Siswa Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara Dipercaya Menjadi Imam Tarawih di Mushola Raudhatul Jannah

Banjarnegara — Keberhasilan pendidikan karakter dan keagamaan di MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali terlihat melalui kiprah salah satu siswanya di tengah masyarakat. Irsyad, siswa kelas 9C unggulan Tahfiz MTs Negeri 1 Banjarnegara, dipercaya menjadi imam dalam pelaksanaan sholat tarawih di Mushola Raudhatul Jannah yang berada di Desa Binorong, RT 3 RW 5 Blok Sinangka, selama bulan Ramadhan.

Kepercayaan yang diberikan masyarakat kepada Irsyad menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. Di usianya yang masih duduk di bangku madrasah tsanawiyah, Irsyad telah menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik serta hafalan 5 juz yang kuat, sehingga dinilai layak memimpin jamaah dalam sholat tarawih.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian yang diraih oleh salah satu siswanya tersebut. Menurutnya, keberhasilan Irsyad tidak terlepas dari proses pembinaan yang konsisten di madrasah serta dukungan keluarga dan masyarakat.

“Kami sangat bersyukur dan bangga. Ketika siswa madrasah mampu tampil di tengah masyarakat sebagai imam sholat tarawih, itu menjadi bukti bahwa pendidikan di madrasah tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai keislaman,” ungkap H. Yatiman.

Ia menambahkan bahwa program kelas unggulan Tahfiz di MTs Negeri 1 Banjarnegara memang dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual melalui kecintaan terhadap Al-Qur’an.

“Harapan kami, semakin banyak siswa yang mampu mengamalkan ilmu yang didapatkan di madrasah, sehingga keberadaan mereka benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” tambahnya.

Salah satu pengurus Komite MTs Negeri 1 Banjarnegara yang juga turut menjadi jamaah di Mushola Raudhatul Jannah, Rosikhun, turut menyampaikan apresiasi atas capaian Irsyad. Ia mengaku merasa bangga melihat siswa madrasah mampu memimpin ibadah di masyarakat dengan penuh percaya diri.

“Kami sebagai orang tua dan juga bagian dari komite madrasah tentu merasa sangat bangga. Irsyad masih muda, tetapi sudah mampu menjadi imam sholat tarawih dengan bacaan yang tartil dan hafalan yang kuat. Ini menjadi bukti bahwa pendidikan tahfiz di MTs Negeri 1 Banjarnegara berjalan dengan baik,” ujarnya.

Rosikhun juga menyampaikan ungkapan syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak madrasah yang telah membimbing para siswa hingga mampu mencapai prestasi tersebut.

“Hadza min Fadhli Robbi. Barakallahu lana walakum. Terimakasih kepada jajaran pimpinan madrasah dan segenap ustadz MTs Negeri 1 Banjarnegara yang telah menghantar anak-anak kami sampai pada pencapaian hari ini. Jazakumullah khoiron katsiran, Allahumma ahsin man ahsana ilayya,” tuturnya.

Sementara itu, Irsyad mengaku bersyukur sekaligus merasa tertantang ketika dipercaya menjadi imam sholat tarawih oleh masyarakat di Mushola Raudhatul Jannah. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi motivasi besar baginya untuk terus memperbaiki bacaan dan menambah hafalan Al-Qur’an.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa dipercaya menjadi imam tarawih. Awalnya tentu ada rasa gugup, tetapi saya berusaha menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Semoga bisa menjadi pengalaman berharga dan menambah semangat saya untuk terus menghafal Al-Qur’an,” ungkap Irsyad.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para guru dan pembimbing tahfidz di madrasah yang selama ini telah membimbingnya dengan penuh kesabaran.

“Terima kasih kepada para ustadz di MTs Negeri 1 Banjarnegara yang selalu membimbing dan memotivasi kami. Semoga ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah,” tambahnya.

Pembimbing Tahfiz kelas 9C, Khoirul Mahbub Alhafidz, menjelaskan bahwa Irsyad merupakan salah satu siswa yang memiliki komitmen kuat dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Menurutnya, keberhasilan Irsyad menjadi imam tarawih merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara disiplin dan berkelanjutan.

“Irsyad termasuk siswa yang tekun dalam murojaah dan menjaga hafalan. Selain itu, ia juga memiliki adab yang baik serta semangat belajar yang tinggi. Ketika mendapat kesempatan menjadi imam tarawih, itu adalah bagian dari proses pembelajaran nyata di masyarakat,” jelasnya.

Khoerul Mahbub berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa tahfidz lainnya untuk terus meningkatkan kualitas hafalan dan keberanian tampil di tengah masyarakat.

“Kami berharap Irsyad bisa terus istiqomah menjaga hafalannya dan menjadi inspirasi bagi teman-temannya. Semoga semakin banyak generasi Qur’ani yang lahir dari MTs Negeri 1 Banjarnegara,” pungkasnya.

Kepercayaan masyarakat kepada Irsyad menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan keagamaan di masyarakat, khususnya di bulan suci Ramadhan yang penuh berkah. (Fy)