
Banjarnegara — Komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) dalam mewujudkan transformasi pembelajaran berbasis teknologi terus diperkuat melalui kegiatan Komunitas Belajar (Kombel) Mendunia yang digelar pada Sabtu (18/7). Bertempat di Laboratorium Komputer Madtsansa seusai pelaksanaan Demo Ekstrakurikuler, kegiatan ini diikuti oleh seluruh bapak guru MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pembelajaran.
Mengusung materi pengimbasan penggunaan akun Google Workspace (GWS) dan GEMA AI, kegiatan menghadirkan dua narasumber dari guru Madtsansa sendiri, yaitu Elvira Ziaul Haque dan Yuliana Rahmanti. Keduanya berbagi praktik baik sekaligus memberikan pelatihan langsung mengenai optimalisasi layanan Google Workspace for Education serta pemanfaatan GEMA AI sebagai mitra guru dalam merancang pembelajaran yang kreatif, efektif, dan inovatif.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, mengapresiasi terselenggaranya Kombel Mendunia sebagai wadah pengembangan profesional guru yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. Menurutnya, kemampuan menguasai teknologi digital bukan lagi menjadi nilai tambah, melainkan kebutuhan yang harus dimiliki oleh setiap pendidik.
“Madrasah harus terus bergerak mengikuti perkembangan zaman. Guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan produktif. Melalui Kombel Mendunia ini, kami berharap seluruh guru Madtsansa semakin siap menghadirkan pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan generasi digital,” ungkap H. Yatiman.
Sementara itu, Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program peningkatan mutu guru yang dilaksanakan secara berkelanjutan melalui Komunitas Belajar.
“Transformasi pembelajaran dimulai dari transformasi guru. Google Workspace dan GEMA AI bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan menjadi alat yang membantu guru bekerja lebih efektif, mulai dari menyusun perangkat ajar, membuat asesmen, hingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif. Harapannya, seluruh guru dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pembelajaran sehari-hari,” jelasnya.
Pada sesi pertama, Elvira Ziaul Haque mengimbaskan pemanfaatan akun Google Workspace for Education yang dimiliki Madtsansa. Ia menjelaskan berbagai fitur yang dapat dimanfaatkan guru, seperti Google Classroom, Drive, Docs, Slides, Forms, Meet, hingga Calendar untuk mendukung administrasi maupun kegiatan belajar mengajar secara kolaboratif.
“Google Workspace memberikan banyak kemudahan bagi guru. Seluruh perangkat pembelajaran dapat disimpan dengan aman, dibagikan secara mudah, serta dikerjakan secara kolaboratif. Dengan pemanfaatan yang optimal, pekerjaan guru menjadi lebih efisien sehingga waktu dapat lebih difokuskan untuk mendampingi peserta didik,” tutur Elvira.
Selanjutnya, Yuliana Rahmanti memperkenalkan GEMA AI sebagai inovasi pemanfaatan kecerdasan buatan dalam dunia pendidikan. Melalui demonstrasi langsung, peserta dikenalkan berbagai cara memanfaatkan AI untuk membantu menyusun modul ajar, merancang soal, membuat media pembelajaran interaktif, hingga menghasilkan ide-ide kreatif yang tetap disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik.
“AI bukan untuk menggantikan kreativitas guru, tetapi menjadi partner yang membantu mempercepat pekerjaan. Kunci utamanya adalah kemampuan menyusun perintah atau prompt yang tepat sehingga hasil yang diperoleh benar-benar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru tetap menjadi pengendali utama dalam memastikan materi yang dihasilkan akurat, kontekstual, dan mendidik,” jelas Yuliana.
Suasana pelatihan berlangsung aktif dan penuh antusias. Para peserta tidak hanya menyimak materi, tetapi juga mempraktikkan langsung penggunaan berbagai fitur Google Workspace maupun GEMA AI melalui perangkat komputer yang tersedia di laboratorium. Diskusi interaktif pun berlangsung ketika para guru saling berbagi pengalaman mengenai penerapan teknologi digital di kelas.
Salah satu peserta, Muthowiyah, guru Fikih MTs Negeri 1 Banjarnegara, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membuka perspektif baru bahwa teknologi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa menghilangkan peran utama guru sebagai pendidik.
“Materi yang disampaikan sangat aplikatif dan mudah dipahami. Saya menjadi lebih percaya diri memanfaatkan Google Workspace dan AI untuk mendukung pembelajaran Fikih agar lebih menarik dan interaktif. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan sehingga guru Madtsansa semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi pendidikan,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan Kombel Mendunia, MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat bagi para pendidik. Dengan peningkatan kompetensi digital guru secara berkelanjutan, Madtsansa optimistis mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif, berkualitas, serta selaras dengan perkembangan teknologi, sehingga visi menjadi madrasah yang unggul dan mendunia dapat terus diwujudkan. (Lin)
