Perpisahan Haru Guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 1 Banjarnegara Menuju Purnatugas

Banjarnegara — Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai kegiatan perpisahan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama Sarno, guru Bahasa Indonesia di MTs Negeri 1 Banjarnegara, yang resmi memasuki masa purnatugas per 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (30/4) di Joglo D’Las Purbalingga dengan dihadiri seluruh keluarga besar madrasah.

Acara perpisahan dikemas dalam suasana kekeluargaan dengan rangkaian kegiatan mulai dari sambutan, penyampaian kesan dan pesan, hingga pemberian kenang-kenangan. Tawa, canda, dan momen haru berpadu menjadi satu, mencerminkan kedekatan emosional yang telah terjalin selama bertahun-tahun.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dedikasi Sarno selama mengabdi di dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa sosok Sarno bukan hanya guru, tetapi juga teladan bagi rekan kerja dan peserta didik.

“Beliau adalah figur yang penuh keteladanan, disiplin, dan konsisten dalam mendidik. Dedikasi beliau tidak hanya tercermin dalam proses pembelajaran, tetapi juga dalam pembinaan karakter siswa. Kami merasa kehilangan, namun juga bangga atas pengabdian panjang yang telah beliau berikan,” ujar H. Yatiman.

Sementara itu, Sarno dalam kesempatan tersebut mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar madrasah. Ia mengaku perjalanan panjang sebagai guru Bahasa Indonesia di MTs Negeri 1 Banjarnegara menjadi bagian penting dalam hidupnya.

“Saya merasa sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari madrasah ini. Banyak kenangan indah yang tidak akan pernah saya lupakan. Terima kasih atas kebersamaan, dukungan, dan kerja sama selama ini. Semoga MTs Negeri 1 Banjarnegara terus maju dan melahirkan generasi yang berprestasi,” ungkapnya dengan penuh haru.

Perwakilan GTK, Slamet Brotoseno, turut menyampaikan apresiasi atas sosok  Sarno yang dinilainya sebagai pribadi yang hangat dan inspiratif. Ia menyebut bahwa kehadiran Sarno memberikan warna tersendiri dalam dinamika kehidupan madrasah.

“Beliau bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sahabat dan panutan. Banyak nilai kehidupan yang kami pelajari dari beliau, terutama tentang kesabaran, ketulusan, dan komitmen dalam mengabdi. Kami mendoakan beliau selalu sehat dan bahagia dalam masa purnatugas,” tutur Slamet.

Kesan mendalam juga datang dari Nabila, salah satu guru junior Bahasa Indonesia di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Ia mengaku banyak belajar dari Sarno, baik dalam hal metode pembelajaran maupun sikap profesional sebagai seorang pendidik.

“Pak Sarno adalah mentor yang sangat sabar dan inspiratif. Beliau selalu memberikan arahan dengan penuh perhatian. Saya pribadi merasa sangat kehilangan sosok beliau, tetapi juga termotivasi untuk melanjutkan semangat beliau dalam mengajar,” ujar Nabila.

Acara semakin khidmat saat dilakukan penyerahan kenang-kenangan sebagai simbol penghargaan atas pengabdian Sarno. Momen tersebut diiringi doa bersama sebagai bentuk harapan agar beliau senantiasa diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalani masa purnatugas.

Kegiatan perpisahan ini tidak hanya menjadi ajang pelepasan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh GTK tentang arti dedikasi dan pengabdian dalam dunia pendidikan. Sosok Sarno menjadi bukti bahwa seorang guru memiliki peran besar dalam membentuk generasi masa depan.

Dengan berakhirnya masa tugas Sarno, keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap semangat, nilai, dan keteladanan yang telah beliau tanamkan dapat terus hidup dan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas madrasah. (Lin)