Doa Bersama Iringi Langkah Siswa Kelas 9 MTsN 1 Banjarnegara Menuju Sukses TKA dan Ujian Madrasah

Banjarnegara — Suasana khidmat dan penuh harap menyelimuti Masjid Darul Ulum MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Selasa (7/4). Ratusan siswa kelas 9 bersama guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang bertugas mengikuti kegiatan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual menyongsong pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Ujian Madrasah Tahun Ajaran 2025/2026.

Kegiatan yang dikemas dengan nuansa hitam putih ini menghadirkan atmosfer religius yang mendalam. Seluruh peserta tampak khusyuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan tausiyah, serta doa bersama yang dipimpin oleh pembicara tamu dari Wonosobo, KH. Abdullah Maksum, Al Hafidz.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan doa bersama ini merupakan bentuk ikhtiar batin yang melengkapi usaha lahir berupa belajar dan persiapan akademik. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual.

“Anak-anakku kelas 9, hari ini kita berkumpul untuk mengetuk pintu langit, memohon kemudahan dan kelancaran dalam menghadapi TKA dan Ujian Madrasah. Kalian sudah berjuang dengan belajar, kini saatnya kita sempurnakan dengan doa. Semoga Allah memberikan hasil terbaik atas usaha kalian,” tutur H. Yatiman.

Sementara itu, KH. Abdullah Maksum dalam tausiyahnya mengajak para siswa untuk memperkuat keyakinan dan menjaga niat dalam menuntut ilmu. Ia menekankan pentingnya tawakal setelah berikhtiar maksimal.

“Kesuksesan itu bukan hanya soal nilai, tetapi bagaimana kita menjaga kejujuran, kesungguhan, dan adab dalam belajar. Jika semua itu dilakukan dengan baik, insyaAllah hasilnya akan mengikuti. Jangan lupa, doa adalah senjata orang beriman,” pesannya.

Ia juga mengingatkan para siswa untuk senantiasa menghormati orang tua dan guru sebagai bagian dari kunci keberkahan ilmu. Menurutnya, ridha orang tua dan guru memiliki peran besar dalam menentukan keberhasilan seorang pelajar.

Dari sisi pendamping siswa, salah satu wali kelas 9A, Radiono, mengungkapkan rasa haru dan bangganya melihat kekompakan serta kesungguhan para siswa dalam mengikuti kegiatan ini.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun mental dan spiritual siswa. Kami sebagai wali kelas tentu berharap mereka tidak hanya siap secara akademik, tetapi juga memiliki ketenangan batin saat menghadapi ujian,” ujarnya.

Para siswa pun merasakan dampak positif dari kegiatan tersebut. Aldaninda, siswa kelas 9C, mengaku lebih tenang dan percaya diri setelah mengikuti doa bersama.

“Awalnya saya merasa cukup tegang menghadapi ujian, tapi setelah ikut doa bersama, rasanya lebih lega dan yakin bisa menjalani semuanya dengan baik,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Abizar, siswa kelas 9J. Ia merasa kegiatan ini memberikan semangat baru bagi dirinya dan teman-temannya.

“Kegiatan ini membuat kami lebih semangat dan merasa tidak sendiri. Kami saling menguatkan dan berdoa bersama untuk hasil terbaik,” ungkapnya.

Dengan terselenggaranya doa bersama ini, diharapkan seluruh siswa kelas 9 MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat menghadapi TKA dan Ujian Madrasah dengan penuh kesiapan, baik secara akademik maupun spiritual. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keimanan siswa.

Di akhir acara, seluruh peserta bersama-sama memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan, berharap agar setiap usaha yang telah dilakukan mendapatkan ridha dan keberkahan dari Allah SWT. Suasana haru dan penuh harap pun menjadi penutup kegiatan yang sarat makna tersebut. (Fy)