
Banjarnegara — Kegiatan ujian praktik dan gelar karya siswa kelas 9A unggulan riset MTs Negeri 1 Banjarnegara sukses diselenggarakan pada Sabtu (18/4) di Aula Madtsansa. Kegiatan ini menjadi ajang puncak bagi para siswa untuk menampilkan hasil penelitian terbaik mereka setelah melalui proses panjang pembelajaran berbasis riset.
Sebanyak 15 tim berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menyiapkan stand pameran yang menarik dan informatif. Masing-masing tim memamerkan produk serta mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan penguji, penilai, serta pengunjung yang terdiri dari guru dan siswa. Acara diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sesi kunjungan stand dan penilaian oleh tim penguji.
Kepala madrasah, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kerja keras para siswa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata keberhasilan pembelajaran berbasis riset yang diterapkan di madrasah.
“Gelar karya ini bukan sekadar ujian praktik, tetapi juga wadah bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Kami berharap pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mereka di jenjang pendidikan selanjutnya,” ujar H. Yatiman.
Salah satu penguji dan penilai, Hj. Tri Widayati, juga memberikan apresiasi terhadap kualitas karya siswa. Menurutnya, sebagian besar penelitian yang ditampilkan sudah memiliki nilai orisinalitas dan relevansi yang baik dengan kehidupan sehari-hari.
“Saya melihat potensi luar biasa dari para siswa. Beberapa karya bahkan sudah layak untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Hj. Tri Widayati.
Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan siswa kelas 7 dan 8 unggulan riset. Mereka turut hadir sebagai reviewer yang memberikan tanggapan dan penilaian terhadap karya kakak kelasnya. Keterlibatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat riset sejak dini serta menjadi sarana belajar langsung bagi adik kelas.
Salah satu tim yang menarik perhatian adalah tim Aida dan Nadzwa dengan penelitian berjudul RicaTea. Penelitian ini mengangkat inovasi minuman teh dengan campuran rempah yang memiliki manfaat kesehatan.
“Kami ingin menghadirkan minuman yang tidak hanya enak, tetapi juga menyehatkan. Proses penelitian cukup menantang, terutama dalam menemukan komposisi rasa yang tepat,” ujar Aida. Nadzwa menambahkan bahwa mereka berharap produk tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha di masa depan.
Selain itu, tim Wildan dan Zalfa juga mencuri perhatian dengan penelitian tentang tradisi ruwatan rambut gimbal. Mereka mengkaji aspek budaya sekaligus makna filosofis dari tradisi tersebut.
“Penelitian ini membuat kami lebih memahami kekayaan budaya lokal. Kami juga ingin mengenalkan tradisi ini kepada generasi muda agar tetap lestari,” jelas Wildan. Zalfa menambahkan bahwa proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi literatur yang mendalam.
Secara keseluruhan, kegiatan gelar karya ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Setiap stand dipenuhi pengunjung yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang hasil penelitian yang dipamerkan. Para siswa pun terlihat percaya diri dalam menjelaskan karya mereka.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi, tetapi juga pengalaman berharga yang melatih keterampilan komunikasi, kolaborasi, dan presentasi siswa. Dengan adanya program unggulan riset ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Fy)
