
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara terus memperkuat implementasi program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat melalui berbagai kegiatan yang mendukung pembentukan karakter peserta didik. Salah satunya diwujudkan melalui Bimbingan Tahfiz Juz 30 yang diikuti oleh murid kelas 7 di Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Jumat (28/8).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah dalam menanamkan kebiasaan positif, khususnya dalam membangun kedekatan peserta didik dengan Al-Qur’an. Bimbingan dilaksanakan secara terarah dengan pendampingan pembimbing Tahfiz Juz 30, Ustadz Fadhil Alhafiz.
Sejak kegiatan dimulai, para murid kelas 7 mengikuti bimbingan dengan tertib. Mereka mendapatkan arahan mengenai cara menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, menjaga hafalan, sekaligus membangun kebiasaan membaca dan mengulang hafalan secara rutin. Suasana Masjid Darul Ulum pun dipenuhi semangat para murid dalam mengikuti setiap tahapan pembelajaran.
Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, mengatakan bahwa Bimbingan Tahfidz Juz 30 merupakan salah satu bentuk konkret penerapan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di lingkungan madrasah.
“Pembiasaan yang baik perlu dilakukan secara konsisten agar menjadi bagian dari karakter peserta didik. Melalui Tahfiz Juz 30, kami tidak hanya mengarahkan anak-anak untuk mampu menghafal Al-Qur’an, tetapi juga membiasakan mereka mencintai Al-Qur’an, disiplin, sabar, dan bertanggung jawab terhadap hafalannya,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun karakter religius sejak peserta didik berada di kelas 7. Kebiasaan menghafal dan murojaah diharapkan dapat terus berkembang selama mereka menempuh pendidikan di MTs Negeri 1 Banjarnegara.
Sementara itu, Koordinator Kegiatan, Ma’arif Gunawan Alhafiz, menjelaskan bahwa program Tahfidz Juz 30 dirancang agar peserta didik memiliki pengalaman belajar Al-Qur’an yang berkesinambungan.
“Anak-anak kelas 7 kita kenalkan dan kita biasakan untuk dekat dengan Al-Qur’an melalui hafalan yang dilakukan secara bertahap. Kuncinya adalah konsistensi. Sedikit demi sedikit tetapi rutin akan lebih baik daripada menghafal banyak namun tidak dipelihara,” jelas Ma’arif.
Ia menambahkan, keberadaan pembimbing secara langsung diharapkan dapat membantu peserta didik memperbaiki bacaan sekaligus mengetahui metode menghafal yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Pembimbing Tahfiz Juz 30, Ustadz Fadhil Alhafiz, dalam bimbingannya menekankan pentingnya niat, ketekunan, dan murojaah dalam proses menghafal Al-Qur’an.
“Dalam menghafal Al-Qur’an, jangan hanya mengejar cepat selesai. Yang lebih penting adalah hafalan tersebut benar, lancar, dan terus dijaga. Karena itu, anak-anak harus membiasakan membaca kembali ayat yang sudah dihafalkan setiap hari,” tuturnya.
Ia juga mengajak para murid untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, baik di madrasah maupun di rumah.
Salah seorang murid kelas 7, Naila, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, bimbingan bersama membuat proses menghafal terasa lebih terarah.
“Dengan adanya bimbingan ini saya jadi lebih semangat menghafal karena ada ustadz yang membimbing dan mengoreksi bacaan. Saya ingin bisa menyelesaikan hafalan Juz 30 dengan lancar,” ujar Naila.
Hal senada disampaikan Dirga, murid kelas 7 lainnya. Ia mengatakan bahwa kegiatan Tahfiz memberikan pengalaman baru sekaligus memotivasinya untuk lebih rajin membaca Al-Qur’an.
“Saya merasa senang bisa mengikuti Tahfiz Juz 30. Awalnya ada beberapa ayat yang sulit dihafalkan, tetapi setelah diulang-ulang menjadi lebih mudah. Saya ingin terus murojaah supaya hafalan tidak mudah lupa,” katanya.
Melalui Bimbingan Tahfidz Juz 30, MTs Negeri 1 Banjarnegara berkomitmen menjadikan pembiasaan keagamaan sebagai bagian penting dalam pendidikan karakter. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi juga menumbuhkan kedisiplinan, ketekunan, kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, program Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat benar-benar menjadi fondasi dalam membentuk generasi Madtsansa yang unggul, berkarakter, dan memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat. (Lin)
