Riset Lapangan Terus Dimatangkan, Tim OPSI Madtsansa Teliti Hubungan Tekstur Tanah dan Laju Infiltrasi Air

Banjarnegara — Semangat riset terus ditunjukkan oleh siswa kelas unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) dalam mempersiapkan diri menghadapi ajang Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026. Salah satu tim riset yang terdiri atas Raisa Kirana dan Noviana, siswi kelas VIII Riset, saat ini tengah menyelesaikan penelitian mengenai hubungan tekstur tanah terhadap laju infiltrasi air. Penelitian tersebut dilaksanakan di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara di bawah bimbingan H. Nurwachidin Supriyatno.

Kegiatan penelitian dilakukan secara bertahap, mulai dari pengambilan sampel tanah pada beberapa titik, pengamatan karakteristik tekstur tanah, hingga pengukuran laju infiltrasi air menggunakan metode yang telah disusun sesuai prosedur penelitian ilmiah. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan penuh ketelitian agar data yang diperoleh valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

Raisa menjelaskan bahwa penelitian yang mereka lakukan berangkat dari pentingnya memahami kemampuan tanah dalam menyerap air sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keseimbangan lingkungan.

“Kami ingin mengetahui bagaimana tekstur tanah memengaruhi kecepatan air meresap ke dalam tanah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai karakteristik tanah di lingkungan madrasah sekaligus menjadi referensi sederhana dalam upaya menjaga kualitas lingkungan dan pengelolaan air hujan,” ungkap Raisa.

Senada dengan rekannya, Noviana mengatakan bahwa proses penelitian memberikan banyak pengalaman baru, terutama dalam menerapkan metode ilmiah secara langsung di lapangan.

“Selama penelitian kami belajar bahwa setiap tahap harus dilakukan dengan cermat. Mulai dari pengambilan sampel, pencatatan data, hingga analisis hasil harus dilakukan secara teliti agar kesimpulan yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan fakta. Kami juga belajar bekerja sama, berdiskusi, dan memecahkan berbagai kendala yang muncul selama penelitian,” tutur Noviana.

Sebagai pembimbing, H. Nurwachidin Supriyatno mengapresiasi kesungguhan kedua siswanya dalam menyelesaikan penelitian. Menurutnya, proses penelitian bukan sekadar mengejar hasil untuk kompetisi, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter ilmiah peserta didik.

“Raisa dan Noviana menunjukkan perkembangan yang sangat baik selama proses penelitian. Mereka memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, disiplin dalam mengumpulkan data, serta terbuka terhadap setiap masukan. Dalam penelitian ilmiah, proses jauh lebih penting daripada sekadar hasil akhir. Melalui kegiatan ini mereka belajar berpikir kritis, objektif, serta mampu menyelesaikan permasalahan berdasarkan data yang diperoleh,” jelas H. Nurwachidin Supriyatno.

Ia menambahkan bahwa tema penelitian mengenai tekstur tanah dan laju infiltrasi air memiliki nilai yang relevan dengan isu lingkungan saat ini, terutama dalam mendukung upaya konservasi tanah dan air.

“Penelitian sederhana yang dilakukan siswa dapat memberikan manfaat nyata apabila dikerjakan dengan baik. Kami berharap hasil penelitian ini nantinya dapat menjadi rekomendasi sederhana bagi pengelolaan lingkungan di madrasah sekaligus menjadi bekal mereka untuk mengikuti kompetisi penelitian tingkat nasional,” tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Kelas Unggulan Riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Tri Widayati, menyampaikan bahwa seluruh tim OPSI terus mendapatkan pendampingan intensif agar setiap penelitian berkembang secara optimal.

“Program kelas unggulan riset dirancang untuk membiasakan siswa berpikir ilmiah sejak dini. Kami tidak hanya menargetkan prestasi dalam kompetisi, tetapi juga menanamkan budaya riset yang mampu membentuk karakter peserta didik menjadi pribadi yang kreatif, inovatif, dan mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya,” ujar Hj. Tri Widayati.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan beberapa hari terakhir menjadi momentum penting bagi setiap tim untuk menyempurnakan penelitian masing-masing sebelum memasuki tahapan berikutnya.

“Kami terus mendorong seluruh tim OPSI agar melakukan penyempurnaan berdasarkan hasil evaluasi para pembimbing. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis siswa-siswi Madtsansa mampu menghasilkan karya penelitian yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.

Melalui penelitian mengenai tekstur tanah dan laju infiltrasi air ini, Raisa dan Noviana tidak hanya menunjukkan kemampuan akademik, tetapi juga kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Semangat mereka menjadi bukti bahwa budaya riset di MTs Negeri 1 Banjarnegara terus tumbuh dan berkembang, sejalan dengan komitmen madrasah dalam mencetak generasi muda yang berprestasi, berwawasan ilmiah, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui karya-karya penelitian yang inovatif. (Lin)