
Banjarnegara — MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan baca senyap pada Senin (13/5) sebagai bagian dari program penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga madrasah, termasuk siswa, guru, dan tenaga kependidikan, selama satu jam pelajaran atau sekitar 40 menit.
Program baca senyap merupakan kegiatan membaca bermakna yang dirancang untuk membangun kebiasaan literasi secara konsisten. Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta diwajibkan membaca bahan bacaan masing-masing tanpa melakukan aktivitas lain. Kegiatan ini telah menjadi salah satu program rutin yang terintegrasi dalam jadwal pembelajaran di MTs Negeri 1 Banjarnegara.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa program baca senyap memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. “Program ini bertujuan untuk menanamkan budaya literasi di kalangan siswa dan seluruh warga madrasah. Melalui kegiatan membaca secara rutin, diharapkan kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis dapat berkembang dengan baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa literasi menjadi salah satu kompetensi dasar yang perlu diperkuat dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, madrasah berkomitmen untuk menghadirkan program yang mampu mendorong kebiasaan membaca secara berkelanjutan. “Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, tetapi juga pada pemahaman isi bacaan,” tambahnya.
Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, menjelaskan bahwa pelaksanaan baca senyap telah disusun secara terencana agar berjalan efektif. “Kegiatan ini dijadwalkan secara khusus sehingga seluruh warga madrasah dapat berpartisipasi tanpa terganggu oleh kegiatan lain. Hal ini penting untuk memastikan konsentrasi dalam membaca tetap terjaga,” jelasnya.
Menurutnya, bahan bacaan yang digunakan dalam kegiatan ini bersifat fleksibel. “Peserta dapat memilih bacaan sesuai minat masing-masing, baik berupa buku pelajaran, buku pengetahuan umum, maupun bacaan lainnya yang relevan. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat baca secara alami,” imbuhnya.
Partisipasi dalam kegiatan baca senyap tidak terbatas pada siswa dan guru. Tenaga kependidikan juga terlibat aktif dalam program ini. Resepsionis Madtsansa, Prawit Widi Susanti, menyatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat dalam meningkatkan kebiasaan membaca di lingkungan kerja. “Kami turut serta dalam kegiatan ini dengan membaca bahan bacaan yang tersedia. Hal ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan di sela tugas yang dijalankan,” ungkapnya.
Dari kalangan siswa, kegiatan baca senyap dinilai memberikan dampak positif terhadap proses belajar. Barley, siswa kelas 7B, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut membantu meningkatkan fokus dalam membaca. “Dengan adanya kegiatan ini, saya dapat membaca dengan lebih terarah dan memahami isi bacaan dengan lebih baik,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa kebiasaan membaca secara rutin memberikan pengaruh terhadap peningkatan pengetahuan. “Saya menjadi lebih terbiasa membaca dan mendapatkan informasi baru dari berbagai jenis bacaan,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan program baca senyap secara berkelanjutan, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah. Program ini diharapkan mampu mendukung pencapaian tujuan pendidikan, khususnya dalam membentuk peserta didik yang memiliki kemampuan literasi yang baik serta mampu berpikir kritis dalam menghadapi berbagai informasi.
Kegiatan baca senyap menjadi salah satu langkah strategis madrasah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung pengembangan kompetensi literasi secara menyeluruh. Dengan keterlibatan seluruh warga madrasah, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan. (Fy)
