
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan literasi, pelestarian budaya, dan pengembangan kreativitas murid melalui keikutsertaan dalam Pembukaan Peringatan Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (24/10/2026) tersebut berlangsung di Gedung Balai Budaya Banjarnegara dan diikuti oleh Linara, Wakil Kepala Urusan Hubungan Masyarakat (Humas) MTs Negeri 1 Banjarnegara, bersama 10 murid kelas unggulan Sastra 8B.
Keikutsertaan rombongan Madtsansa ini menjadi kesempatan berharga bagi para murid untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya daerah sekaligus memperluas wawasan mengenai pentingnya menjaga dan mewariskan identitas budaya bangsa kepada generasi muda.
Pembukaan peringatan Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2026 secara resmi dilakukan oleh Staf Ahli Bupati Banjarnegara Bidang Pemerintaan, Hukum dan Politik, Sagiyo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keberagaman budaya serta mendorong keterlibatan berbagai unsur, termasuk lembaga pendidikan, dalam pelestarian warisan budaya.
Berdasarkan undangan Sekretariat Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor B/400.6/1062/Setda/2026 tertanggal 22 Oktober 2026, rangkaian kegiatan pembukaan dilanjutkan dengan diseminasi inventori alat musik tradisional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Agenda ini memberikan ruang bagi peserta untuk memperoleh pengetahuan mengenai kekayaan alat musik tradisional yang menjadi bagian penting dari khazanah seni dan budaya Nusantara.
Sepuluh murid kelas unggulan Sastra 8B yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Al-‘Asqolani Barley De Gama AS, Zia Anintya, Areta Azalia Rahma, Syahla Nur Syahidah, Kaila Adonia Janeeta, Askana Arfi Fecillia Annajla, Naura Diyana Azhaar, Adisty Rukmaning Senja, Qistina Einar Tsani, dan Zelena Adelya Putr.
Linara menyampaikan bahwa partisipasi murid dalam kegiatan kebudayaan merupakan bagian dari pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan kegiatan seni dan budaya dapat membantu murid mengembangkan kepekaan, kreativitas, serta pemahaman terhadap nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat.
“Keikutsertaan murid kelas unggulan Sastra dalam kegiatan ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperluas pengalaman belajar mereka. Sastra dan budaya memiliki hubungan yang erat karena keduanya merekam kehidupan, nilai, tradisi, serta identitas masyarakat. Kami berharap anak-anak dapat mengambil inspirasi dari kegiatan ini dan mengembangkannya menjadi karya yang bermakna,” ungkap Linara.
Ia menambahkan bahwa pengenalan budaya sejak usia sekolah penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan bangsa. Melalui kegiatan semacam ini, murid diharapkan tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga memiliki kepedulian untuk menjaga keberlangsungannya.
Bagi murid kelas unggulan Sastra 8B, kunjungan ke Balai Budaya Banjarnegara juga menjadi pengalaman belajar kontekstual yang dapat memperkaya proses berkarya. Pengamatan terhadap tradisi, kesenian, dan ekspresi budaya dapat menjadi sumber ide untuk menghasilkan tulisan, puisi, cerita pendek, maupun karya sastra lainnya.
Salah satu peserta, Zia Anintya, menyampaikan bahwa mengikuti kegiatan kebudayaan di luar madrasah memberikan pengalaman baru. “Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat mengenal lebih dekat kebudayaan daerah. Saya berharap pengalaman yang diperoleh bisa menambah pengetahuan dan menjadi inspirasi untuk membuat karya sastra,” tuturnya.
Peserta lainnya, Areta Azalia Rahma, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut mengingatkannya akan pentingnya menjaga budaya agar tetap dikenal oleh generasi muda. Ia berharap semakin banyak pelajar yang memperoleh kesempatan untuk mengenal kesenian dan tradisi daerah secara langsung.
Sementara itu, Syahla Nur Syahidah menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena murid dapat melihat bahwa kebudayaan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, pengetahuan tentang budaya dapat menjadi bahan menarik untuk dikembangkan dalam kegiatan literasi di madrasah.
Keikutsertaan rombongan Madtsansa dalam peringatan Hari Kebudayaan Nasional Tahun 2026 sejalan dengan upaya madrasah dalam mengembangkan potensi murid melalui kegiatan literasi dan pengalaman belajar yang beragam. Kelas unggulan Sastra tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan berbahasa dan menulis, tetapi juga membangun kepekaan terhadap lingkungan sosial, sejarah, tradisi, dan nilai-nilai kebangsaan.
Melalui kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap para murid semakin mengenal kekayaan budaya Indonesia dan terdorong untuk ikut melestarikannya melalui kreativitas serta karya-karya literasi. Pengalaman di Balai Budaya Banjarnegara diharapkan menjadi bekal bagi murid untuk tumbuh sebagai generasi yang mencintai sastra, menghargai keberagaman, dan bangga terhadap warisan budaya bangsa. (Fy)
