Guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 1 Banjarnegara Pamit Purnatugas, Suasana Haru Warnai Perpisahan

Banjarnegara — Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti kegiatan pamitan purnatugas Sarno, guru Bahasa Indonesia MTs Negeri 1 Banjarnegara, yang digelar pada Rabu (29/4) di lapangan indoor madrasah. Kegiatan ini dilaksanakan setelah jamaah salat duhur dan diikuti oleh seluruh siswa Madtsansa.

MTs Negeri 1 Banjarnegara sendiri merupakan salah satu madrasah unggulan di Kabupaten Banjarnegara dengan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik, serta didukung tenaga pendidik yang kompeten di bidangnya. Salah satu sosok yang telah lama berkontribusi dalam dunia pendidikan di madrasah ini adalah Sarno, yang akrab disapa “Ki Sarno”.

Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk perwakilan siswa dan guru. Ratusan siswa tampak memenuhi lapangan indoor dengan tertib, mencerminkan rasa hormat dan kedekatan emosional mereka dengan sosok guru yang akan memasuki masa purnatugas per 1 Mei 2026 tersebut.

Dalam sambutan pamitannya, Ki Sarno menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun. Ia mengungkapkan bahwa mengajar bukan sekadar profesi, tetapi juga panggilan jiwa.

“Saya merasa sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar Madtsansa. Anak-anak semua adalah bagian dari perjalanan hidup saya. Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, dan jangan pernah berhenti bermimpi,” tutur Ki Sarno dengan suara bergetar.

Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan seorang siswa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga sikap dan karakter. “Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah. Maka jagalah sikap santun dan hormati guru serta orang tua,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Kepala Urusan Kesiswaan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Ki Sarno selama mengabdi di madrasah. Ia menilai bahwa sosok Ki Sarno merupakan teladan bagi guru maupun siswa.

“Beliau bukan hanya guru Bahasa Indonesia, tetapi juga pendidik yang menanamkan nilai-nilai kehidupan. Keteladanan beliau akan selalu menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujarnya.

Perwakilan siswa yang disampaikan oleh Ketua OSIM, Tessa, juga mengungkapkan rasa haru dan terima kasih atas bimbingan Ki Sarno. Ia menyebut bahwa sosok Ki Sarno adalah guru yang sabar dan penuh perhatian terhadap siswa.

“Kami merasa kehilangan sosok guru yang selalu membimbing kami dengan penuh kesabaran. Terima kasih atas ilmu dan nasihat yang telah Bapak berikan. Semua itu akan menjadi bekal berharga bagi kami,” kata Tessa.

Ia juga berharap Ki Sarno tetap sehat dan terus memberikan inspirasi meskipun telah memasuki masa purnatugas. “Semoga Bapak selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Kami tidak akan melupakan jasa Bapak,” tambahnya.

Kesan mendalam juga disampaikan oleh Gaida siswa kelas 9E, yang mewakili suara siswa lainnya. Ia mengaku bahwa pelajaran Bahasa Indonesia bersama Ki Sarno selalu menyenangkan dan penuh makna.

“Pak Sarno tidak hanya mengajarkan kami tentang bahasa, tetapi juga tentang kehidupan. Cara beliau mengajar membuat kami lebih percaya diri dalam berbicara dan menulis,” ungkap Jovan.

Menurutnya, sosok Ki Sarno akan selalu dikenang sebagai guru yang mampu menciptakan suasana belajar yang hangat dan inspiratif. “Kami bangga pernah menjadi murid beliau,” ujarnya.

Kegiatan pamitan ini berlangsung dengan penuh khidmat dan ditutup dengan doa bersama. Momen tersebut menjadi kenangan indah bagi seluruh siswa dan guru, sekaligus bentuk penghormatan atas pengabdian panjang Ki Sarno di dunia pendidikan.

Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru dalam kehidupan Ki Sarno. Namun bagi keluarga besar MTs Negeri 1 Banjarnegara, sosoknya akan selalu hidup dalam kenangan dan jejak inspirasi yang telah ditinggalkan. (Fy)