
Banjarnegara — Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, bersama Wakil Kepala Urusan Kurikulum, Hj. Yuniyati, mengikuti kegiatan Penguatan Implementasi Kurikulum Madrasah yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang. Kegiatan hari pertama difokuskan pada agenda pembukaan dan penyampaian materi awal yang berlangsung di Hotel Grasia, Semarang.
Kegiatan ini diikuti oleh para kepala madrasah serta wakil kepala bidang kurikulum atau guru bidang akademik dari berbagai MTs Negeri se-Jawa Tengah. Kehadiran peserta merupakan bentuk komitmen madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pemahaman dan penerapan kebijakan kurikulum terbaru, khususnya terkait KMA 1503 Tahun 2025.
Agenda hari pertama diawali dengan registrasi peserta pada pagi hari, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan resmi pada pukul 10.00 WIB. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penma) Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Amin Handoyo. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya kesiapan madrasah dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan kebijakan dan pendekatan pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman.
“Madrasah harus terus bergerak maju. Implementasi kurikulum bukan hanya soal administrasi, tetapi bagaimana nilai, karakter, dan kedalaman pembelajaran benar-benar hadir di ruang kelas,” ujar H. Amin Handoyo saat membuka kegiatan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi utama pada pukul 10.00–12.00 WIB oleh narasumber Pak Juair yang membahas secara mendalam tentang KMA 1503 Tahun 2025. Materi tersebut menyoroti arah kebijakan kurikulum madrasah yang menekankan pembelajaran berbasis cinta, penguatan karakter, serta pembelajaran mendalam (deep learning) yang berorientasi pada pemahaman konsep, bukan sekadar hafalan.
Usai sesi pagi, peserta melaksanakan istirahat dan persiapan lanjutan kegiatan. Pada pukul 13.00–14.00 WIB kegiatan kembali dilanjutkan dengan sesi diskusi dan penguatan materi sebagai pengantar untuk rangkaian agenda berikutnya di hari-hari selanjutnya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan madrasahnya selalu selaras dengan kebijakan pendidikan nasional. Menurutnya, perubahan kurikulum harus disikapi secara positif sebagai peluang peningkatan kualitas pembelajaran.
“Kegiatan ini sangat penting bagi kami. Dengan mengikuti langsung arahan dari Kanwil dan para narasumber, kami memperoleh pemahaman yang lebih utuh tentang implementasi KMA 1503 Tahun 2025. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat kami terapkan di madrasah sehingga proses belajar mengajar semakin berkualitas dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa,” ungkap H. Yatiman.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menilai kegiatan ini memberikan banyak wawasan baru terkait strategi pembelajaran dan penyusunan perangkat ajar yang lebih mendalam. Ia menegaskan bahwa penguatan kurikulum tidak hanya menyentuh aspek dokumen, tetapi juga praktik nyata di kelas.
“Materi yang disampaikan sangat aplikatif. Kami tidak hanya menerima teori, tetapi juga gambaran implementasi yang bisa langsung kami adaptasi di madrasah. Ini menjadi bekal penting bagi kami untuk menyusun perencanaan pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan sesuai dengan semangat kurikulum terbaru,” tutur Hj. Yuniyati.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara berharap dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memperkuat peran madrasah sebagai lembaga pendidikan yang unggul dalam akademik maupun pembentukan karakter. Hari pertama kegiatan menjadi langkah awal yang penting dalam memahami arah kebijakan kurikulum madrasah ke depan, sekaligus memperkuat sinergi antar madrasah di lingkungan Jawa Tengah. (Lin)
