, dan Madtsansa,” ujarnya.
Neztya juga menyampaikan bahwa doa dan dukungan dari seluruh warga madrasah menjadi penyemangat tersendiri dalam menghadapi kompetisi.
“Semoga saya dapat mengerjakan soal dengan maksimal dan memberikan prestasi terbaik. Mohon doa restunya,” tuturnya.
Hal serupa disampaikan Zaskya Anugerah Maydiana. Ia mengatakan bahwa perjalanan menuju tingkat provinsi menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan pentingnya kerja keras, disiplin, dan pantang menyerah.
“Pembinaan yang kami jalani setiap hari membuat saya semakin memahami materi sekaligus belajar mengelola rasa percaya diri. Saya akan berusaha mengerjakan setiap soal dengan tenang dan memberikan kemampuan terbaik yang saya miliki,” kata Zaskya.
Ia berharap perjuangannya bersama Neztya dapat menjadi motivasi bagi siswa Madtsansa lainnya untuk terus berani bermimpi dan berprestasi.
Dengan persiapan yang matang, dukungan penuh dari madrasah, serta bimbingan intensif dari para guru pembina, keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara optimistis Neztya Zahratus Syifa dan Zaskya Anugerah Maydiana mampu memberikan penampilan terbaik pada OSN Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Doa dan harapan pun mengiringi langkah keduanya agar mampu mengukir prestasi dan membawa harum nama Madtsansa di tingkat provinsi. (Fy)
