Praktikum IPA Bioteknologi Konvensional, Siswa Kelas 9E Madtsansa Olah Tape dan Tempe

Banjarnegara — Siswa kelas 9E MTs Negeri 1 Banjarnegara melaksanakan kegiatan praktikum pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) materi Bioteknologi Konvensional pada Jumat (6/2). Praktikum yang berfokus pada pengolahan pangan tradisional berupa pembuatan tape dan tempe ini berlangsung di ruang kelas dengan suasana penuh antusias dan semangat kolaborasi antar siswa. Kegiatan tersebut menjadi salah satu metode pembelajaran kontekstual yang bertujuan agar peserta didik tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung proses fermentasi sebagai bagian dari bioteknologi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejak pagi, para siswa telah menyiapkan berbagai bahan dan alat yang diperlukan, seperti singkong, ragi tape, kedelai, ragi tempe, daun pembungkus, serta perlengkapan kebersihan. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil untuk memudahkan proses kerja sama dan pembagian tugas. Dalam praktik pembuatan tape, siswa mempelajari proses fermentasi singkong menggunakan ragi yang mengandung mikroorganisme tertentu. Sementara pada pembuatan tempe, siswa diajak memahami proses fermentasi kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus sp. yang berperan penting dalam pembentukan tekstur dan cita rasa tempe.

Guru IPA Madtsansa, Sumiyati, menjelaskan bahwa praktikum ini merupakan bagian dari strategi pembelajaran aktif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep bioteknologi konvensional. Menurutnya, melalui praktik langsung, siswa dapat melihat sendiri perubahan yang terjadi pada bahan pangan selama proses fermentasi.

“Bioteknologi tidak selalu identik dengan teknologi canggih di laboratorium. Justru melalui makanan tradisional seperti tape dan tempe, siswa bisa memahami bahwa bioteknologi sudah lama hadir di sekitar kita dan menjadi bagian dari budaya masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sumiyati menambahkan bahwa kegiatan ini juga melatih keterampilan proses sains siswa, mulai dari mengamati, mencatat langkah kerja, hingga menarik kesimpulan. Selain itu, siswa juga diajarkan pentingnya kebersihan alat dan bahan agar proses fermentasi berjalan dengan baik. Ia berharap melalui praktikum ini siswa semakin tertarik mempelajari IPA dan mampu mengaitkannya dengan kehidupan nyata.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan praktikum tersebut. Ia menilai kegiatan pembelajaran berbasis praktik sangat efektif dalam membangun pemahaman konseptual sekaligus keterampilan abad 21 pada peserta didik.

“Pembelajaran tidak cukup hanya di dalam buku. Dengan praktik seperti ini, siswa belajar bekerja sama, bertanggung jawab, serta memahami proses ilmiah secara langsung. Ini selaras dengan kurikulum yang menekankan pada penguatan kompetensi dan karakter,” tuturnya.

Antusiasme juga terlihat dari para siswa yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Gaida, salah satu siswa kelas 9E, mengaku senang bisa mengikuti praktikum tersebut karena memberikan pengalaman baru yang berbeda dari pembelajaran di kelas biasa.

“Biasanya kami hanya membaca materi di buku, tapi sekarang bisa langsung membuat tape dan tempe sendiri. Rasanya lebih seru dan mudah dipahami,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Favian yang merasa kegiatan ini menambah wawasan sekaligus keterampilan baru. Ia menilai bahwa proses fermentasi yang sebelumnya terasa sulit dipahami menjadi lebih jelas setelah dipraktikkan.

“Saya jadi tahu ternyata membuat tempe itu butuh ketelitian dan kebersihan. Kalau salah langkah, hasilnya bisa gagal. Jadi kami belajar sabar dan teliti,” katanya.

Melalui kegiatan praktikum bioteknologi konvensional ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga keterampilan hidup yang bermanfaat. Pembelajaran yang memadukan teori dan praktik dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta sikap ilmiah pada peserta didik. MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berupaya menghadirkan inovasi pembelajaran agar siswa dapat belajar secara aktif, menyenangkan, dan bermakna dalam setiap proses pendidikan. (Lin)