
Banjarnegara — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara. Dua siswa dari Kelas Unggulan Riset Madtsansa berhasil meraih juara dalam ajang BAF X 2026 tingkat nasional pada cabang lomba esai yang diselenggarakan oleh SMAIT Buahati Jakarta. Pengumuman pemenang disampaikan pada Sabtu (7/2) dan langsung disambut sukacita oleh keluarga besar madrasah.
Adapun dua siswa berprestasi tersebut adalah Ahnaf Raditya Fadlurrahman yang berhasil meraih Juara 1, serta Muhammad Farhan Muin yang meraih Juara 2. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional melalui kemampuan literasi, riset, dan penulisan ilmiah yang kuat.
Ajang BAF X sendiri merupakan kompetisi tahunan berskala nasional yang diikuti oleh pelajar dari berbagai daerah di Indonesia. Lomba esai dalam kompetisi ini menuntut peserta untuk mampu menuangkan gagasan kritis, solusi inovatif, serta kemampuan analisis terhadap isu-isu aktual. Persaingan yang ketat tidak menyurutkan semangat kedua siswa Madtsansa untuk memberikan karya terbaiknya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras siswa, bimbingan guru, serta dukungan seluruh warga madrasah.
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah yang patut kita syukuri bersama. Prestasi Ahnaf dan Farhan menunjukkan bahwa siswa madrasah tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga dalam kemampuan akademik dan literasi tingkat nasional. Semoga ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berprestasi,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Koordinator Kelas Unggulan Riset, Hj. Tri Widayati, menuturkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari proses pembinaan yang berkelanjutan di kelas unggulan riset. Ia menjelaskan bahwa siswa dibiasakan untuk berpikir kritis, membaca referensi ilmiah, serta menulis secara sistematis sejak dini.
“Kami memang menanamkan budaya riset dan literasi sejak awal. Anak-anak didorong untuk berani berpendapat, mencari data, dan menyusun tulisan yang argumentatif. Prestasi ini menjadi bukti bahwa metode pembelajaran riset yang diterapkan di Madtsansa berjalan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Ahnaf Raditya, peraih Juara 1, mengaku tidak menyangka dapat meraih posisi tertinggi dalam kompetisi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa proses penyusunan esai membutuhkan waktu dan ketekunan yang cukup panjang.
“Saya banyak membaca referensi dan berdiskusi dengan guru pembimbing. Tantangan terbesar adalah menyusun ide agar tetap fokus dan relevan dengan tema. Saya bersyukur bisa membawa nama baik madrasah,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Muhammad Farhan Muin, peraih Juara 2. Ia menuturkan bahwa pengalaman mengikuti lomba ini memberikan pelajaran berharga dalam hal manajemen waktu dan pengembangan ide.
“Awalnya cukup tegang karena pesertanya dari seluruh Indonesia. Tapi saya mencoba menikmati prosesnya. Semoga prestasi ini bisa menjadi langkah awal untuk terus belajar dan berkarya lebih baik lagi,” katanya.
Keberhasilan dua siswa ini menjadi kado istimewa bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara di awal tahun 2026. Prestasi tersebut sekaligus memperkuat citra madrasah sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik formal, tetapi juga mendorong pengembangan riset, literasi, dan kreativitas siswa.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada seluruh guru, orang tua, serta pihak yang telah memberikan doa dan dukungan. Harapannya, prestasi ini dapat menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat di kalangan siswa serta menginspirasi generasi berikutnya untuk terus berani bermimpi dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (Lin)
