Hari Kedua Monev Tim OPSI dan KREASI 2026, MTs Negeri 1 Banjarnegara Perkuat Kesiapan Riset Menuju Kompetisi Nasional

Banjarnegara — Komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) dalam membangun budaya riset di kalangan peserta didik kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dan KREASI Tahun 2026 hari kedua pada Selasa (21/7). Kegiatan yang berlangsung di Laboratorium Komputer Madtsansa ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII dan IX Program Unggulan Riset bersama para pembimbing penelitian.

Monev hari kedua difokuskan pada pemantauan perkembangan proposal penelitian, penyempurnaan metodologi, evaluasi data yang telah diperoleh masing-masing tim, serta pendampingan intensif guna memastikan setiap kelompok mampu menyusun penelitian sesuai kaidah ilmiah. Para siswa secara bergantian mempresentasikan perkembangan riset mereka di hadapan pembimbing untuk memperoleh masukan yang konstruktif.

Suasana laboratorium komputer tampak penuh semangat. Setiap tim memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mendiskusikan berbagai kendala yang dihadapi selama proses penelitian, mulai dari penyusunan instrumen, pengolahan data, hingga penyempurnaan latar belakang penelitian. Para pembimbing memberikan arahan secara rinci agar karya ilmiah yang dihasilkan memiliki kualitas yang semakin baik dan berpeluang bersaing pada ajang OPSI maupun KREASI Tahun 2026.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dalam memastikan proses penelitian berjalan sesuai target yang telah direncanakan.

“Program unggulan riset di Madtsansa tidak hanya bertujuan menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga membentuk karakter peserta didik yang kritis, kreatif, disiplin, dan mampu memecahkan berbagai persoalan melalui penelitian. Monev ini menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan setiap tim sekaligus memberikan solusi atas kendala yang mereka hadapi,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pendampingan tersebut sebagai bekal untuk menyempurnakan penelitian sehingga mampu menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan secara menyeluruh terhadap perkembangan setiap tim agar proses penelitian berjalan lebih sistematis.

“Hari kedua monev menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Sebagian besar tim sudah mengalami peningkatan dalam penyusunan proposal maupun analisis data. Melalui evaluasi ini kami dapat memberikan masukan yang lebih spesifik sehingga kualitas penelitian semakin meningkat sebelum memasuki tahap berikutnya,” jelasnya.

Menurutnya, pembinaan riset yang dilakukan secara berkelanjutan merupakan salah satu kunci keberhasilan Madtsansa dalam melahirkan siswa-siswa berprestasi di berbagai ajang penelitian.

Sementara itu, Pembimbing Riset, H. Nurwachidin Supriyatno, menekankan pentingnya ketelitian dan konsistensi dalam setiap tahapan penelitian.

“Penelitian bukan sekadar menghasilkan laporan, tetapi bagaimana peserta didik mampu menemukan solusi berdasarkan data yang valid. Karena itu kami terus mengarahkan siswa untuk memperkuat metode penelitian, melakukan analisis secara objektif, serta menyusun kesimpulan yang benar-benar berdasarkan hasil yang diperoleh,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa kemampuan berpikir ilmiah yang dibangun melalui program riset akan menjadi bekal berharga bagi peserta didik dalam melanjutkan pendidikan maupun menghadapi tantangan di masa depan.

Salah satu anggota Tim OPSI, Tessa, mengaku kegiatan monitoring hari kedua memberikan banyak wawasan baru bagi timnya.

“Kami mendapatkan banyak masukan dari para pembimbing, terutama mengenai cara memperbaiki metode penelitian dan penyajian data. Masukan tersebut membuat kami lebih percaya diri untuk menyempurnakan penelitian sehingga hasilnya menjadi lebih maksimal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan anggota Tim OPSI lainnya, Gilsa, yang merasa pendampingan intensif selama monev sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai kendala penelitian.

“Melalui kegiatan ini kami dapat berdiskusi langsung dengan pembimbing mengenai kesulitan yang kami alami. Kami jadi lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan agar penelitian berjalan sesuai tujuan. Semoga tim kami dapat memberikan hasil terbaik pada ajang OPSI maupun KREASI tahun ini,” katanya penuh optimisme.

Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi Tim OPSI dan KREASI Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk keseriusan MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam membangun ekosistem riset yang kuat di lingkungan madrasah. Dengan pendampingan yang berkesinambungan, evaluasi yang terarah, serta semangat belajar yang tinggi dari para peserta didik, Madtsansa optimistis mampu melahirkan karya-karya penelitian yang inovatif, berdaya saing, serta mengharumkan nama madrasah di tingkat regional maupun nasional. (Fy)