Azfar dan Noviana, Flogger Muda Madtsansa Jelajahi Potensi Geopark Nasional Dieng

Banjarnegara — Dua murid MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa), Azfar Alfatih Novahir dari kelas 8J dan Noviana Tri Wijayanti dari kelas 8A unggulan riset, mengikuti kegiatan Field Trip Geopark Nasional Dieng pada Sabtu (24/10/2026). Keduanya dipercaya menjadi flogger muda yang bertugas mendokumentasikan perjalanan sekaligus mengenalkan potensi Geopark Nasional Dieng melalui konten digital di media sosial madrasah.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan, Pengembangan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjarnegara tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan Geopark Nasional Dieng sebagai kawasan yang mengintegrasikan konservasi, edukasi, dan pariwisata berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, para pelajar diajak mengenal lebih dekat keunikan geologi, keanekaragaman hayati, serta nilai budaya yang menjadi kekayaan kawasan Dieng.

Keikutsertaan Azfar dan Noviana menjadi kesempatan berharga bagi Madtsansa untuk berpartisipasi dalam promosi potensi daerah melalui kreativitas generasi muda. Sebagai peserta yang memiliki keterampilan dalam pengelolaan media sosial, keduanya mendapat tantangan untuk membuat flog atau konten video blog yang merekam keseluruhan rangkaian perjalanan, mulai dari keberangkatan, kunjungan ke berbagai lokasi, hingga kegiatan edukasi bersama narasumber.

Wakil kepala urusan kehumasan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Linara, menyampaikan bahwa keterlibatan kedua murid tersebut sejalan dengan upaya madrasah dalam mengembangkan kompetensi literasi digital dan kreativitas peserta didik.

“Kami menyambut baik kesempatan yang diberikan kepada Azfar dan Noviana untuk mengikuti Field Trip Geopark Nasional Dieng. Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan untuk mengenal objek wisata, melainkan juga sarana belajar yang menggabungkan pengetahuan, keterampilan komunikasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan serta budaya lokal,” ungkap Linara.

Menurutnya, kemampuan membuat konten digital perlu diarahkan agar tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui pengalaman langsung di lapangan, murid diharapkan mampu menyajikan cerita perjalanan yang edukatif, informatif, dan menginspirasi.

“Harapan kami, mereka dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar menghasilkan konten yang berkualitas. Media sosial madrasah menjadi ruang untuk menyampaikan informasi positif, memperkenalkan potensi Banjarnegara, sekaligus menunjukkan bahwa murid Madtsansa mampu berkreasi dan berkontribusi melalui teknologi digital,” tambahnya.

Azfar mengaku antusias mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Baginya, pengalaman menjadi flogger dalam kegiatan edukatif di kawasan Geopark Nasional Dieng merupakan tantangan sekaligus peluang untuk mengembangkan kemampuan membuat video dan menyampaikan informasi kepada khalayak.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini karena dapat melihat langsung berbagai potensi Geopark Nasional Dieng. Saya juga belajar bagaimana mengabadikan perjalanan menjadi video yang menarik, tetapi tetap menyampaikan informasi yang benar dan bermanfaat. Semoga hasil flog kami bisa membuat teman-teman lebih mengenal kekayaan alam dan budaya Banjarnegara,” ujar Azfar.

Senada dengan Azfar, Noviana menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman baru dalam menggabungkan kegiatan belajar di luar kelas dengan pembuatan konten kreatif. Ia berharap video yang dihasilkan mampu menggambarkan keseruan perjalanan sekaligus memberikan wawasan kepada para penonton.

“Bagi saya, kegiatan ini sangat menarik karena kami bisa belajar secara langsung di lokasi, kemudian menceritakan kembali pengalaman itu melalui video. Kami akan berusaha merekam setiap bagian penting perjalanan agar hasilnya menarik, informatif, dan bisa dinikmati oleh warga madrasah maupun masyarakat luas,” tutur Noviana.

Berdasarkan agenda kegiatan, peserta mengunjungi sejumlah lokasi penting di kawasan Dieng, di antaranya Kawah Sikidang, Cagar Alam Telaga Dringo, Kawah Candradimuka, serta Kompleks Candi Arjuna. Rangkaian kegiatan juga mencakup sosialisasi Geopark Nasional Dieng di kawasan kompleks Candi Dieng yang menghadirkan narasumber dari Badan Pengelola Geopark Dieng.

Tim media Madtsansa, Fitriyanto, menyampaikan bahwa dokumentasi kegiatan oleh murid menjadi bagian penting dalam pengembangan publikasi madrasah yang lebih kreatif dan dekat dengan generasi muda.

“Kehadiran Azfar dan Noviana sebagai flogger muda merupakan kesempatan untuk memberikan ruang kepada murid agar terlibat langsung dalam produksi konten media madrasah. Mereka tidak hanya menjadi objek pemberitaan, tetapi juga berperan sebagai kreator yang merekam pengalaman, menyusun cerita, dan menyampaikan pesan kepada publik,” jelas Fitriyanto.

Ia menambahkan, video yang dihasilkan dari perjalanan tersebut akan diunggah melalui media sosial madrasah dengan menggunakan tagar yang telah ditentukan oleh penyelenggara. Penggunaan tagar tersebut diharapkan membantu memperluas jangkauan publikasi dan memperkuat promosi Geopark Nasional Dieng di ruang digital.

Melalui partisipasi ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap murid semakin terampil memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif, mengembangkan budaya literasi digital, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan alam dan budaya. Pengalaman Azfar dan Noviana sekaligus menjadi bukti bahwa generasi muda madrasah dapat mengambil peran dalam memperkenalkan potensi daerah melalui karya kreatif yang edukatif dan bertanggung jawab. (Fy)