Sepekan Berjalan, Madtsansa Laksanakan Pembelajaran di Bulan Ramadan

Banjarnegara — Setelah menjalani libur awal Ramadhan sesuai ketentuan kalender pendidikan, MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran di madrasah mulai Senin (23/2/2026). Sepekan berjalan, kegiatan belajar mengajar berlangsung tertib dengan penyesuaian jadwal dan durasi waktu selama bulan suci Ramadhan 1447 H.

Kebijakan pelaksanaan pembelajaran ini mengacu pada Surat Edaran Bersama Tiga Menteri tentang Pembelajaran di Bulan Ramadan Tahun 1447 H/2026 M serta tindak lanjut dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. Dalam ketentuan tersebut, pembelajaran di madrasah kembali dilaksanakan mulai 23 Februari 2026 hingga 14 Maret 2026 sebelum memasuki libur Idulfitri.

Di Madtsansa, kegiatan pembelajaran selama Ramadan dimulai pukul 08.00 WIB dan berakhir pukul 12.30 WIB. Setiap satu jam pelajaran disesuaikan menjadi 25 menit guna menjaga kondisi fisik dan konsentrasi siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kepala Madrasah, H. Yatiman, menyampaikan bahwa penyesuaian ini merupakan bentuk komitmen madrasah dalam menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ibadah dan proses pendidikan.

“Alhamdulillah, sepekan pelaksanaan pembelajaran di bulan Ramadan berjalan dengan lancar dan kondusif. Kami menyesuaikan jam masuk dan durasi pelajaran agar peserta didik tetap fokus belajar tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah puasa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Ramadan bukan hanya momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter.

“Kami berharap Ramadan ini menjadi momentum untuk membentuk karakter siswa yang lebih disiplin, sabar, dan bertanggung jawab. Pembelajaran tetap berjalan optimal, namun dengan pendekatan yang lebih humanis dan memperhatikan kondisi siswa,” imbuhnya.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan perencanaan matang sebelum pembelajaran kembali dimulai. Penyesuaian jadwal dilakukan agar seluruh mata pelajaran tetap tersampaikan sesuai target kurikulum tanpa membebani peserta didik.

“Durasi 25 menit per jam pelajaran kami atur agar pembelajaran tetap efektif. Guru juga kami dorong untuk menggunakan metode yang lebih variatif dan interaktif, serta memaksimalkan asesmen formatif untuk memantau perkembangan belajar siswa selama Ramadan,” jelasnya.

Menurutnya, materi pembelajaran tetap mengacu pada kalender pendidikan dan pedoman yang telah ditetapkan, namun dengan intensitas aktivitas fisik yang lebih ringan.

“Kami juga mengimbau agar kegiatan seperti praktik lapangan atau aktivitas yang terlalu menguras energi diminimalkan sementara waktu,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan, Ikhsanudin, menuturkan bahwa suasana religius selama Ramadan turut terasa di lingkungan madrasah. Selain kegiatan belajar mengajar, Madtsansa juga mendorong kegiatan keagamaan yang memperkuat iman dan takwa peserta didik.

“Setiap pagi sebelum pembelajaran dimulai, siswa mengikuti tadarus Al-Qur’an bersama di kelas masing-masing. Kami ingin membiasakan mereka untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang positif dan bernilai ibadah,” ungkapnya.

Ia juga memastikan bahwa kedisiplinan siswa tetap terjaga meskipun jadwal mengalami penyesuaian.

“Alhamdulillah, tingkat kehadiran siswa sangat baik. Mereka tetap semangat datang ke madrasah meskipun sedang berpuasa. Ini menunjukkan komitmen dan tanggung jawab yang patut diapresiasi,” katanya.

Dari sisi tenaga pendidik, Aulia Nazla, salah satu guru informatika Madtsansa, mengaku telah menyesuaikan strategi pembelajaran agar tetap menarik dan tidak membosankan. Menurutnya, kondisi puasa menuntut guru untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi.

“Untuk mata pelajaran informatika, saya lebih banyak menggunakan pendekatan diskusi dan praktik ringan yang tidak terlalu melelahkan. Kami juga mengurangi tugas yang membutuhkan waktu lama di depan layar agar siswa tidak cepat lelah,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa momen Ramadhan juga dapat diintegrasikan dalam materi pembelajaran.

“Kami sesekali mengaitkan materi dengan nilai-nilai Ramadan, seperti kejujuran dalam mengerjakan tugas dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi secara bijak,” jelasnya.

Sepekan pelaksanaan pembelajaran di bulan Ramadhan ini menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal bukan menjadi hambatan, melainkan peluang untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih bermakna. Dengan sinergi antara pimpinan madrasah, guru, dan siswa, Madtsansa optimistis kegiatan pembelajaran selama Ramadan dapat berjalan efektif hingga menjelang libur Idulfitri. Melalui semangat Ramadan, Madtsansa berharap seluruh warga madrasah tidak hanya meningkatkan capaian akademik, tetapi juga memperkuat nilai spiritual dan karakter mulia sebagai bekal kehidupan di masa mendatang. (Lin)