
Banjarnegara — Peringatan Hari Kartini di MTs Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) semakin semarak dengan digelarnya lomba “Face Hero Challenge” antar kelas, Selasa (21/4). Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang paling dinantikan siswa setelah rangkaian acara utama, karena menghadirkan konsep edukatif yang dipadukan dengan kreativitas dan kerja sama tim.
Lomba yang dilaksanakan di lapangan madrasah tersebut diikuti oleh perwakilan siswa dari masing-masing kelas. Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk menyusun potongan gambar tokoh pahlawan hingga membentuk wajah utuh dalam batas waktu tertentu. Selain menguji kecepatan, lomba ini juga menuntut ketelitian, strategi, serta pemahaman peserta terhadap tokoh yang disusun.
Sejak awal perlombaan, suasana berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta tampak fokus menyusun potongan gambar yang telah diacak, sementara rekan sekelas memberikan dukungan dengan sorakan semangat. Interaksi antaranggota tim mencerminkan kekompakan serta strategi yang matang dalam menyelesaikan tantangan.
Beberapa kelompok menerapkan strategi pembagian tugas, seperti mengelompokkan potongan berdasarkan warna, bentuk, atau bagian wajah. Strategi tersebut terbukti membantu mempercepat proses penyusunan. Namun demikian, sejumlah tim juga mengalami kendala, terutama saat menghadapi potongan gambar yang memiliki kemiripan bentuk.
Salah satu peserta, Aira dari kelas IX, mengungkapkan bahwa lomba ini memberikan pengalaman yang menarik sekaligus menantang.
“Awalnya kami kesulitan karena potongannya kecil dan hampir mirip semua, tetapi setelah membagi tugas, prosesnya menjadi lebih cepat. Kegiatan ini sangat seru karena membutuhkan kerja sama,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Calista, siswa kelas VIII, yang menilai kegiatan tersebut tidak hanya menghibur, tetapi juga menambah wawasan.
“Melalui lomba ini saya jadi lebih mengenal wajah pahlawan. Ternyata tidak mudah mengingat detailnya, sehingga kegiatan ini juga menjadi sarana belajar,” tuturnya.
Guru pembina yang turut menyaksikan kegiatan tersebut mengapresiasi kreativitas panitia dalam menghadirkan lomba yang bersifat edukatif. Menurutnya, “Face Hero Challenge” menjadi media pembelajaran yang efektif karena siswa tidak hanya mengenal nama pahlawan, tetapi juga memahami sosoknya secara visual.
Kepala Madrasah, H. Yatiman, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai lomba tersebut mampu menggabungkan unsur permainan dengan pembelajaran secara seimbang.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mengintegrasikan pembelajaran dengan permainan. Siswa dapat mengenal pahlawan bangsa dengan cara yang menyenangkan, sekaligus melatih kerja sama dan sportivitas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa inovasi kegiatan sekolah perlu terus dikembangkan agar proses pembelajaran semakin menarik dan bermakna.
“Kami berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang kreatif, kolaboratif, dan memiliki rasa cinta tanah air,” tambahnya.
Dengan berlangsungnya lomba “Face Hero Challenge” yang penuh semangat dan kebersamaan, peringatan Hari Kartini di Madtsansa tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana edukasi yang membangun karakter siswa. Kegiatan ini dinilai berhasil menanamkan nilai-nilai perjuangan, kerja sama, serta penghargaan terhadap jasa para pahlawan kepada generasi muda. (Lin)
