Guru Al-Qur’an Hadis MTs Negeri 1 Banjarnegara Pamit Purna Tugas, Sampaikan Pesan Haru kepada Siswa

Banjarnegara — Suasana haru menyelimuti kegiatan pamitan salah satu guru Al-Qur’an Hadis kelas IX MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Siti Solikah, yang memasuki masa purna tugas pada Sabtu (31/1). Acara yang digelar di lapangan indoor Madtsansa tersebut diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta jajaran tenaga kependidikan. Kegiatan pamitan berlangsung khidmat namun penuh kehangatan, menjadi momen perpisahan yang tak terlupakan bagi keluarga besar madrasah.

Hj. Siti Solikah diketahui telah mengabdi selama 33 tahun 8 bulan di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Pengabdian panjang tersebut meninggalkan jejak yang mendalam, khususnya dalam pembinaan akhlak dan pemahaman keagamaan para siswa melalui mata pelajaran Al-Qur’an Hadis. Selama puluhan tahun, beliau dikenal sebagai sosok guru yang sabar, tegas, serta penuh kasih dalam membimbing peserta didik.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi Hj. Siti Solikah. Ia menilai bahwa kontribusi beliau bukan hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam pembentukan karakter siswa.

“Beliau adalah teladan bagi kami semua. Pengabdian selama lebih dari tiga dekade bukanlah waktu yang singkat. Banyak generasi yang telah merasakan bimbingan dan ketulusan beliau. Kami berharap semangat dan nilai-nilai yang telah beliau tanamkan akan terus hidup di madrasah ini,” ujar H. Yatiman.

Dalam kesempatan tersebut, Hj. Siti Solikah menyampaikan pamitan secara langsung di hadapan seluruh siswa. Dengan suara yang bergetar menahan haru, ia mengungkapkan rasa syukur atas perjalanan panjang yang telah dilalui bersama keluarga besar Madtsansa. Ia juga menyampaikan doa serta pesan kebaikan kepada para siswa agar senantiasa menjaga akhlak, rajin belajar, dan menghormati orang tua serta guru.

“Saya mohon maaf apabila selama mengajar ada kata atau sikap yang kurang berkenan. Teruslah belajar, jangan pernah lelah menjadi anak yang baik dan berakhlak mulia. Semoga kalian semua menjadi generasi yang membanggakan agama, bangsa, dan orang tua,” tutur Hj. Siti Solikah.

Momen paling menyentuh terjadi ketika beliau membacakan puisi perpisahan tanpa melihat teks. Puisi tersebut berisi ungkapan rasa cinta terhadap madrasah dan harapan agar para siswa terus melangkah dengan iman dan ilmu. Suasana lapangan indoor seketika hening, beberapa siswa bahkan terlihat meneteskan air mata mendengarkan setiap bait yang diucapkan dengan penuh penghayatan.

Perwakilan siswa kelas IX A, Fadey, mengungkapkan kesan mendalamnya terhadap sosok Hj. Siti Solikah. Menurutnya, beliau adalah guru yang selalu memberikan motivasi dan tidak pernah lelah mengingatkan pentingnya membaca Al-Qur’an.

“Ibu Siti itu selalu mengajarkan kami bukan hanya pelajaran, tapi juga adab. Kami merasa sangat kehilangan, tapi kami juga ikut bahagia karena beliau sudah menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik,” kata Fadey.

Hal senada disampaikan Gaida Gading dari kelas IX E. Ia menilai Hj. Siti Solikah sebagai figur ibu di sekolah yang selalu memberi nasihat dengan lembut.

“Beliau sering mengingatkan kami untuk jujur dan disiplin. Pesan-pesan beliau pasti akan kami ingat terus. Semoga beliau selalu sehat dan bahagia di masa purna tugasnya,” ujarnya.

Acara pamitan ditutup dengan doa bersama serta pemberian kenang-kenangan dari pihak madrasah dan siswa. Meski menjadi momen perpisahan, kegiatan tersebut juga menjadi wujud penghormatan atas dedikasi panjang seorang guru yang telah memberikan ilmu dan keteladanan. Hj. Siti Solikah pun meninggalkan madrasah dengan senyum hangat, membawa kenangan indah bersama keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara. (Lin)