Guru MTs Negeri 1 Banjarnegara Terbitkan Buku Puisi Solo Kedua Berjudul “Azimat”

Banjarnegara — Kabar membanggakan datang dari MTs Negeri 1 Banjarnegara. Salah satu guru terbaiknya, Dwi Lina Rahmawati, yang akrab disapa Linara, kembali menorehkan prestasi di bidang literasi dengan menerbitkan buku kumpulan puisi solo keduanya yang berjudul Azimat. Buku ini menjadi bukti konsistensi Linara dalam berkarya, sekaligus memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah.

Linara yang sehari-hari mengajar Matematika dan menjabat sebagai Wakil Kepala Urusan Humas ini juga dikenal sebagai guru pembimbing sastra yang aktif membina siswa-siswi berbakat di bidang kepenulisan. Dalam buku Azimat, ia menghadirkan beragam puisi bertema romansa, religi, dan keindahan alam yang dikemas dengan gaya khasnya, yakni penggunaan rima lurus yang kuat dan konsisten.

“Puisi-puisi dalam Azimat adalah bagian dari perjalanan batin saya. Ada cinta, doa, dan kekaguman terhadap alam yang saya tuangkan dengan bahasa sederhana namun berirama,” ungkap Linara. Ia berharap karya ini tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga dapat menjadi inspirasi bagi para siswa untuk berani berkarya.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, kehadiran buku Azimat menjadi bukti bahwa guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai teladan dalam berkarya dan berinovasi.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Ibu Linara. Ini adalah contoh nyata bahwa budaya literasi di madrasah terus tumbuh. Semoga karya ini dapat memotivasi guru dan siswa lain untuk ikut berkarya,” ujar H. Yatiman.

Ia juga menambahkan bahwa pihak madrasah terus mendorong pengembangan literasi melalui berbagai program, termasuk pembinaan sastra yang selama ini dipegang langsung oleh Linara.

Dukungan juga datang dari pegiat literasi Madtsansa, Fitriyanto, yang belum lama ini turut menerbitkan buku puisi solo kedelapannya. Ia menilai karya Linara memiliki kekuatan tersendiri, terutama dalam menjaga konsistensi gaya penulisan.

“Bu Linara punya ciri khas yang kuat dalam rima lurus. Ini tidak mudah dipertahankan, tapi beliau mampu melakukannya dengan baik. Azimat bukan sekadar kumpulan puisi, tetapi juga refleksi yang dalam dan jujur,” kata Fitriyanto.

Menurutnya, kehadiran karya-karya seperti ini sangat penting dalam membangun ekosistem literasi di sekolah. Ia berharap kolaborasi antarpegiat literasi di Madtsansa semakin berkembang ke depannya.

Sementara itu, antusiasme juga datang dari para siswa yang menjadi binaan langsung Linara. Amira, siswi kelas 7 program sastra, mengaku terinspirasi oleh karya gurunya tersebut.

“Saya jadi lebih semangat menulis puisi setelah membaca karya Bu Linara. Puisinya indah dan mudah dipahami, tapi tetap menyentuh,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Abila, siswi kelas 8 sastra. Ia menilai bahwa buku Azimat memberikan banyak pelajaran, terutama dalam penggunaan bahasa dan pengolahan rasa dalam puisi.

“Bu Linara mengajarkan kami bahwa menulis itu bukan hanya soal kata-kata, tapi juga perasaan. Dari buku ini, saya belajar bagaimana membuat puisi yang punya makna,” kata Abila.

Terbitnya Azimat semakin menegaskan komitmen MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mengembangkan potensi literasi, baik dari guru maupun siswa. Dengan hadirnya karya ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tergerak untuk mencintai dunia sastra dan berani mengekspresikan diri melalui tulisan.

Sebagai karya kedua, Azimat bukan hanya sekadar pencapaian pribadi Linara, tetapi juga simbol semangat literasi yang terus tumbuh dan berkembang di lingkungan madrasah. (Fy)