
Banjarnegara — Dua guru dari MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan kompetensinya dengan dipercaya menjadi juri dalam ajang seleksi FLS3N jenjang Sekolah Dasar (SD) tingkat Kecamatan Banjarnegara. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (28/4) dan bertempat di SD N 1 Semarang.
Adapun dua guru yang didaulat sebagai juri adalah Hj. Amri Inayati yang bertugas menilai cabang solo vokal, serta Linara yang menjadi juri pada cabang lomba mendongeng. Keterlibatan keduanya menjadi bukti kepercayaan publik terhadap kompetensi tenaga pendidik di lingkungan MTs Negeri 1 Banjarnegara, khususnya di bidang seni dan literasi.
Kepala madrasah, H. Yatiman, menyampaikan rasa bangga atas penunjukan dua guru tersebut. Menurutnya, kesempatan ini tidak hanya menjadi kehormatan bagi individu yang bersangkutan, tetapi juga membawa nama baik lembaga.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Penunjukan Ibu Amri Inayati dan Ibu Linara sebagai juri FLS3N menunjukkan bahwa kualitas guru madrasah mampu bersaing dan diakui secara luas. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh guru untuk terus mengembangkan kompetensinya,” ujar H. Yatiman.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak madrasah selalu mendorong para guru untuk aktif berkontribusi dalam kegiatan akademik maupun non-akademik di tingkat daerah maupun nasional.
Sementara itu, salah satu panitia FLS3N tingkat kecamatan, Sutijo, menjelaskan bahwa pemilihan juri dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan pengalaman, kompetensi, serta rekam jejak di bidang masing-masing.
“Kami memilih juri yang benar-benar memiliki kapasitas. Ibu Amri Inayati dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang seni vokal, sedangkan Ibu Linara memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang literasi dan seni bertutur. Kami yakin keduanya mampu memberikan penilaian yang objektif dan berkualitas,” jelas Sutijo.
Dalam pelaksanaan lomba, suasana berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Para peserta dari berbagai SD di Kecamatan Banjarnegara tampil maksimal menunjukkan bakat terbaik mereka. Cabang solo vokal menampilkan beragam lagu dengan teknik dan ekspresi yang mengesankan, sementara lomba mendongeng menghadirkan cerita-cerita kreatif yang sarat pesan moral.
Hj. Amri Inayati mengungkapkan bahwa dirinya merasa terhormat sekaligus tertantang menjalankan tugas sebagai juri. Ia menilai bahwa potensi siswa SD di Banjarnegara sangat besar dan perlu terus diasah.
“Anak-anak memiliki bakat yang luar biasa. Tugas kami sebagai juri adalah memberikan penilaian yang adil sekaligus memberikan masukan agar mereka bisa berkembang lebih baik lagi. Saya berharap mereka terus berlatih dan tidak berhenti berkarya,” tuturnya.
Senada dengan itu, Linara juga menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas para peserta lomba mendongeng. Ia menilai bahwa kemampuan bertutur anak-anak sudah cukup baik dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
“Saya sangat terkesan dengan keberanian dan imajinasi anak-anak. Mendongeng bukan hanya soal bercerita, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan dengan ekspresi dan penghayatan. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap literasi sejak dini,” ujar Linara.
Kegiatan FLS3N tingkat kecamatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat seni sekaligus menjadi ajang seleksi menuju tingkat yang lebih tinggi. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk para juri yang kompeten, diharapkan kualitas peserta didik di bidang seni semakin meningkat.
Partisipasi guru MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam kegiatan ini juga menjadi bukti nyata bahwa sinergi antar lembaga pendidikan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan potensi generasi muda. (Fy)
